Jangan Asal Promosi, Ini 3 Strategi Pemasaran untuk Pengusaha Gen Z
- ist
Jakarta, tvOnenews.com - Atmosfer antusiasme membuncah dalam sesi Business Forum yang menjadi bagian dari rangkaian Hima Persis Preneur - Bootcamp & Business Forum di Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) DKI Jakarta.
Menghadirkan Founder Kasisolusi, Deryansha Azhari, serta Kepala Bidang Peningkatan Peran DU, Industri, dan Pendidikan Deputi Bidang Kewirausahaan Kementerian UMKM, Muhammad Subkhan Subkhi, forum ini sukses membedah secara mendalam strategi penguatan merek sekaligus arah kebijakan ekosistem usaha nasional bagi para wirausahawan Gen Z.
Deryansha Azhari menjadi sorotan utama saat menguliti arsitektur branding secara komprehensif. Dery mengingatkan para Gen Z agar tidak menyamaratakan strategi pemasaran, melainkan memahaminya dalam tiga tingkatan krusial
Yakni personal branding untuk membangun reputasi figur pemimpin usaha layaknya Steve Jobs atau Nadiem Makarim. Kemudian product branding guna menancapkan keunggulan produk di mata konsumen seperti Gojek dan Indomie.
Serta Corporate Branding demi memperkokoh reputasi entitas induk usaha layaknya Apple atau GoTo. Deryansha juga membagikan hierarki kategori konten yang efektif dalam membentuk kepercayaan konsumen sebelum melancarkan strategi penjualan.
Menurutnya, sebuah merek harus membangun narasi secara berurutan mulai dari edukasi, inspirasi, hiburan, ruang diskusi , hingga terciptanya ikatan emosional.
"Kesalahan terbesar wirausahawan pemula adalah langsung bernafsu melakukan promosi tanpa melewati tahapan awal tersebut. Padahal, ketika kita konsisten memberikan nilai lewat edukasi dan koneksi, transaksi penjualan akan terjadi secara alami karena faktor kepercayaan (trust) sudah terbentuk kuat," kata Dery, Sabtu (5/9/2026).
Perspektif branding dan komunikasi kreatif tersebut dijelaskan dalam materi "Ekosistem Kewirausahaan Nasional: Strategi Menuju Indonesia Emas 2045" oleh Muhammad Subkhan Subkhi.
Mewakili Kementerian UMKM, Subkhan menekankan pentingnya keberanian Gen Z untuk bertransformasi dari usaha sektor informal menuju pelaku ekonomi formal yang berdaya saing tinggi.
Pemerintah siap memfasilitasi kebutuhan wirausahawan melalui platform SAPA UMKM dan program PRO-KESRA Produktif. Layanan pintu tunggal ini mencakup kemudahan legalitas Nomor Induk Berusaha (NIB), pendaftaran merek, sertifikasi halal, hingga pendampingan inkubasi usaha untuk meminimalisasi risiko kegagalan bisnis di fase awal.
Selain itu, peluang pembiayaan seperti Kredit Usaha Rakyat (KUR) dan Bursa Wirausaha Unggulan turut dibuka lebar bagi bisnis yang siap melakukan perluasan kapasitas.
Fauzan Nasrulloh yang juga Wakil Ketua Umum PP HIMA PERSIS, CEO Qurban Asyik, sekaligus Mentor HIMA PERSIS Preneur, sebagai moderator.
Load more