Pengembangan Destinasi Super Prioritas, Waskita Karya Garap Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 3 Senilai Rp2,1 Triliun
- ANTARA
Jakarta, tvOnenews.com-Kontrak baru berupa Pengadaan Jasa Layanan Konstruksi Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 3 Simpang Susun (SS) Magelang-Borobudur senilai Rp2,1 triliun didapat PT Waskita Karya (Persero) Tbk (WSKT). Direktur Operasi I Waskita Karya, Ari Asmoko mengatakan bahwa SS Magelang dan SS Borobudur merupakan titik akses strategis dari jalan tol Yogyakarta-Bawen, yang berfungsi sebagai gerbang utama menuju Kawasan Strategi Pariwisata Nasional (KSPN) Borobudur.
"Proyek ini sangat penting untuk mempercepat mobilitas sekaligus mendorong peningkatan sektor pariwisata. Dengan adanya Tol Yogyakarta-Bawen Seksi 3, masyarakat memiliki akses langsung ke Destinasi Super Prioritas (DSP) Candi Borobudur tanpa mengganggu kelestarian situs cagar budaya," ujar Ari sebagaimana keterangan resmi di Jakarta, Selasa.
Melalui Kerja Sama Operasi (KSO) antara PT PP-Waskita Karya-Wijaya Karya, perseroan akan mengerjakan jalan sepanjang 8,1 kilometer (km) yang terletak di Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.
Adapun, lingkup pekerjaan mencakup trase utama, trase akses Magelang, simpang susun, Jembatan Penyebrangan Orang (JPO), terowongan bawah tanah, serta pelat beton (pile slab).
"Keberadaan jalan ini berdampak terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, seiring semakin banyak wisatawan yang datang ke kawasan Borobudur, peluang pelaku Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM) pun semakin terbuka," ujar Ari.
Ari melanjutkan, jalan tol yang dibangun dengan konstruksi ramah lingkungan itu, turut mendukung masuknya investasi baru sekaligus memudahkan distribusi barang serta jasa di wilayah Magelang, Temanggung, dan sekitarnya.
“SS Magelang-Borobudur juga bertujuan mengurangi kepadatan di jalur arteri utama. Diharapkan langkah tersebut bisa memudahkan pergerakan kendaraan logistik,” ujar Ari.
Dalam proses pembangunan, perseroan sebagai kontraktor akan menerapkan sejumlah inovasi supaya pekerjaan lebih efisien, baik dari sisi waktu maupun biaya.
Inovasi itu diantaranya menggunakan metode Curing Automatic, sebagai upaya menjaga beton supaya tidak cepat kehilangan air pada masa perawatan selama tujuh hari, sehingga tidak terjadi retak susut.
Selain itu, menggunakan alat Deflection Warning System, yang berfungsi memonitor penurunan bekisting dan shoring pada saat pengecoran, sehingga tidak lagi pengecekan manual yang dilakukan pengawas atau surveyor.
Load more