Di Tengah Geopolitik Panas, Pengamat Sebut Emas Diprediksi Tetap Jadi Primadona Investor
- Antara Foto
Di saat yang sama, ketegangan juga meningkat akibat blokade Laut Merah oleh Houthi Yaman serta terbatasnya aktivitas pelayaran di Selat Hormuz yang merupakan jalur strategis perdagangan minyak dunia.
Di kawasan Eropa Timur, konflik Rusia-Ukraina juga terus memanas setelah terjadi saling serang yang memperburuk situasi keamanan regional.
Selain faktor geopolitik, pasar juga mencermati arah kebijakan Federal Reserve. Meski inflasi AS sempat melandai pada Juni, Ibrahim menilai kenaikan harga minyak berpotensi kembali mendorong inflasi sehingga membuka peluang bank sentral AS mempertimbangkan kenaikan suku bunga.
Di tengah berbagai ketidakpastian tersebut, permintaan emas global tetap menunjukkan ketahanan.
Ibrahim mengutip data World Gold Council (WGC) yang mencatat permintaan emas dunia pada kuartal II atau semester I 2026 relatif stabil dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Kemudian dari segi supply dan demand. Kita melihat bahwa WGC, ya ini mencatat bahwa permintaan emas secara global di kuartal kedua, ya atau di semester pertama relatif tidak berubah, dibandingkan dengan tahun sebelumnya, yaitu sebesar 1.269 ton. Kalau secara kumulatif bahwa permintaan emas sepanjang semester pertama ini meningkat 2 persen secara tahunan sekitar 2.522 ton dengan nilai transaksi mencapai di US$380 miliar,” jelasnya.
Menurut Ibrahim, kondisi tersebut menunjukkan bank-bank sentral global mulai mengalihkan sebagian portofolio cadangan devisanya dari dolar AS ke emas sebagai langkah diversifikasi investasi.
“Artinya apa? Bahwa dalam kondisi harga minyak mentah, harga minyak mentah naik, kemudian harga emas dunia mengalami penurunan. Ini dimanfaatkan oleh Bank Sentral Global untuk melakukan diversifikasi investasinya, ya dari menggunakan dolar dengan menggunakan apa? Logam mulia. Dan kita lihat bahwa di semester kedua kemungkinan besar tensi geopolitik semakin tinggi, ya Bank Sentral Global pun juga akan kembali melakukan pembelian terhadap logam mulia,” pungkasnya. (agr/nsi)
Load more