Ekspor Perdana dari Terminal Kijing Dimulai, Pelindo Dorong Efisiensi Logistik dan Daya Saing Ekspor Kalimantan Barat
- Pelindo
Di tempat yang sama, Direktur Komersial PT Pelabuhan Indonesia (Persero) Farid Padang mengatakan, ekspor perdana melalui Terminal Kijing menjadi bukti bahwa pelabuhan tersebut mulai mendapat kepercayaan dari para pelaku usaha sebagai gerbang ekspor Kalimantan Barat.
Pada pengiriman perdana ini, sebanyak 180 peti kemas diberangkatkan melalui Malaysia. Ke depan, Pelindo akan menyiapkan kapal-kapal berkapasitas lebih besar agar ekspor dapat dilakukan secara langsung ke negara-negara tujuan tanpa melalui pelabuhan transit.
"Ini menjadi langkah awal bagi kita semua. Ke depan, optimalisasi Terminal Kijing harus terus didukung melalui sinergi seluruh pihak, termasuk para pengguna jasa, dengan tetap memperhatikan mitigasi risiko operasional dan tata kelola pelabuhan agar pelayanan dapat berjalan semakin baik," katanya.
Sementara itu, Executive Director 2 Pelindo Regional 2, Budi Prasetio, mengatakan ekspor perdana ini merupakan hasil sinergi antara Pelindo, pemerintah, regulator, perusahaan pelayaran, eksportir, dan seluruh pemangku kepentingan dalam mendorong optimalisasi Terminal Kijing.
"Ekspor perdana ini menjadi bukti bahwa Terminal Kijing mulai mendapatkan kepercayaan dari pelaku usaha. Kami telah menyiapkan berbagai fasilitas pendukung, termasuk peralatan bongkar muat peti kemas, sehingga terminal ini siap memberikan layanan yang lebih efektif, efisien, dan berdaya saing," ujar Budi di Mempawah, Senin (29/6).
Menurutnya, keberadaan layanan peti kemas di Terminal Kijing diharapkan dapat memberikan alternatif bagi eksportir di Kalimantan Barat untuk mengirimkan produknya langsung melalui pelabuhan di daerah sehingga rantai distribusi menjadi lebih efisien dan biaya logistik dapat ditekan.
"Semakin banyak komoditas yang diekspor melalui Terminal Kijing, semakin besar nilai tambah yang akan dinikmati daerah. Pelabuhan tidak hanya menjadi tempat keluar masuk barang, tetapi juga menjadi penggerak pertumbuhan ekonomi dan daya saing wilayah. Kami akan terus memperkuat kolaborasi dengan pemerintah, regulator, perusahaan pelayaran, dan para pengguna jasa agar utilisasi Terminal Kijing terus meningkat," tambahnya.
Dalam kesempatan yang sama, Kepala Kantor Kesyahbandaran dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Kelas II Pontianak, Capt. Dwi Wahdiana, mengatakan dengan dimulainya layanan peti kemas, Terminal Kijing kini telah melayani berbagai jenis kegiatan kepelabuhanan, mulai dari curah kering, curah cair, multipurpose hingga peti kemas.
Load more