Dampingi UMKM Mitra Binaan, Komisaris Independen Pertamina Patra Niaga Terpikat Sentuhan Cerita di Balik setiap Karya
- Dok. Pertamina
Jakarta, tvOnenews.com – Keriuhan Indonesia Fashion Week (IFW) 2026 menyimpan beragam menarik tentang perjuangan dan ketangguhan para pelaku UMKM.
Tak sekadar pameran busana dan kerajinan tangan, beberapa karya yang ditampilkan merupakan hasil buah tangan kelompok rentan, seperti penyandang disabilitas.
Salah satunya adalah produk busana yang terpajang di gerai UMKM Narita Shibori di booth Pertamina Patra Niaga. UMKM ini tidak hanya memproduksi barang-barang bernilai ekonomis, tetapi juga menjadi ruang inklusi bagi mereka yang terpinggirkan.
Dalam menghasilkan produknya, Narita Shibori merangkul anak-anak berkebutuhan khusus dari Rumah Hasanah Bandung dan SLB Negeri 4 Jakarta. Hal ini menjadikan produk Narita Shibori tak hanya menarik secara estetika, tetapi juga menyimpan nilai-nilai sosial.
Cerita lain ada di gerai UMKM Dara Baro yang juga salah satu mitra binaan Pertamina Patra Niaga. UMKM asal Aceh ini bergerak di bidang fashion berkelanjutan yang memanfaatkan limbah kain wastra Nusantara, seperti jumputan, tenun, dan batik, untuk menghasilkan busana bernilai tinggi dengan teknik boro asal Jepang.
Boro sendiri adalah teknik produksi dengan menjahit dan menambal ulang (upcycling) kain bekas menjadi busana baru. Ini artinya produk UMKM Dara Baro tak hanya indah, tetapi juga ramah lingkungan.
Sentuhan kemanusiaan dan nilai keberlanjutan inilah yang mencuri perhatian Komisaris Independen Pertamina Patra Niaga, Siti Zahra Aghnia, ketika berkunjung ke booth perusahaan energi ini pada Minggu lalu. Dalam kesempatan itu, ia menyoroti bagaimana setiap produk yang dihasilkan menyimpan cerita pemberdayaan yang sangat kuat dan menyentuh.
"Produk-produk ini memiliki nilai yang sangat luar biasa karena mampu memberdayakan kelompok-kelompok hebat di masyarakat. Ada karya dari saudara-saudara kita penyandang disabilitas, yang tak hanya menarik untuk digunakan sehari-hari, tetapi juga membuktikan bahwa penyandang disabilitas mampu menghasilkan karya berkualitas tinggi. Ini adalah bukti nyata bagaimana sebuah produk bisa memberi manfaat dan melanjutkan penghidupan banyak orang," ujar Siti Zahra, dikutip Kamis (6/8/2026).
Dalam kesempatan itu, ia juga meminta agar Pertamina Patra Niaga terus memperluas program pendampingan dan pembinaan UMKM, agar lebih banyak lagi pihak yang merasakan manfaatnya, terutama di sekitar daerah operasional perusahaan.
Load more