News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Pertamina Berdayakan Difabel Kampung Rajut, Jadi Inspirasi Green Warrior Bandung

Melalui TJSL Pertamina, Kampung Rajut tidak hanya menjaga tradisi merajut, tetapi juga menjadi ruang lahirnya inovasi pengelolaan limbah yang berkelanjutan.
Kamis, 9 Juli 2026 - 11:44 WIB
Penyandang disabilitas tuna daksa sekaligus perajut kain, Elis Juarsih (47) mengajarkan cara membuat gelang dengan merajut benang kepada anggota Green Warriors.
Sumber :
  • Pertamina

Jakarta, tvOnenews.com - Kampung Rajut Binong Jati telah menjadi salah satu sentra rajut terbesar di Kota Bandung sejak tahun 1970-an. Berawal dari segelintir perajin, kawasan ini terus berkembang dan kini dikenal sebagai pusat kreativitas yang mampu mengolah benang menjadi beragam produk bernilai. 

Seiring waktu, Kampung Rajut tidak hanya menjaga tradisi merajut, tetapi juga menjadi ruang lahirnya inovasi pengelolaan limbah yang berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Melalui dukungan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan (TJSL) Pertamina, semangat tersebut semakin meluas dengan hadirnya pemberdayaan bagi penyandang disabilitas yang tergabung dalam "Komunitas Fable."

Bersama Merajut Asa Kita, para perajin difabel memperoleh akses bahan baku, pendampingan, hingga pemasaran, sehingga mereka dapat berkarya dari rumah sesuai kondisi mobilitas masing-masing.

“Dulu kami kesulitan memasarkan hasil kerajinan. Sekarang kami bisa terus berkarya dan memiliki penghasilan yang lebih tetap. Di sini kami dipandang dari kemampuan, bukan dari keterbatasan,” ujar Koordinator Komunitas Fable, Elis Juwarsi, Kamis (9/7/2026).

Saat ini, sekitar 10 anggota Komunitas Fable, aktif berkarya. Kehadiran program tersebut tidak hanya membantu memenuhi kebutuhan ekonomi mereka, tetapi juga menghadirkan rasa percaya diri dan kesempatan yang selama ini sulit diperoleh di dunia kerja formal.

Local Hero Kampung Rajut Binong Jati, Eka Rahmat Jaya, menjelaskan bahwa keberlanjutan menjadi napas utama kampung ini.

“Limbah rajut dan botol plastik kami olah kembali menjadi bahan baku maupun produk baru. Dengan begitu, warga mendapat tambahan penghasilan sekaligus mengurangi sampah,” katanya.

Kisah inilah yang dipelajari sekitar 15 pelajar SMA dari Kota Bandung yang mengisi liburan mereka sebagai Green Warrior dalam program GreenBus Pertamina. Mereka belajar merajut bersama para perajin, memilah limbah rajut, hingga melihat langsung proses daur ulang sisa benang menjadi produk bernilai.

“Yang paling berkesan buat aku adalah belajar memilah sampah dan melihat bahwa limbah masih bisa dimanfaatkan kembali,” ujar Yasmin Hasari, siswi SMAN 12 Bandung.

Asya dari sekolah yang sama mengaku senang dapat belajar langsung dari para perajin. “Ternyata merajut itu menyenangkan dan banyak sekali pembelajaran baru yang bisa didapat di sini,” katanya.

Sementara itu, Steven dari SMAN 5 Bandung menilai pengalaman merajut mengajarkannya tentang kesabaran dan kepedulian terhadap lingkungan. “Kita bisa mulai dari hal sederhana, seperti memilah sampah sesuai jenisnya,” tuturnya.

Melalui pengalaman tersebut, GreenBus Pertamina tidak hanya menghadirkan pembelajaran tentang lingkungan, tetapi juga menanamkan nilai kesetaraan dan kepedulian sosial kepada generasi muda melalui teladan nyata dari para perajin difabel di Kampung Rajut Binong Jati.

Vice President Corporate Communication Pertamina, Muhammad Baron menambahkan bahwa keberhasilan program Tanggung Jawab Sosial dan Lingkungan tidak hanya diukur dari manfaat ekonomi, tetapi juga dari sejauh mana program tersebut mampu membuka kesempatan yang setara bagi seluruh lapisan masyarakat. 

“Melalui pemberdayaan perajin difabel di Kampung Rajut Binong Jati, kami ingin membuktikan bahwa inklusivitas dan keberlanjutan dapat berjalan beriringan serta menciptakan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat," ujar Baron.

Baron berharap program ini dapat terus berkembang sebagai ekosistem pemberdayaan yang menghubungkan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan. 

