Meski Pasar Keuangan Bergejolak, Tokoh Kunci di Singapura Nilai Indonesia Tetap Menarik untuk Investasi
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com -Meskipun pasar keuangan domestik baru-baru ini mengalami volatilitas, pemerintah Singapura menilai fundamental ekonomi jangka panjang Indonesia tetap kuat dan menarik bagi para pelaku usaha.
Pernyataan itu ditegaskan oleh Wakil Perdana Menteri merangkap Menteri Perdagangan dan Perindustrian Singapura Gan Kim Yong dalam keterangan tertulis Kedutaan Besar Singapura di Jakarta, ketika menanggapi prospek daya tarik pasar serta keberlanjutan arus investasi ke Indonesia di tengah dinamika ekonomi global.
“Para pengusaha Singapura tetap memiliki minat yang kuat terhadap Indonesia. Saya pikir kita bisa terus melihat investasi mengalir ke Indonesia,” kata Yong dalam konferensi pers bersama Menteri Koordinator bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto di Jakarta, Selasa.
“Dalam jangka panjang, fundamental Indonesia tetap sangat kuat, sangat menarik, sebagai tempat yang memiliki banyak sumber daya, banyak tenaga kerja, dan banyak peluang,” ujarnya, usai Pertemuan Menteri Kelompok Kerja Ekonomi Bilateral Enam Singapura-Indonesia ke-16.
Yong tidak memungkiri bahwa Indonesia, seperti banyak negara lain di dunia, akan terus menghadapi tantangan berkala akibat dinamika ekonomi global.
Namun, ia menyatakan optimisme bahwa masa depan kerja sama kedua negara akan tetap menjanjikan jika tantangan itu dihadapi dengan kolaborasi yang solid.
Ia mencatat realisasi investasi Singapura ke Indonesia tetap menunjukkan tren kuat, dengan kontribusi Penanaman Modal Asing (PMA) mencapai sekitar 17,4 miliar dolar AS (Rp314,9 triliun).
Di sektor investasi, kedua negara membahas langkah-langkah strategis untuk memfasilitasi dan menyederhanakan operasional bisnis guna menjaga daya tarik iklim investasi bagi para investor.
Salah satu fokus utama adalah transformasi kawasan Batam, Bintan, dan Karimun (BBK) menjadi pusat digital yang dinamis. Singapura dan Indonesia akan bersama-sama melakukan studi sektor teknologi untuk mengidentifikasi peluang baru serta menyusun rekomendasi konkret untuk pengembangan BBK ke depan.
Selain itu, kerja sama unggulan kedua negara yakni Kawasan Industri Kendal (KIP) di Jawa Tengah, dipastikan akan diperluas secara signifikan.
Dengan perluasan lahan hingga 1.000 hektare, KIP diproyeksikan dapat mendorong masuknya investasi baru, menciptakan lapangan kerja, serta memacu pertumbuhan ekonomi di Jawa Tengah.
Load more