News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tren AI Makin Dipakai di Perusahaan, Mengapa Tata Kelolanya Jadi Tantangan Baru?

Penggunaan AI terbukti meningkatkan produktivitas pekerja dan bisnis. Namun, adopsi tanpa tata kelola dapat memunculkan persoalan biaya, akses, keamanan
Jumat, 11 September 2026 - 21:18 WIB
Ilustrasi Tren AI Makin Dipakai di Perusahaan, Mengapa Tata Kelolanya Jadi Tantangan Baru?
Sumber :
  • Gambar ilustrasi AI / Gemini

tvOnenews.com - Kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) semakin bergeser dari teknologi eksperimental menjadi bagian dari aktivitas kerja sehari-hari. 

Pekerjaan yang sebelumnya membutuhkan waktu cukup panjang, seperti menyusun dokumen, menganalisis data, melakukan riset, membuat kode, hingga mengotomatisasi tugas tertentu, kini dapat dibantu oleh berbagai model AI.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perubahan tersebut bukan sekadar persepsi. PwC melalui Global Workforce Hopes and Fears Survey 2025 mencatat bahwa 96 persen pekerja di Indonesia yang menggunakan generative AI setiap hari merasa teknologi tersebut membuat mereka lebih produktif. 

Temuan lain dari Strand Partners dalam laporan Unlocking Indonesia's AI Potential 2026 untuk Amazon Web Services (AWS) menunjukkan 75 persen perusahaan di Indonesia yang telah mengadopsi AI melaporkan peningkatan produktivitas yang terukur. Angkanya bahkan mencapai 84 persen pada perusahaan yang telah menerapkan agentic AI.

Meningkatnya manfaat tersebut membuat penggunaan AI di lingkungan kerja berkembang semakin cepat. Namun, ada persoalan lain yang muncul ketika teknologi digunakan secara masif: siapa yang mengatur aksesnya, bagaimana penggunaannya dipantau, dan dari mana biaya setiap layanan dibayarkan? Di sinilah tata kelola AI Enterprise menjadi semakin penting.

Ketika Penggunaan AI Tumbuh Lebih Cepat dari Aturannya

Salah satu fenomena yang muncul seiring meningkatnya penggunaan AI adalah Bring Your Own AI (BYOAI). Konsep ini menggambarkan kondisi ketika karyawan menggunakan berbagai perangkat atau layanan AI secara mandiri untuk menunjang pekerjaan, sementara organisasi belum memiliki strategi dan aturan yang jelas mengenai penggunaannya.

Di satu sisi, pola tersebut menunjukkan bahwa pekerja semakin terbuka terhadap teknologi baru. Namun, di sisi lain, perusahaan dapat kehilangan visibilitas terhadap layanan apa saja yang digunakan oleh karyawan dan berapa besar biaya yang dikeluarkan.

Persoalan biaya menjadi salah satu tantangan yang cukup nyata. Penggunaan token AI secara tidak terkontrol dapat meningkatkan pengeluaran operasional. 

Kondisi semakin rumit ketika setiap layanan menggunakan sistem pembayaran dan mata uang berbeda. Tim keuangan kemudian harus mencocokkan transaksi kartu kredit, tagihan dalam mata uang asing, serta penggunaan dari berbagai penyedia AI.

Masalahnya tidak berhenti pada biaya. Tata kelola juga berkaitan dengan pengaturan akses, keamanan data, kepatuhan, hingga akuntabilitas penggunaan AI. 

Karena itu, pendekatan responsible AI tidak hanya berbicara tentang seberapa pintar sebuah model, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut digunakan secara terukur dan dapat dipertanggungjawabkan.

Mengapa Perusahaan Membutuhkan Satu Sistem Pengelolaan

Ketika sebuah organisasi menggunakan banyak model AI sekaligus, pengelolaan secara terpisah dapat menciptakan pekerjaan administratif tambahan. Setiap layanan bisa memiliki akun, mekanisme pembayaran, batas penggunaan, serta kebijakan yang berbeda.

Pendekatan terintegrasi kemudian menjadi salah satu pilihan untuk mengatasi persoalan tersebut. Melalui satu pintu, perusahaan dapat memiliki gambaran mengenai siapa yang menggunakan layanan AI, model apa yang digunakan, serta seberapa besar konsumsi yang terjadi.

Sistem seperti ini juga memungkinkan perusahaan membuat batas penggunaan berdasarkan kebutuhan. Misalnya, akses dapat diberikan melalui API key virtual kepada individu atau divisi tertentu, sementara anggaran bulanan ditetapkan sejak awal. Dengan begitu, pemanfaatan AI tidak sepenuhnya bergantung pada keputusan masing-masing pengguna.

Dari perspektif manajemen, mekanisme tersebut penting karena penggunaan AI dapat berkembang dengan cepat tanpa selalu diikuti pertumbuhan pengawasan yang sama. Pemantauan secara terpusat dapat membantu perusahaan mengetahui pola konsumsi sebelum berubah menjadi persoalan biaya maupun kepatuhan.

Kebutuhan tersebut kemudian mendorong munculnya berbagai layanan pengelolaan AI Enterprise. Salah satunya diperkenalkan oleh Hypernet Technologies melalui TokenKu.ai, yang menggunakan konsep satu gateway untuk berbagai model AI.

Layanan tersebut menyediakan akses terhadap lebih dari 120 model AI dari sejumlah pengembang global dalam satu marketplace. Selain akses, sistem ini dirancang untuk menyediakan pemantauan konsumsi token secara real time berdasarkan pengguna, divisi, maupun model yang digunakan.

Aspek pembayaran juga menjadi bagian dari pendekatan tersebut. Pengeluaran dapat dikonsolidasikan dalam satu tagihan resmi dengan denominasi rupiah dan faktur pajak, sehingga perusahaan tidak perlu menangani banyak transaksi dari berbagai penyedia secara terpisah.

“Banyak perusahaan masih kesulitan dalam merancang kerangka kerja AI. Maka dari itu, TokenKu.ai siap membantu organisasi mengatasi kompleksitas tersebut melalui filosofi 'Satu Gateway untuk Semua Model AI'. Dengan TokenKu.ai, manajemen bisa memiliki kontrol penuh atas akses, tata kelola, dan biaya operasional agar lebih tenang dalam mengadopsi AI. Tim internal pun tidak perlu mengurusi administrasi secara mandiri, sehingga setiap personel bisa lebih fokus memaksimalkan potensi AI untuk mendorong pertumbuhan bisnis secara berkelanjutan,” ujar Sudianto Oei, CEO Hypernet Technologies.

Konsep pengelolaan terpusat tersebut terutama relevan bagi sektor yang memiliki kebutuhan tinggi terhadap efisiensi operasional dan kepatuhan data, seperti telekomunikasi, media dan teknologi, layanan keuangan, serta ritel.

Tren AI Makin Dipakai di Perusahaan, Mengapa Tata Kelolanya Jadi Tantangan Baru
Tren AI Makin Dipakai di Perusahaan, Mengapa Tata Kelolanya Jadi Tantangan Baru
Sumber :
  • Ilustrasi

Pada akhirnya, tantangan AI Enterprise bukan lagi sekadar bagaimana perusahaan mendapatkan akses terhadap model AI terbaru. Ketika penggunaannya telah menjadi bagian dari aktivitas bisnis, perusahaan juga perlu memastikan akses, biaya, keamanan, dan pemanfaatannya dapat dikendalikan.

Pertumbuhan produktivitas menunjukkan bahwa AI memiliki potensi besar untuk mengubah cara kerja. Namun, semakin luas teknologi digunakan, semakin penting pula organisasi memiliki tata kelola yang mampu mengikuti kecepatannya. 

Dengan demikian, AI tidak hanya menjadi alat untuk meningkatkan produktivitas, tetapi juga dapat digunakan secara terukur, aman, dan bertanggung jawab. (udn)

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Perkembangan Medsos Ciptakan Profesi Baru, Tito Hartono dapat Ratusan Ribu Pengikut Berkat Jadi Kreator Efek

Perkembangan Medsos Ciptakan Profesi Baru, Tito Hartono dapat Ratusan Ribu Pengikut Berkat Jadi Kreator Efek

Tidak hanya Instagram, perkembangan TikTok dan YouTube juga membuka peluang lebih luas bagi kreator digital untuk membangun audiens.
35 Daftar Pemain 'Four Hands, Two Sonatas' Drama Korea yang Dibintangi Song Kang dan Lee Jun Young

35 Daftar Pemain 'Four Hands, Two Sonatas' Drama Korea yang Dibintangi Song Kang dan Lee Jun Young

Berikut daftar 35 pemain drama Korea "Four Hands, Two Sonatas", drama Korea yang dibintangi Song Kang hingga Lee Jung Young.
Ketika Koleksi Fisik Masuk ke Platform Digital: Tren Baru Dunia Collectibles?

Ketika Koleksi Fisik Masuk ke Platform Digital: Tren Baru Dunia Collectibles?

Dunia collectibles mulai menggabungkan pengalaman digital dengan kepemilikan fisik. Tren ini terlihat dari trading card, marketplace digital, hingga
Gandeng TNI, Sinergi BULOG Salurkan Bantuan Beras Bagi 33,2 Juta Penerima

Gandeng TNI, Sinergi BULOG Salurkan Bantuan Beras Bagi 33,2 Juta Penerima

Direktur Utama Perum BULOG Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr Ahmad Rizal Ramdhani melakukan koordinasi langsung dengan Kepala Staf Teritorial TNI Letnan Jenderal TNI Bambang Trisnohadi di Markas Besar TNI, Cilangkap, Kamis (10/9/2026). 
Lebih 1.500 Pelaku Usaha Berhasil Terpilih, Pertamina UMK Academy 2026 Resmi Dimulai

Lebih 1.500 Pelaku Usaha Berhasil Terpilih, Pertamina UMK Academy 2026 Resmi Dimulai

Dari 4.000 pendaftar, Tercatat ada lebih dari 1.500 pelaku Usaha Mikro dan Kecil (UMK) dari berbagai wilayah di Indonesia terpilih mengikuti Pertamina UMK Academy 2026.
Dorong Perbaikan, Senator NTB Harapkan Evaluasi Berkala pada Program MBG

Dorong Perbaikan, Senator NTB Harapkan Evaluasi Berkala pada Program MBG

Buntut rentetan kasus keracunan yang kembali terjadi-salah satunya di Lombok Tengah-Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI asal Nusa Tenggara Barat (NTB), Mirah Midadan Fahmid, mendesak pemerintah untuk segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Trending

Bursa Transfer Liverpool: Rencana Super The Reds, Siap Pecahkan Rekor Liga Inggris Buat Datangkan Bintang Bournemouth

Bursa Transfer Liverpool: Rencana Super The Reds, Siap Pecahkan Rekor Liga Inggris Buat Datangkan Bintang Bournemouth

Liverpool kembali membidik winger kanan untuk memperkuat skuad. Nama Rayan dari Bournemouth masuk radar setelah kebutuhan di posisi tersebut belum teratasi.
Polsek Bantan dan Satresnarkoba Bengkalis Amankan 65 Bungkus Diduga Sabu, Tiga Tersangka Ditangkap

Polsek Bantan dan Satresnarkoba Bengkalis Amankan 65 Bungkus Diduga Sabu, Tiga Tersangka Ditangkap

Kolaborasi Polsek Bantan bersama Satresnarkoba Polres Bengkalis dalam memberantas peredaran narkotika membuahkan hasil. Sebanyak 65 bungkus yang diduga narkotika jenis sabu berhasil diamankan dalam operasi di wilayah hukum Polsek Bantan, Rabu(9/9/2026).
Viral, Wanita Tas Pink Hebohkan Gerbong KRL, Klaim Pelajar Pramuka sebagai Tunangan Bikin Penumpang Bingung

Viral, Wanita Tas Pink Hebohkan Gerbong KRL, Klaim Pelajar Pramuka sebagai Tunangan Bikin Penumpang Bingung

Wanita bertas pink bikin heboh di KRL setelah disebut meminta HP pelajar pramuka dan mengaku sebagai tunangannya. Video kejadian viral di media sosial
AS Desak Sekutu NATO Bubarkan Mahkamah Pidana Internasional

AS Desak Sekutu NATO Bubarkan Mahkamah Pidana Internasional

Upaya diplomatik untuk mendesak sekutu-sekutu NATO agar membantu membubarkan Mahkamah Pidana Internasional (ICC) dan menarik diri dari Statuta Roma yang menjadi dasar pendiriannya, sedang dilakukan oleh Amerika Serikat.
Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki pada 12 September 2026: Rezeki dan Kabar Baik Menghampiri

Selamat Berbahagia! 5 Zodiak Paling Hoki pada 12 September 2026: Rezeki dan Kabar Baik Menghampiri

Berikut 5 zodiak yang diprediksi paling hoki pada 12 September 2026: Ada rezeki dan kabar baik menyertai.
Viral, Biksu Senior Thailand Ditangkap, Dana Kuil Rp49 Miliar Diduga Diselewengkan hingga Terseret Skandal Seksual

Viral, Biksu Senior Thailand Ditangkap, Dana Kuil Rp49 Miliar Diduga Diselewengkan hingga Terseret Skandal Seksual

Viral, seorang biksu senior Thailand ditangkap atas dugaan penggelapan dana kuil lebih dari Rp49 miliar. Kasus ini juga menyeret seorang perempuan dan
Unggahan Terbaru Fajar Sahrudin Muncul di Hari Ulang Tahun, Netizen Tinggalkan Pesan Haru Untuknya

Unggahan Terbaru Fajar Sahrudin Muncul di Hari Ulang Tahun, Netizen Tinggalkan Pesan Haru Untuknya

Tepat pada Kamis, 10 September 2026 seharusnya menjadi hari ulang tahun Fajar Sahrudin yang ke-31 tahun. Unggahan terbaru FS muncul dan mengundang perhatian
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT