Anindya Bakrie Beberkan Ada Tiga Sektor Paling Potensial Diburu Investor Asing di Indonesia
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com — Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Bakrie mengungkapkan, tiga sektor yang berpotensi menjadi magnet utama investasi asing di Indonesia di tengah perubahan lanskap ekonomi global.
Ketiga sektor tersebut adalah energi, pangan, dan teknologi berbasis kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI).
Menurut Anindya, transformasi ekonomi dunia membuat investor semakin selektif dalam menempatkan modalnya. Indonesia dinilai memiliki peluang besar karena memiliki sumber daya dan pasar yang mendukung pengembangan sektor-sektor strategis tersebut.
“Nah, kalau saya lihat ada tiga besar. Pertama, energi, dengan adanya transisi energi baik daripada energi yang bisa dibilang tradisional maupun energi masa depan, ya, renewable energy,” kata Anindya usai menghadiri acara Kadin Diplomatic Economic Breakfast Meeting di Hotel Aryaduta, Jakarta Pusat, Jumat (12/6/2026).
Ia menjelaskan, kebutuhan dunia terhadap energi bersih terus meningkat seiring komitmen berbagai negara untuk melakukan transisi menuju ekonomi rendah karbon. Kondisi tersebut membuka peluang besar bagi Indonesia untuk menarik investasi pada proyek-proyek energi terbarukan maupun pengembangan energi konvensional yang lebih efisien.
Selain energi, sektor pangan menjadi perhatian serius investor global. Ketidakpastian geopolitik dan meningkatnya kebutuhan pasokan pangan membuat isu ketahanan pangan kini menjadi salah satu prioritas banyak negara.
“Yang kedua juga pangan. Nah, pangan ini sangat penting kenapa? Karena semakin dilihat bahwa dalam keadaan tentunya dinamisme di Timur Tengah, justru yang paling diperebutkan untuk bisa swasembada pangan, bahkan untuk bisa banyak negara-negara lain meminta pasokan pangan untuk tentunya penduduknya,” ujarnya.
Anindya menilai posisi Indonesia sebagai negara agraris dengan sumber daya lahan dan iklim yang mendukung menjadi keunggulan tersendiri untuk menangkap peluang investasi di sektor pangan.
Sementara itu, sektor teknologi menjadi pilar ketiga yang diperkirakan akan semakin diminati investor asing. Perkembangan pesat teknologi digital dan AI dinilai akan menjadi faktor penentu daya saing ekonomi Indonesia di masa depan.
“Dan yang ketiga, yang kita lihat juga tidak boleh lupa, bahwa dari sisi teknologi. Nah, Indonesia ini akan maju apabila juga merangkul teknologi-teknologi terkini dengan adanya Artificial Intelligence ini,” katanya.
Menurut Anindya, pemanfaatan AI tidak hanya menjadi kebutuhan industri teknologi, tetapi juga akan mendorong transformasi di berbagai sektor ekonomi, mulai dari manufaktur hingga layanan publik.
Di luar tiga sektor tersebut, Kadin juga menyoroti pentingnya penguatan sektor pariwisata sebagai sumber pertumbuhan ekonomi yang dapat memberikan dampak cepat terhadap perolehan devisa negara.
“Tentu tidak lupa bahwa Indonesia itu tadi disebut juga pariwisatanya penting untuk ditingkatkan karena sudah ada di depan mata,” ujar Anindya.
Ia bahkan melihat pelemahan nilai tukar rupiah saat ini dapat menjadi momentum untuk meningkatkan daya tarik destinasi wisata Indonesia di mata wisatawan mancanegara.
“Apalagi dengan melemahnya sementara Rupiah, ini justru harusnya bisa menjadi momentum untuk meningkatkan pariwisata di Bali dan di luar Bali,” katanya. (agr/rpi)
Load more