Rupiah Melemah ke Rp17.847 per Dolar AS Meski BI Tetap Intervensi Pasar NDF Jelang Pengumuman BI Rate
- tvOnenews.com/Wildan M.
Jakarta, tvOnenews.com - Rupiah melemah ke Rp17.847 per dolar Amerika Serikat (AS) meski BI tetap intervensi pasar NDF menjelang pengumuman BI Rate.
Berdasarkan data Jisdor BI, kurs rupiah berada di level Rp17.836 pada Jumat, 14 Agustus 2026.
Posisi rupiah menguat 46 poin dari kurs sebelumnya di level Rp17.882 per dolar AS pada perdagangan Kamis, 13 Agustus 2026.
Pada Selasa, 18 Agustus 2026 hingga pukul 09.00 WIB rupiah ditransaksikan di Rp17.847 per dolar AS.
Posisi rupiah melemah 49 poin atau 0,28 persen dari posisi sebelumnya di level Rp17.798 per dolar AS.
Dalam riset hariannya, Pengamat Ekonomi dan Pasar Uang Ibrahim Assuaibi mengatakan BI tetap masuk dan terus melakukan intervensi di pasar Internasional (NDF) pada libur HUT ke-81 RI untuk menstabilkan mata uang rupiah.
Dari sektor perekonomian, kata dia, Indonesia memiliki fundamental yang sangat baik. Pemerintah memberikan masukan terhadap Presiden RI Prabowo Subianto untuk menjaga kestabilan ekonomi.
Meskipun fundamental ekonomi Indonesia sudah bagus diharapkan agar semua pihak mampu memelihara kekompakan, persatuan, dan kesatuan.
Apalagi tantangan bangsa Indonesia sangat besar khususnya di era digitalisasi dan AI.
Ibrahim mengatakan, dalam minggu ini, perhatian pasar berada pada pengumuman suku bunga BI pada Rabu, 19 Agustus 2026.
Keputusan tersebut datang di tengah kebutuhan menjaga kinerja rupiah sekaligus memastikan kebijakan moneter tidak semakin menekan momentum pertumbuhan domestik.
Para ekonom memperkirakan BI akan kembali mempertahankan suku bunga di level 5,75 persen.
Ini akan menjadi keputusan kebijakan moneter perdana BI di bawah kepemimpinan Destry Damayanti sebagai Gubernur BI.
"Mata uang rupiah fluktuatif, namun ditutup menguat di rentang Rp17.750-Rp17.800," terangnya.
Sebagai informasi, pasar terus memantau aktivitas pelayaran melalui Selat Hormuz yang juga semakin melambat menyusul serangan Iran terhadap kapal-kapal tanker di kawasan tersebut.
Sementara itu, AS tetap mempertahankan blokade lautnya terhadap Teheran.
Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araqchi menegaskan kembali sikap Teheran bahwa mereka tidak sedang melakukan pembicaraan langsung dengan AS di saat Washington mengancam akan menerapkan langkah-langkah ekonomi tambahan terhadap Iran.
Load more