Kadin Indonesia Gandeng Singapore Business Federation (SBF), Manfaatkan AI untuk Perluas Pasar Ekspor UMKM
- Kadin Indonesia
Jakarta, tvOnenews.com - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia dan Singapore Business Federation (SBF) menandatangani Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding/MoU) untuk berkolaborasi dalam mendorong perdagangan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) ASEAN melalui digitalisasi, dialog kebijakan, dan inisiatif penguatan kapasitas.
Sebagai bagian dari kerja sama tersebut, Kadin Indonesia dan SBF akan mengembangkan Trade AI Advisor (TAIA), sebuah platform kecerdasan buatan generatif (generative AI) yang dirancang untuk membantu UMKM Indonesia memanfaatkan Perjanjian Perdagangan Bebas (Free Trade Agreement/FTA) dan Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (Comprehensive Economic Partnership Agreement/CEPA), memahami persyaratan ekspor, serta mengidentifikasi peluang pasar internasional.
Penandatanganan MoU dilakukan oleh Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie dan Chairman Singapore Business Federation (SBF) Mark Lee, disaksikan langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto dan Perdana Menteri Singapura Lawrence Wong di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (6/7/2026).
Melalui kerja sama ini, Kadin Indonesia dan SBF akan memperkuat kolaborasi dalam pengembangan ekosistem perdagangan digital, dialog kebijakan, serta program penguatan kapasitas bagi UMKM.
Salah satu fokus utama kerja sama adalah pemanfaatan teknologi digital untuk membantu pelaku UMKM Indonesia memahami aturan dan prosedur perdagangan lintas batas, sekaligus memanfaatkan peluang ekspor di kawasan ASEAN maupun pasar global.
Ketua Umum Kadin Indonesia Anindya Novyan Bakrie mengatakan pemanfaatan teknologi, khususnya kecerdasan buatan (AI), menjadi langkah penting untuk meningkatkan daya saing dan memperluas pasar ekspor UMKM Indonesia.
Anindya atau Anin sapaan akrabnya menyebut, ekspor Indonesia ke Singapura berasal dari komoditas nonbatu bara, minyak sawit, dan besi, sementara sisanya didominasi oleh produk-produk yang dihasilkan pelaku UMKM.
"Nah, di sana kita membutuhkan teknologi dengan artificial intelligence untuk melihat potensi pasar mana yang mesti ditembus. Menggunakan free trade agreement yang ada, comprehensive economic partnership yang ada, supaya mereka semua itu bisa naik kelas," ujar Anin.
Ditambahkan Anin, Kadin Indonesia terus mendorong kampanye We Buy From Indonesia sebagai upaya memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok global. Menurut Anin, banyak komponen dari produk-produk perusahaan dunia seperti Boeing, Tesla, dan Dettol yang telah diproduksi di Indonesia.
"Bagaimana kerja sama ini bisa menggunakan teknologi untuk mengakselerasi ekspor di bidang-bidang tertentu. Inilah gunanya bagaimana supaya Indonesia dan Singapura bekerja sama," pungkas Anin.
TAIA merupakan sebuah platform digital berbasis Generative Artificial Intelligence (AI Generatif) yang dikembangkan oleh SBF. Platform ini menyediakan panduan yang mudah dipahami dan dapat diakses sesuai kebutuhan (on-demand) mengenai persyaratan perdagangan lintas batas, strategi memasuki pasar internasional, hingga prosedur regulasi yang perlu dipenuhi oleh pelaku UMKM.
Pada tahap pertama yang dimulai pada 2026, TAIA akan difokuskan untuk mendukung ekspor komoditas perkebunan dan hortikultura Indonesia ke Singapura. Selanjutnya, pada tahap kedua pada 2027, cakupan platform akan diperluas hingga mencakup seluruh jaringan FTA/CEPA yang dimiliki Indonesia, sehingga dapat memberikan manfaat yang lebih luas bagi UMKM nasional dalam memperluas akses ke pasar global.
Dipimpin dari pihak Singapura oleh SBF Centre for the Future of Trade and Investment (CFOTI), Kadin Indonesia dan SBF sepakat untuk bekerja sama dalam sejumlah bidang strategis yang saling menguntungkan, antara lain:
- Menyelenggarakan diskusi meja bundar (roundtable discussions) untuk membahas dan mencari solusi atas berbagai hambatan perdagangan lintas batas serta fasilitasi perdagangan yang dihadapi UMKM Indonesia
- Menyelenggarakan lokakarya pelatihan dan pendampingan guna meningkatkan kesiapan serta kapasitas perdagangan internasional UMKM Indonesia
- Mengadakan sesi berbagi pengetahuan antara pelaku usaha, pakar perdagangan, dan pembuat kebijakan
- Mengembangkan dan mengelola platform konsultasi digital berbasis AI Generatif yang menyediakan panduan perdagangan yang mudah diakses bagi UMKM Indonesia.
Platform tersebut akan melengkapi upaya penguatan kapasitas dan dialog kebijakan dengan menyediakan sarana digital yang dapat diakses secara mandiri (self-service), bersifat terskalakan (scalable) dan mendukung pengambilan keputusan yang lebih tepat dalam proses UMKM ke pasar internasional.
Load more