Transformasi Industri Hijau Dorong Kebutuhan Talenta Baru, Petrokimia Gresik Bawa Isu ke Forum PBB
- tim tvOne
Gresik, tvOnenews.com – Peralihan menuju industri rendah karbon tidak hanya membutuhkan perubahan teknologi dan sumber energi, tetapi juga tenaga kerja dengan kompetensi baru. Kebutuhan tersebut menjadi salah satu isu yang dibahas dalam forum keberlanjutan di New York, Amerika Serikat.
Direktur Utama Petrokimia Gresik, Daconi Khotob, mengatakan transformasi industri hijau akan mengubah kebutuhan kompetensi tenaga kerja, mulai dari sektor teknik dan lingkungan hingga pertanian, digital, data, keuangan, dan bisnis.
“Transformasi menuju ekonomi hijau pada dasarnya juga merupakan transformasi tenaga kerja. Investasi pada teknologi harus berjalan bersama dengan investasi pada manusia. Teknologi hijau hanya akan memberikan manfaat apabila didukung talenta yang mampu merancang, mengoperasikan, dan mengembangkannya,” ujar Daconi.
Pernyataan tersebut disampaikan Daconi dalam forum Global Talent for Sustainable Development di Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI) New York, Selasa (22/9) waktu Indonesia. Forum tersebut mempertemukan diaspora Indonesia, mahasiswa, pelaku usaha, praktisi keberlanjutan, dan inovator.
Menurut Daconi, perubahan teknologi membuat pekerja di berbagai bidang perlu menyesuaikan kompetensinya. Kebutuhan tersebut mencakup kemampuan memahami efisiensi energi, energi terbarukan, manajemen karbon, hingga teknologi rendah karbon.
“Engineer tetap engineer, agronom tetap agronom, dan akuntan tetap akuntan. Tetapi teknologi yang mereka gunakan, kompetensi yang mereka butuhkan, dan ukuran keberhasilan pekerjaannya akan berubah. Karena itu, penguatan talenta perlu dilakukan melalui reskilling, upskilling, pengalaman industri, serta kolaborasi lintas disiplin,” terangnya.
Daconi juga mengajak talenta Indonesia yang belajar dan bekerja di luar negeri untuk membawa pengetahuan serta pengalaman yang diperoleh ke Indonesia.
“Kami berharap talenta-talenta terbaik Indonesia yang saat ini belajar maupun berkarya di luar negeri dapat membawa kembali pengetahuan dan pengalamannya untuk berkontribusi bagi Indonesia. Transformasi ke depan membutuhkan SDM yang memiliki kompetensi, perspektif global, dan kemampuan menjawab perubahan industri,” tambahnya.
Isu kebutuhan talenta tersebut berkaitan dengan agenda transformasi industri Petrokimia Gresik. Perusahaan menargetkan penurunan emisi sebesar 30 persen pada 2030 dibandingkan skenario Business as Usual (BAU) sebesar 3,46 juta ton CO₂e, sebagai bagian dari peta jalan menuju Net Zero Emission 2060.
Load more