Bayan Resources Bantah Isu Haji Isam Bakal Ambil Alih 62,2 Persen Saham BYAN
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - PT Bayan Resources Tbk (BYAN) buka suara terkait rumor rencana pengambilalihan saham perseroan oleh Jhonlin Group milik pengusaha Andi Syamsuddin Arsyad atau Haji Isam.
Manajemen Bayan Resources menegaskan tidak mengetahui adanya rencana transaksi pengambilalihan sekitar 62,2 persen saham BYAN oleh Haji Isam maupun pihak yang terafiliasi dengannya.
Klarifikasi tersebut disampaikan Corporate Secretary Bayan Resources, Jenny Quantero, pada Rabu (19/8/2026), sebagaimana dilansir dari Investor Daily. Pernyataan ini muncul di tengah kabar mengenai rencana akuisisi saham perusahaan batu bara yang dimiliki Low Tuck Kwong tersebut.
Manajemen BYAN Tegaskan Tak Tahu Rencana Akuisisi
Jenny menegaskan bahwa informasi mengenai rencana pengambilalihan atau akuisisi saham BYAN yang beredar di publik bukan merupakan transaksi yang diketahui oleh perseroan.
"Saat ini, perseroan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan dan/atau akuisisi saham BYAN sebagaimana dimaksud dalam informasi yang beredar tersebut," jelas Jenny.
Dengan pernyataan tersebut, Bayan Resources membantah kabar yang menyebut adanya rencana pengambilalihan sekitar 62,2 persen saham perseroan oleh Haji Isam atau pihak yang memiliki hubungan afiliasi dengannya.
Meski demikian, Jenny menyampaikan bahwa pemegang saham pengendali Bayan Resources tetap terbuka terhadap berbagai peluang yang dapat dilakukan untuk mengoptimalkan nilai investasi mereka.
Sikap terbuka tersebut tidak serta-merta menjadi konfirmasi adanya rencana akuisisi BYAN. Manajemen tetap menyatakan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan saham sebagaimana informasi yang beredar di masyarakat.
Rumor Bermula dari Pergerakan Saham Emiten Terkait
Rumor mengenai kemungkinan pengambilalihan saham BYAN oleh Haji Isam muncul bersamaan dengan pergerakan agresif sejumlah saham yang dikaitkan dengan ekosistem bisnis pengusaha tersebut.
Beberapa saham yang menjadi perhatian pasar di antaranya PT Jhonlin Agro Raya Tbk (JARR), PT Dana Brata Luhur Tbk (TEBE), PT Pradiksi Gunatama Tbk (PGUN), dan PT Fast Food Indonesia Tbk (FAST).
Kenaikan sejumlah saham tersebut kemudian turut menjadi perhatian pelaku pasar di tengah beredarnya spekulasi mengenai kemungkinan transaksi terhadap saham Bayan Resources.
Pengamat pasar modal Hendra Wardana menilai penguatan saham-saham tersebut menunjukkan tingginya perhatian pasar. Namun, investor tetap diminta mencermati kondisi fundamental, valuasi, serta analisis teknikal sebelum mengambil keputusan investasi.
JARR Berpotensi Menguat hingga Rp3.200
Hendra menyoroti pergerakan saham JARR dengan area teknikal penting di level Rp2.700. Menurutnya, saham tersebut berpotensi melanjutkan penguatan menuju Rp3.000-Rp3.200 apabila mampu menembus level tersebut dan didukung volume transaksi yang kuat.
Sebaliknya, apabila momentum penguatan melemah, saham JARR berpotensi turun menuju area penyangga Rp2.300-Rp2.400.
Pergerakan tersebut menjadi salah satu hal yang perlu diperhatikan investor ketika mencermati saham-saham yang dikaitkan dengan ekosistem bisnis Haji Isam.
PGUN, TEBE, dan FAST Punya Level Teknis Penting
Selain JARR, Hendra juga memberikan perhatian terhadap sejumlah saham lainnya yang ikut menjadi sorotan di tengah rumor mengenai BYAN.
Pada saham PGUN, target momentum terdekat berada di kisaran Rp9.500-Rp10.000. Sementara itu, area penyangga apabila terjadi koreksi harga berada di level Rp8.500-Rp8.800.
Untuk saham TEBE, level Rp1.800 menjadi batas atas penting yang perlu diperhatikan. Jika mampu ditembus dengan dukungan volume perdagangan tinggi, saham tersebut berpotensi bergerak menuju kisaran Rp2.000-Rp2.200.
Sementara itu, saham FAST menghadapi area resistance penting di level Rp580. Jika berhasil melewati level tersebut, saham FAST berpotensi bergerak menuju kisaran Rp650-Rp700.
Namun, apabila level resistance tersebut gagal ditembus, saham FAST berisiko memasuki fase konsolidasi dan menghadapi aksi ambil untung.
Pergerakan saham-saham tersebut menjadi perhatian pasar bersamaan dengan rumor akuisisi BYAN. Meski demikian, manajemen Bayan Resources secara tegas menyatakan tidak mengetahui adanya rencana pengambilalihan atau akuisisi sekitar 62,2 persen saham BYAN sebagaimana informasi yang beredar.
Load more