LPG Melon Mau Diganti, Bahlil Ungkap Uji Coba Tabung CNG 3 kg segera Tuntas Juli
- Pertamina
Jakarta, tvOnenews.com - Uji coba tabung Compressed Natural Gas (CNG) ukuran 3 kilogram ditargetkan dapat selesai pada Juli–Agustus 2026.
Hal itu disampaikan Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai meresmikan Mini LNG Plant PT Sumber Aneka Gas di Tuban, Jawa Timur, Kamis (25/6/2026).
Untuk diketahui bahwa penggunaan CNG bukan inisiatif baru karena telah dipakai di sektor perhotelan, restoran, kafe (horeka), hingga program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Bahlil menilai bahwa upaya pemerintah untuk mempercepat adopsi CNG sebagai alternatif LPG 3 kg alias LPG Melon, juga diperlukan untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan energi.
Sekarang lagi diuji coba tahap ketiga. Insyaallah, doain, Juli ini atau Agustus sudah bisa kami selesaikan,” kata Bahlil.
Saat ini, diakuinya bahwa Indonesia telah memasuki tahap ketiga uji coba penggunaan CNG untuk gas tabung 3 kg atau kebutuhan rumah tangga, setelah sebelumnya mengimplementasikan tabung CNG 12 dan 50 kg di sektor komersial.
“Nah, CNG ini sekarang sudah masuk dalam tahap ketiga untuk gas tabung 3 kilogramnya, bersama Pertamina,” kata Bahlil.
“Kalau CNG yang 12 kilogram, 50 kilogram, itu sudah ada (diimplementasikan) di dapur-dapur MBG di industri hotel, restoran, itu sudah pakai CNG,” ujarnya.
Menurut bahlil, tantangan utama dalam uji coba adalah aspek teknis karena tekanan gas CNG sekitar 200 hingga 250 bar. Ini jauh lebih kuat apabila dibandingkan dengan LPG yang tekanannya berada di kisaran 5–10 bar.
“Kalau itu (uji coba) selesai, baru kami bisa dorong secara massal untuk beberapa tempat yang bisa kami lakukan,” kata Bahlil.
Pemerintah terus mengkaji penggunaan CNG agar bisa menjadi alternatif pengganti LPG tabung 3 kilogram guna mengurangi ketergantungan impor energi. Oleh karena itu, uji coba terus dilakukan.
Bahlil menyebut rata-rata konsumsi LPG Indonesia adalah sebesar lebih dari 8,5 juta MT per tahun. Akan tetapi, produksi LPG nasional masih berada di angka 1,91 juta MT saja, sehingga sekitar 7,47 juta MT harus dipenuhi melalui impor.
CNG memiliki keunggulan karena seluruh bahan bakunya tersedia di dalam negeri, termasuk sumber gas alam yang melimpah. Pemerintah juga menemukan cadangan gas baru di Kalimantan Timur yang berpotensi dialokasikan untuk kebutuhan domestik.
Karenanya, Bahlil berupaya mempercepat adopsi CNG sebagai alternatif LPG untuk mewujudkan kemandirian dan kedaulatan energi. (rpi)
Load more