“Ketika masyarakat memperoleh kesempatan untuk berkarya dan mandiri, maka di saat yang sama kita juga sedang membangun masa depan yang lebih inklusif dan berkelanjutan," tambah Baron. (rpi)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kapolri Listyo Sigit Prabowo Minta Doa dan Bimbingan Para Ulama untuk Personel Polri

Kapolri Listyo Sigit Prabowo Minta Doa dan Bimbingan Para Ulama untuk Personel Polri

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo minta doa dan bimbingan para ulama bagi seluruh personel Polri yang menjalankan tugas memberikan pelayanan, perlindungan,
Putusan MK Ubah Wajah Industri Asuransi di Indonesia

Putusan MK Ubah Wajah Industri Asuransi di Indonesia

Kedua putusan tersebut menyentuh dua aspek fundamental dalam hubungan antara perusahaan asuransi dan pemegang polis
Ni Wayan Malana Sukses Amankan Satu Tempat di Babak Final Skateboard Nomor Street Putri Asian Games 2026

Ni Wayan Malana Sukses Amankan Satu Tempat di Babak Final Skateboard Nomor Street Putri Asian Games 2026

Skateboarder muda Indonesia, Ni Wayan malana sukses mengunci satu tempat di babak final nomor Street Putri Asian Games 2026.
Kalapas hingga Kasi Keamanan Lapas Cibinong Dicopot Buntut Temuan Fasilitas Mewah, Bakal Diperiksa

Kalapas hingga Kasi Keamanan Lapas Cibinong Dicopot Buntut Temuan Fasilitas Mewah, Bakal Diperiksa

Inspektur Jenderal Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan, Rudi Setiawan mengatakan, pejabat yang dinonaktifkan merupakan yang bertanggung jawab dalam lapas.
Kapolri Ajak Jaga Persatuan: Perbedaan Jangan Jadi Jarak Keberagaman Kekuatan Indonesia Tantangan Global Kompleks

Kapolri Ajak Jaga Persatuan: Perbedaan Jangan Jadi Jarak Keberagaman Kekuatan Indonesia Tantangan Global Kompleks

Persatuan bukan hanya fondasi kehidupan berbangsa, tetapi juga modal penting agar pembangunan dapat terus berjalan. Di tengah berbagai tantangan global, Kapolri
FIFA Buka Peluang FIFA ASEAN Cup Digelar Lagi 4 Tahun Mendatang, Begini Syaratnya

FIFA Buka Peluang FIFA ASEAN Cup Digelar Lagi 4 Tahun Mendatang, Begini Syaratnya

FIFA membuka peluang FIFA ASEAN Cup kembali digelar empat tahun lagi, tetapi masa depan turnamen masih menunggu pembahasan soal kalender bersama AFC.

Trending

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Susana Florika Angkat Bicara Soal Namanya Dicatut dalam Undangan Pelantikan PP PMKRI

Sikap ini bukan ditujukan untuk memperpanjang perbedaan, apalagi mengambil posisi untuk salah satu pihak. Justru sebaliknya,
Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Top 3 Voli: Media Korea Soroti Perubahan Megawati Hangestri, Veteran Hyundai Hillstate Ungkap Harapan, hingga Zhong Hui Tinggalkan China

Redaksi tvOnenews.com memilih tiga artikel terpopuler yang paling banyak dibaca seputar olahraga voli dan Megawati Hangestri. Berikut rangkuman artikelnya.
Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Lepas Kepergian Guruh Soekarnoputra Erick Thohir Kirim Doa Tulus: Selalu Jadi Bagian dari Perjalanan Bangsa

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dan Ketua Umum PSSI, Erick Thohir, turut menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas wafatnya Guruh Soekarnoputra.
Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Tanpa Ditutup-tutupi, Megawati Hangestri dengan Jujur Ungkap Kesan Pertamanya soal Pelatih Hyundai Hillstate

Megawati Hangestri akan membuka lembaran baru bersama Hyundai Hillstate pada gelaran Liga Voli Korea 2026/2027.
Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Perjalanan Kasus Indra Kenz Divonis 10 Tahun Penjara di Lapas Cibinong Imbas Kasus Penipuan Binomo hingga Bebas Bersyarat

Berikut jejak kasus Indra Kesuma alias Indra Kenz, mulai dari dilaporkan 8 korban ke polisi atas kasus investasi bodong aplikasi Binomo hingga bebas bersyarat.
Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Fakta-fakta Kondisi Guruh Soekarnoputra Sebelum Dikabarkan Meninggal Dunia

Media sosial dan pemberitaan diramaikan dengan kabar meninggal dunianya tokoh publik, Guruh Soekarnoputra. Berikut fakta-fakta kondisi almarhum sebelum wafat
Video Viral Momen Tiga Kakak Beradik Panik Berteriak Melawan Maut dari Dalam Rumah saat Diterjang Banjir Bandang Solok

Video Viral Momen Tiga Kakak Beradik Panik Berteriak Melawan Maut dari Dalam Rumah saat Diterjang Banjir Bandang Solok

Video peristiwa tradis dialami tiga kakak beradik saat panik berteriak ketika rumah diterjang banjir bandang di Solok, Sumatera Barat, viral di media sosial.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT