IHSG Dibuka Merah, Investor Dibayangi Harga Minyak hingga Ketegangan Selat Hormuz
- tvOnenews.com/Julio Trisaputra
Namun, tidak seluruh pasar Asia bergerak positif. ASX 200 Australia melemah 0,4 persen dan Straits Times Singapura turun 0,25 persen.
Inflasi Australia di Atas Perkiraan
Sentimen lain datang dari Australia setelah data inflasi konsumen pada Juli 2026 meningkat lebih tinggi dari perkiraan.
Kenaikan harga bahan bakar dan biaya perjalanan menjadi salah satu pendorong utama inflasi. Sementara itu, inflasi inti juga berada di atas ekspektasi sehingga meningkatkan risiko kenaikan suku bunga Reserve Bank of Australia (RBA).
Indeks Harga Konsumen (IHK) atau CPI Australia secara bulanan naik 1 persen pada Juli dibandingkan Juni 2026. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan konsensus sebesar 0,8 persen.
Namun secara tahunan, inflasi Australia melambat menjadi 3,5 persen dari 3,8 persen pada Juni 2026. Meski turun, angka tersebut masih lebih tinggi dibandingkan konsensus sebesar 3,3 persen.
Wall Street Ditutup Melemah
Dari Amerika Serikat, Wall Street ditutup melemah pada perdagangan Rabu. Investor merespons data inflasi AS yang tercatat lebih tinggi dari perkiraan.
Selain itu, pelaku pasar cenderung menahan diri atau wait-and-see menjelang rilis laporan laba Nvidia yang dijadwalkan pada hari yang sama.
Dow Jones Industrial Average ditutup turun 0,21 persen. Sementara S&P 500 melemah tipis 0,02 persen dan Nasdaq Composite turun 0,08 persen.
Laporan Departemen Perdagangan menunjukkan inflasi tahunan AS pada Juli 2026 meningkat menjadi 3,7 persen. Angka tersebut sedikit lebih tinggi dari ekspektasi pasar.
Data lainnya menunjukkan ekonomi Amerika Serikat tumbuh 1,5 persen pada kuartal III-2026.
Investor juga akan mencermati pidato Ketua The Fed Kevin Warsh dalam agenda Jackson Hole pada Jumat, 28 Agustus 2026. Pernyataan tersebut menjadi salah satu agenda yang berpotensi memengaruhi perhatian pelaku pasar terhadap arah kebijakan moneter Amerika Serikat.
VIVA/Mohammad Yudha Prasetya
Load more