Ekspor Indonesia Tembus US$167,03 Miliar, Industri Pengolahan Jadi Penyumbang Utama
- BPS
Jakarta, tvOnenews.com – Kinerja ekspor Indonesia sepanjang Januari-Juli 2026 masih mencatat pertumbuhan positif meski sektor minyak dan gas (migas) mengalami tekanan.
Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat total ekspor mencapai US$167,03 miliar atau tumbuh 4,43 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Pertumbuhan tersebut terutama ditopang ekspor nonmigas yang terus menguat, sementara nilai ekspor migas justru mengalami penurunan dua digit.
Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa BPS Ateng Hartono mengatakan nilai ekspor nonmigas sepanjang Januari-Juli 2026 mencapai US$160,01 miliar, meningkat 5,21 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Untuk perkembangan ekspor pada bulan Juli tahun 2026. Yang pertama, secara kumulatif ataupun sepanjang Januari sampai dengan Juli tahun 2026, total nilai ekspor mencapai US$167,03 miliar atau naik sebesar 4,43 persen jika dibandingkan dengan periode yang sama di tahun sebelumnya,” kata Ateng dalam konferensi pers, Selasa (1/9/2026).
Sementara itu, nilai ekspor migas hanya mencapai US$7,02 miliar dan mengalami kontraksi 10,63 persen.
“Nilai ekspor migas tercatat senilai US$7,02 miliar atau turun sebesar 10,63 persen. Sementara itu untuk nilai ekspor non-migas naik sebesar 5,21 persen dengan nilainya US$160,01 miliar,” ujarnya.
Pertumbuhan ekspor nonmigas terutama berasal dari sejumlah komoditas, yakni nikel dan barang daripadanya (HS 75), bahan bakar mineral (HS 27), serta lemak dan minyak hewani nabati (HS 15).
“Peningkatan ekspor non-migas tersebut utamanya pada nikel dan barang daripadanya (HS 75), bahan bakar mineral (HS 27), dan juga lemak dan minyak hewani nabati atau HS 15,” kata Ateng.
Jika dilihat berdasarkan sektor, industri pengolahan menjadi motor utama pertumbuhan ekspor nonmigas Indonesia. Sepanjang Januari-Juli 2026, ekspor dari sektor tersebut meningkat 7,16 persen.
Ateng mengatakan sektor industri pengolahan memberikan kontribusi terbesar terhadap peningkatan kinerja ekspor nonmigas secara kumulatif.
“Nah, jika dilihat menurut sektornya, peningkatan nilai ekspor non-migas secara kumulatif terutama terjadi pada sektor industri pengolahan yang mengalami peningkatan sebesar 7,16 persen,” tuturnya.
“Sektor industri pengolahan juga menjadi pendorong utama atas peningkatan kinerja ekspor non-migas sepanjang bulan Januari sampai dengan Juli tahun 2026 dengan andilnya sebesar 5,73 persen,” sambung Ateng.
Load more