News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

7 Perusahaan Himpun Dana Rp2,16 Triliun dari IPO, BEI Ungkap Masih Ada 4 Emiten yang Masuk Antrean

BEI mencatat tujuh perusahaan telah IPO hingga 10 Juli 2026 dengan dana Rp2,16 triliun. Empat calon emiten masih antre, sementara rights issue dan EBUS terus bertambah.
Minggu, 12 Juli 2026 - 16:28 WIB
Ilustrasi - Bursa Efek Indonesia (BEI).
Sumber :
  • tvOnenews.com/Rilo Pambudi

Jakarta, tvOnenews.com - PT Bursa Efek Indonesia (BEI) mencatat sebanyak tujuh perusahaan telah resmi melaksanakan penawaran umum perdana saham atau Initial Public Offering (IPO) hingga 10 Juli 2026. 

Direktur Penilaian Perusahaan BEI Saidu Solihin menyampaikan dana yang berhasil dihimpun dari tujuh IPO tersebut mencapai Rp2,16 triliun.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini, nasih ada empat perusahaan lagi yang tengah bersiap untuk mencatatkan sahamnya di pasar modal Indonesia.

"Sampai 10 Juli 2026, telah tercatat tujuh perusahaan yang mencatatkan saham di BEI dengan dana dihimpun Rp2,16 triliun. Hingga saat ini, terdapat empat perusahaan dalam pipeline pencatatan saham BEI,” ujar Saidu di Jakarta, dikutip Minggu (12/7/2026).

BEI membeberkan bahwa dari empat calon emiten yang akan IPO tersebut, dua perusahaan merupakan kategori aset skala besar dengan nilai di atas Rp250 miliar.

Sementara dua perusahaan lainnya masuk dalam kategori aset skala kecil dengan total aset di bawah Rp50 miliar.

Pengelompokan skala aset tersebut mengacu pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 53/POJK.04/2017.

Dari sisi sektor usaha, dua perusahaan yang masuk antrean IPO berasal dari sektor kesehatan. Adapun masing-masing satu perusahaan bergerak di sektor barang konsumen primer dan sektor barang baku.

Hingga 10 Juli 2026, jumlah perusahaan yang telah tercatat di BEI telah mencapai 963 emiten. BEI menargetkan jumlah perusahaan tercatat meningkat menjadi 1.100 emiten pada 2030.

Selain IPO, aktivitas penghimpunan dana melalui Efek Bersifat Utang dan Sukuk (EBUS) juga menunjukkan perkembangan positif.

Per 10 Juli 2026, telah diterbitkan 109 emisi dari 59 penerbit dengan total dana yang berhasil dihimpun sebesar Rp100,12 triliun.

Saidu menambahkan, masih terdapat 12 emisi dari 11 penerbit yang saat ini berada dalam pipeline penerbitan EBUS. Para calon penerbit tersebut berasal dari berbagai sektor industri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, aksi Hak Memesan Efek Terlebih Dahulu (HMETD) atau rights issue juga terus berlangsung. Hingga 10 Juli 2026, sebanyak empat perusahaan telah menyelesaikan rights issue dengan total nilai mencapai Rp3,89 triliun.

Untuk pipeline rights issue, BEI mencatat masih ada satu perusahaan yang berencana melaksanakan aksi korporasi tersebut. Perusahaan itu berasal dari sektor properti. (ant/rpi)

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gebrakan Rusia dan Ukraina: Lakukan Langkah Tak Terduga setelah Aplikasi Peringatan Darurat Kena Serangan Siber

Gebrakan Rusia dan Ukraina: Lakukan Langkah Tak Terduga setelah Aplikasi Peringatan Darurat Kena Serangan Siber

Rusia dan Ukraina sama-sama melaporkan adanya serangan siber menyasar aplikasi seluler peringatan darurat milik masing-masing negara pada Senin (2/11/2026).
Hafalkan Doa Rasulullah Ini Kata Ustaz Khalid Basalamah untuk Memohon Pertolongan Allah saat Kesulitan

Hafalkan Doa Rasulullah Ini Kata Ustaz Khalid Basalamah untuk Memohon Pertolongan Allah saat Kesulitan

