Dipanggil Prabowo ke Istana, Mentan Amran Akan Setor Laporan Harga Sawit hingga Hilirisasi Pertanian
- tvOnenews.com/Abdul Gani Siregar
Jakarta, tvOnenews.com – Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman dipanggil oleh Presiden Prabowo Subianto ke Istana untuk rapat membahas masalah harga Tandan Buah Segar (TBS) atau sawit.
Meski harga TBS mulai pulih di berbagai daerah, Amran mengungkapkan masih ada sekitar 170 perusahaan yang belum sepenuhnya menyesuaikan harga sesuai kondisi pasar.
Pernyataan itu disampaikan Amran sebelum menghadiri rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Kamis (18/6/2026). Menurut dia, persoalan harga TBS menjadi salah satu agenda yang akan dibahas bersama Presiden Prabowo Subianto.
“Ya, nanti tunggu saya keluar. Mungkin pertama, perkiraan saya ya, diskusi masalah TBS yang beberapa hari yang lalu turun. Tapi, Alhamdulillah sudah kembali normal. Tapi, masih ada sedikit, mungkin sekitar 5 persen yang belum pulih sampai 10 persen,” kata Amran.
Selain isu harga TBS, pemerintah juga akan membahas kondisi pangan nasional serta agenda hilirisasi sektor pertanian yang menjadi salah satu prioritas pemerintahan.
“Kemudian pangan, keseimbangan pangan kita dan hilirisasinya,” ujarnya.
Data Kementerian Pertanian menunjukkan tren perbaikan mulai terlihat. Sebelumnya, sekitar 270 perusahaan teridentifikasi belum menyesuaikan harga TBS sesuai perkembangan pasar.
Setelah pemerintah mengeluarkan peringatan keras dan melakukan pengawasan langsung, jumlah tersebut menyusut menjadi sekitar 130 perusahaan.
Namun, Amran mengungkapkan masih banyak perusahaan yang belum sepenuhnya mengikuti arahan pemerintah. Dari 274 perusahaan yang sebelumnya telah menerima surat teguran, baru sebagian yang melakukan penyesuaian harga.
“100 lebih dari 274 kemarin yang saya surati. Ada mungkin sekitar 170-180 yang belum,” ungkapnya.
Pemerintah memastikan tidak akan berhenti pada tahap teguran. Kementerian Pertanian bersama Satgas Pangan Polri terus melakukan pemantauan dan pemeriksaan terhadap perusahaan-perusahaan yang diduga masih membeli TBS di bawah harga yang berlaku.
Ketika ditanya mengenai langkah lanjutan terhadap perusahaan yang belum patuh, Amran menegaskan pemerintah akan terus menekan hingga harga TBS benar-benar kembali normal di tingkat petani.
“Kita tindaklanjuti terus sampai dia harus naikkan, mutlak naikkan,” tegasnya. (Agr/rpi)
Load more