Perkuat Tridharma Perguruan Tinggi, BPJS Ketenagakerjaan dan UIN Jakarta Teken Nota Kesepahaman Sinergi Jaminan Sosial
- BPJS Ketenagakerjaan
Jakarta, tvOnenews.com – BPJS Ketenagakerjaan kembali memperluas kolaborasi strategis dengan institusi pendidikan tinggi melalui penandatanganan Nota Kesepahaman bersama UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dalam rangka penyelenggaraan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat yang berkaitan dengan program jaminan sosial ketenagakerjaan.
Nota Kesepahaman ditandatangani oleh Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan, Harjono Siswanto, bersama Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, di Gedung Kampus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Selasa (30/6).
Direktur Human Capital dan Umum BPJS Ketenagakerjaan, Harjono Siswanto, mengatakan kolaborasi ini menjadi landasan bagi kedua pihak untuk memperkuat sinergi antara program jaminan sosial ketenagakerjaan dengan dunia pendidikan tinggi sekaligus mendukung pelaksanaan Tridharma Perguruan Tinggi.
"Perguruan tinggi memiliki peran penting dalam mencetak sumber daya manusia yang unggul dan siap memasuki dunia kerja. Karena itu, kami memandang kampus sebagai mitra strategis untuk menanamkan pemahaman mengenai hak dan perlindungan pekerja melalui program jaminan sosial ketenagakerjaan," ujar Harjono.
Selain memperkuat perlindungan bagi pekerja di lingkungan kampus, kemitraan ini juga membuka ruang kolaborasi dalam riset, kajian, studi bersama, serta pengembangan kurikulum jaminan sosial ketenagakerjaan. Melalui sinergi tersebut, BPJS Ketenagakerjaan berharap lahir berbagai inovasi dan gagasan yang mampu mendukung penguatan sistem perlindungan sosial ketenagakerjaan di Indonesia.
Komitmen UIN Syarif Hidayatullah Jakarta terhadap perlindungan pekerja juga telah diwujudkan sejak November 2019. Hingga kini sebanyak 41 dosen dan pegawai tidak tetap telah menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan melalui Program Jaminan Kecelakaan Kerja (JKK), Jaminan Kematian (JKM), Jaminan Hari Tua (JHT), dan Jaminan Pensiun (JP).
"Ke depan, kami berharap perlindungan dapat menjangkau seluruh ekosistem kampus, mulai dari mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, tenaga pendukung, hingga peserta kegiatan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat. Kampus tidak hanya menjadi pusat keunggulan akademik, tetapi juga menjadi lingkungan yang aman, produktif, dan terlindungi," tambah Harjono.
Harjono menegaskan bahwa perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi mahasiswa bukan sekadar aspek administratif, melainkan kebutuhan nyata mengingat mahasiswa juga menghadapi berbagai risiko selama menjalani magang, penelitian, maupun kegiatan pengabdian kepada masyarakat.
Ia kemudian menceritakan dua peristiwa yang menimpa pelajar dan mahasiswa saat menjalankan aktivitas di lapangan sebagai pengingat bahwa risiko kerja dapat terjadi kepada siapa saja.
"Beberapa waktu lalu ada sebuah peristiwa yang menimpa seorang siswa SMK di Ngabang di Kalimantan Barat dan dan dua mahasiswa UGM yang mengalami kecelakaan kerja dan meninggal dunia saat sedang menjalankan magang maupun kegiatan akademik di lapangan. Hal ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa risiko kerja dapat terjadi kepada siapa saja. Kehadiran BPJS Ketenagakerjaan adalah memastikan negara hadir memberikan perlindungan ketika risiko itu terjadi," tegas Harjono.
“Santunan memang tidak akan pernah menggantikan kehilangan orang yang dicintai, tetapi setidaknya dapat meringankan beban keluarga yang ditinggalkan. Karena itu, kami mengajak seluruh perguruan tinggi dan dunia usaha untuk memastikan setiap mahasiswa yang menjalankan aktivitas kerja lapangan terlindungi oleh program Jaminan Sosial Ketenagakerjaan,"imbuhnya.
Sementara itu, Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Asep Saepudin Jahar, menyambut baik penandatanganan nota kesepahaman sebagai langkah memperkuat kolaborasi antara perguruan tinggi dengan BPJS Ketenagakerjaan dan BPJS Kesehatan. Baginya, kemitraan ini tidak hanya mencakup perlindungan bagi dosen dan tenaga kependidikan, tetapi juga membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan melibatkan mahasiswa serta seluruh sivitas akademika.
Ia menilai UIN Syarif Hidayatullah Jakarta memiliki potensi kolaborasi yang besar melalui berbagai fakultas dan unit yang dimiliki, mulai dari bidang kesehatan, sains dan teknologi, hingga disiplin ilmu lainnya. Potensi tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya berbagai program bersama yang mendukung pelaksanaan pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat sekaligus memperkuat literasi, tata kelola, dan kualitas pelayanan di bidang jaminan sosial. Berdasarkan pandangannya, kemitraan ini juga diharapkan mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.
Melalui kemitraan dengan UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, BPJS Ketenagakerjaan berharap semakin banyak perguruan tinggi mengambil peran sebagai mitra strategis dalam membangun budaya perlindungan sejak di bangku kuliah. Dengan demikian, lulusan perguruan tinggi tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki pemahaman mengenai pentingnya jaminan sosial ketenagakerjaan sebagai bagian dari ekosistem ketenagakerjaan Indonesia. (rpi)
Load more