Hafalkan doa Rasulullah ini kata Ustaz Khalid Basalamah, doa untuk memohon pertolongan Allah saat menghadapi kesulitan.
Jangan Sampai Ketinggalan Kereta, Berikut Jadwal KRL Rute Bogor-Jakarta Kota Hari Ini 3 November 2026

Jangan Sampai Ketinggalan Kereta, Berikut Jadwal KRL Rute Bogor-Jakarta Kota Hari Ini 3 November 2026

Pengguna KRL Red Line bisa mengecek jadwal KRL hari ini 3 November 2026 rute Bogor-Jakarta Kota agar tidak ketinggalan kereta. Melansir C-Access, berikut adalah jadwal KRL rute Bogor-Jakarta Kota hari ini.
Ibu Hamil Bisa Dapat Bansos PKH Rp3 Juta, Ini Syarat dan Cara Cek Penerimanya

Ibu Hamil Bisa Dapat Bansos PKH Rp3 Juta, Ini Syarat dan Cara Cek Penerimanya

Ibu hamil berpeluang menerima bansos PKH Rp750 ribu per tahap. Simak syarat, nominal bantuan, dan cara cek penerima menggunakan NIK KTP.
Kronologi hingga Daftar Lengkap 12 Korban Meninggal dan Selamat Kecelakaan Maut Bekasi

Kronologi hingga Daftar Lengkap 12 Korban Meninggal dan Selamat Kecelakaan Maut Bekasi

Total korban dalam kecelakaan tersebut berjumlah 12 orang. Enam di antaranya meninggal dunia, sementara lainnya mengalami luka-luka. Berikut data lengkapnya.
Anak Sudah Pakai Sunscreen tapi Kulit Tetap Kusam? Ini Penjelasan Dokter

Anak Sudah Pakai Sunscreen tapi Kulit Tetap Kusam? Ini Penjelasan Dokter

Anak sudah rajin memakai sunscreen tetapi kulit wajahnya tetap kusam? Simak penjelasan spesialis anak tentang pentingnya membersihkan wajah anak dengan tepat.

Trending

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Herri Pras Lapor Polisi setelah Dirinya Viral Digeruduk oleh Sekelompok OTK

Konten kreator Herri Pras melaporkan peristiwa dirinya digeruduk hingga diduga mendapat aksi provokasi oleh sekelompok orang tidak dikenal (OTK) ke polisi.
Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Siapa Yudi Cahyadi? Petarung MMA yang Diduga Terlibat dalam Aksi Intimidasi terhadap Herri Pras

Nama Yudi Cahyadi mendadak jadi perbincangan setelah atlet MMA itu diduga terlibat dalam aksi intimidasi serta kekerasan terhadap konten kreator Herri Pras.
Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Mengenal AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo Baru yang Gantikan AKBP ADS

Berikut profil hingga jejak karier AKBP Indra Maulana Saputra, Kapolres Sukoharjo yang baru menggantikan AKBP ADS akibat polemik penggeledahan pondok pesantren.
Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

Profil AKBP Andika Dharma Sena: Belum Genap Sebulan Menjabat, Kapolres Sukoharjo Dicopot dari Jabatannya

AKBP Andika Dharma Sena resmi dinonaktifkan dari jabatannya sebagai Kapolres Sukoharjo. Penonaktifan tersebut merupakan buntut kasus penggeledahan ponpes putri
Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Postingan Terbaru Herri Pras Usai Rumahnya Didatangi Sekelompok OTK: Kutip Hadis Nabi

Setelah mendapat intimidasi dari OTK, Herri Pras mengutip hadis Bukhari Muslim soal definisi orang kuat yang mampu menahan amarahnya, bukan yang jago bertarung.
Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Sakitnya Jadi Istri Sah, Dwi Bagus Baru Jujur Punya Istri Siri setelah Mutilasi Dini dan Anak di Madiun

Martha Amalia Iflahah (34), istri sah Dwi Bagus Martono (40) mengungkap suaminya baru mengakui mempunyai istri siri, Dini Hardiyanti (30) pada 10 Oktober 2026.
Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Mengenal AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang Dicopot Imbas Penggeledahan Pesantren Hamalatul Quran

Berikut profil hingga rekam jejak kasus ditangani AKBP Andika Dharma Sena, Kapolres Sukoharjo yang dicopot karena polemik penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT