News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Rupiah Ditutup Menguat Rp17.748, Tapi Kuota BBM Subsidi Dipangkas 58,5 Persen

Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, rupiah pada perdagangan sore ini ditutup menguat 92 poin ke level Rp17.748 per dolar AS
Kamis, 20 Agustus 2026 - 16:56 WIB
Ilustrasi rupiah.
Sumber :
  • Antara

Jakarta, tvOnenews.com — Nilai tukar rupiah menguat tajam pada perdagangan Kamis (20/8/2026), tetapi penguatan mata uang rupiah dibayangi tantangan dari rencana pemerintah memangkas kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi secara signifikan pada 2027.

Pengamat Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi mengatakan, rupiah pada perdagangan sore ini ditutup menguat 92 poin ke level Rp17.748 per dolar AS. Sebelumnya, rupiah sempat menguat 95 poin, dari posisi penutupan perdagangan sebelumnya di level Rp17.840.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Pada perdagangan sore ini, mata uang rupiah ditutup menguat 92 poin sebelumnya sempat menguat 95 poin di level Rp17.748 dari penutupan sebelumnya di level Rp17.840,” kata Ibrahim saat dihubungi tvOnenews.com, Kamis (20/8/2026).

Untuk perdagangan Jumat (21/8/2026), Ibrahim memperkirakan pergerakan rupiah masih fluktuatif. Namun, mata uang Garuda diproyeksikan tetap mampu ditutup menguat dalam rentang Rp17.700-Rp17.750 per dolar AS.

“Sedangkan untuk perdagangan besok, mata uang rupiah fluktuatif namun ditutup menguat direntang Rp17.700-Rp17.750,” ujarnya.

Menurut Ibrahim, salah satu sentimen positif yang direspons pasar adalah rencana pemerintah melakukan pengendalian subsidi BBM melalui pemangkasan kuota secara signifikan pada 2027.

“Pasar merespon positif terhadap pemerintah yang berencana memangkas kuota BBM bersubsidi secara signifikan pada 2027,” kata Ibrahim.

Rencana tersebut diperkirakan menjadi bagian dari strategi pemerintah untuk mengendalikan belanja subsidi. Namun, di sisi lain, kebijakan tersebut berpotensi memberikan tekanan langsung kepada masyarakat, terutama pengguna BBM bersubsidi jenis Pertalite.

“Pengurangan subsidi BBM tersebut merupakan bagian dari langkah pemerintah untuk melakukan pengendalian subsidi. Langkah tersebut menjadi salah satu dasar pemerintah dalam menentukan penurunan subsidi BBM tertentu pada 2027,” jelasnya.

Pemangkasan kuota hingga 58,5 persen menjadi perhatian karena dapat memperketat akses masyarakat terhadap BBM subsidi. Kondisi tersebut berpotensi mendorong sebagian pengguna untuk beralih ke BBM nonsubsidi yang memiliki harga lebih tinggi.

“Dengan pemangkasan kuota hingga 58,5 persen, masyarakat yang selama ini mengandalkan BBM bersubsidi berpotensi menghadapi pengetatan akses terhadap BBM subsidi,” ujar Ibrahim.

Tekanan tersebut semakin relevan karena pemerintah menggunakan asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) sebesar US$75 per barel dalam penyusunan kebijakan 2027. Angka tersebut berada di bawah harga minyak saat ini yang disebut Ibrahim berada di kisaran US$83 per barel.

“Di sisi lain, pemerintah menggunakan asumsi harga minyak mentah Indonesia atau Indonesia Crude Price (ICP) sebesar US$75 per barel pada 2027. Angka tersebut masih berada di bawah harga minyak saat ini yang berada di kisaran US$83 per barel, Rupiah di angka Rp17.500,” katanya.

Menurut Ibrahim, selisih asumsi harga minyak dengan kondisi pasar perlu menjadi perhatian pemerintah. Sebab, perubahan harga minyak dunia dapat berpengaruh terhadap tekanan subsidi sekaligus biaya energi di dalam negeri.

“Kondisi tersebut perlu menjadi perhatian pemerintah, mengingat BBM bersubsidi berkaitan langsung dengan biaya transportasi dan mobilitas masyarakat,” tegasnya.

Pengguna Pertalite yang banyak mengandalkan kendaraan untuk aktivitas sehari-hari menjadi kelompok yang paling berpotensi merasakan dampak kebijakan tersebut. Pembatasan kuota yang besar dapat meningkatkan pengeluaran rumah tangga apabila masyarakat harus membeli BBM nonsubsidi.

“Terlebih, pengguna Pertalite didominasi masyarakat yang menggunakan kendaraan untuk aktivitas sehari-hari. Pembatasan kuota yang cukup besar berpotensi meningkatkan beban pengeluaran apabila masyarakat harus beralih ke BBM nonsubsidi,” ujarnya.

Karena itu, Ibrahim menilai pemerintah perlu menghitung secara cermat dampak pengendalian subsidi terhadap daya beli. Kebijakan efisiensi anggaran jangan sampai justru menimbulkan tekanan baru terhadap konsumsi masyarakat, khususnya kelompok menengah bawah.

“Karena itu, kebijakan pengendalian subsidi BBM perlu mempertimbangkan dampaknya terhadap daya beli masyarakat, khususnya kelompok menengah bawah yang paling sensitif terhadap kenaikan biaya transportasi,” kata Ibrahim.

Di tengah sentimen domestik tersebut, pelaku pasar juga masih bersikap hati-hati menjelang rilis data transaksi berjalan kuartal II 2026. Data tersebut dinilai penting untuk melihat seberapa kuat fundamental eksternal Indonesia setelah defisit transaksi berjalan pada kuartal sebelumnya melebar.

“Selain itu, sikap hati-hati masih para investor terus membayangi pasar menjelang rilis data transaksi berjalan kuartal kedua yang dijadwalkan pekan ini, mengingat defisit pada kuartal pertama sempat melebar ke tingkat terbesar sejak 2019 akibat kinerja perdagangan yang melemah akibat gejolak geopolitik di timur tengah yang menyebabkan harga Minyak mentah dunia terus menguat,” pungkasnya. (agr/nba)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Mendadak Sambangi Bareskrim Polri, Rebecca Klopper dapat Banyak Dukungan dari Sahabat

Mendadak Sambangi Bareskrim Polri, Rebecca Klopper dapat Banyak Dukungan dari Sahabat

Rebecca Klopper mengunggah foto screenshot dari pesan teks WhatsApp yang berisi dukungan para sahabat seusai dirinya datangi Bareskrim Polri bersama kuasa hukum
Targetkan 2 Pemain Keturunan, John Herdman Ungkap Kriteria Calon Naturalisasi Baru untuk Timnas Indonesia: Minimal Lari 36 Km/jam

Targetkan 2 Pemain Keturunan, John Herdman Ungkap Kriteria Calon Naturalisasi Baru untuk Timnas Indonesia: Minimal Lari 36 Km/jam

John Herdman memastikan telah menargetkan dua pemain keturunan untuk bergabung dengan Timnas Indonesia jelang Piala Asia 2026. 
KAI Services Regional 6 Yogyakarta Gelar Walk Interview untuk Posisi Pramugara dan Pramugari Kereta Api

KAI Services Regional 6 Yogyakarta Gelar Walk Interview untuk Posisi Pramugara dan Pramugari Kereta Api

KAI Services Regional 6 Yogyakarta menggelar kegiatan Walk Interview untuk  posisi Pramugara dan Pramugari Kereta Api pada Kamis (8/10) di Kantor KAI Services Regional 6 Yogyakarta. 
Joey Pelupessy Jadi Sorotan Media Belanda usai Bantu Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Joey Pelupessy Jadi Sorotan Media Belanda usai Bantu Timnas Indonesia Juara FIFA ASEAN Cup 2026

Gelandang Timnas Indonesia, Joey Pelupessy, sedang menjadi sorotan di media Belanda. Hal ini beriringan dengan keberhasilan skuad Garuda menjuarai FIFA ASEAN Cup 2026.
Baru Satu Hari Pimpin Red Sparks, Kwon Sun-chan Akui Grogi Pimpin Vanja Bukilic Cs 

Baru Satu Hari Pimpin Red Sparks, Kwon Sun-chan Akui Grogi Pimpin Vanja Bukilic Cs 

Kwon Sun-chan mengisi kekosongan setelah pelatih lama Red Sparks, Ko Hee-jin memilih untuk mundur dari klub setelah kontroversi skandal pelecehan seksual staf kepelatihan tim. 
Viral Kabar Dugaan Perundungan di Pemalang, Gubernur Jawa Tengah: Perlu Ada Piket sampai Anak Pulang

Viral Kabar Dugaan Perundungan di Pemalang, Gubernur Jawa Tengah: Perlu Ada Piket sampai Anak Pulang

Media sosial dihebohkan dengan kasus dugaan perundungan di Pemalang. Kasusnya menuai perhatian warganet hingga Gubernur Jawa Tengah

Trending

Layanan Kesehatan Kini Tak Cuma Soal Berobat, Ada Tren Baru dari MCU hingga Mental Wellness dalam Satu Ekosistem

Layanan Kesehatan Kini Tak Cuma Soal Berobat, Ada Tren Baru dari MCU hingga Mental Wellness dalam Satu Ekosistem

Model layanan kesehatan terintegrasi semakin berkembang. Dari medical check up, diagnosis, rehabilitasi hingga kesehatan mental, layanan disatukan untuk
Pernah Jadi Lawan, Megawati Hangestri Beri Pujian Setinggi Langit untuk Kim Da-in: Setter Terbaik di Korea

Pernah Jadi Lawan, Megawati Hangestri Beri Pujian Setinggi Langit untuk Kim Da-in: Setter Terbaik di Korea

Megawati Hangestri menyambut antusias duet barunya bersama Kim Da-in di Hyundai Hillstate. Tak tanggung-tanggung, Megawati menyebut setter timnas Korea Selatan.
Sejajar Jude Bellingham, Ole Romeny Dapat Penghargaan dari Game Sepak Bola Ternama usai Antar Timnas Indonesia Juara

Sejajar Jude Bellingham, Ole Romeny Dapat Penghargaan dari Game Sepak Bola Ternama usai Antar Timnas Indonesia Juara

Ole Romeny mendapatkan penghargaan dari game sepak bola ternama seiring dengan keberhasilan Timnas Indonesia menjadi juara. Dalam daftar tersebut, ada pula bintang sepak bola Inggris, Jude Bellingham.
Kim Da-in dan Megawati Hangestri Saling Lempar Pujian saat Media Day V-League

Kim Da-in dan Megawati Hangestri Saling Lempar Pujian saat Media Day V-League

Dalam agenda Media Day V-League, Rabu (7/10) kemarin, pemain Hillstate Kim Da-in dan Megawati Hangestri saling melontarkan pujian satu sama lain di depan forum.
Buruh Datang Untuk Mengawal UU Ketenagakerjaan

Buruh Datang Untuk Mengawal UU Ketenagakerjaan

Massa buruh yang hadir di Jakarta, Selasa (6/10/2026), menyebut kedatangan mereka bukan semata-mata untuk menggelar aksi demonstrasi.
Taisei Marukawa Bisa Jadi Debutan Baru John Herdman, Jalani Naturalisasi Demi Bisa Bela Timnas Indonesia

Taisei Marukawa Bisa Jadi Debutan Baru John Herdman, Jalani Naturalisasi Demi Bisa Bela Timnas Indonesia

Taisei Marukawa tengah menjalani naturalisasi jalur mandiri setelah lima tahun tinggal di Indonesia. Dia pun menargetkan untuk bisa membela Timnas Indonesia. 
Prakiraan Cuaca BMKG untuk DKI Jakarta 8: Berawan Sepanjang Hari

Prakiraan Cuaca BMKG untuk DKI Jakarta 8: Berawan Sepanjang Hari

BMKG merilis prakiraan cuaca untuk wilayah administratif DKI Jakarta untuk hari Kamis, 8 Oktober 2026 dengan berawan sepanjang hari dengan rataan suhu 28-34°C.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT