News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Gandeng Ratusan Petani, Koperasi Pesantren di Bandung Bawa Produk Pertanian Tembus Pasar Modern

Koperasi Al-Ittifaq di Bandung menghubungkan 300 petani dengan pasar modern. Produksi naik hingga 8 ton per hari, didukung pembiayaan dan penguatan rantai pasok pertanian.
Selasa, 29 September 2026 - 13:34 WIB
Ekosistem pertanian yang dikembangkan Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.
Sumber :
  • LPDB Koperasi

Jakarta, tvOnenews.com — Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq di Kabupaten Bandung, Jawa Barat, mengembangkan model bisnis atau ekosistem pertanian yang menghubungkan petani dengan pasar secara lebih terstruktur.

Melalui koperasi, hasil pertanian anggota dikonsolidasikan untuk memenuhi kebutuhan pasar ritel modern, sekaligus memberikan kepastian penyerapan produk dan pembayaran kepada petani.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ketua Pengurus Koperasi Pondok Pesantren Al-Ittifaq, Setia Irawan menjelaskan, jauh sebelum berkembang, koperasi ini awalnya dibentuk untuk memberikan kemandirian bagi pesantren, sebab pesantren Al-Ittifaq memiliki sarana pendidikan yang tidak dipungut biaya bagi santrinya, sehingga Pesantren didorong agar mandiri secara operasional.

Seiring berkembangnya pesantren dan koperasi, Irawan menjelaskan penguatan ekosistem pertanian semakin dibangun dengan memastikan kebutuhan akses pasar menjadi acuan dalam proses produksi.

Koperasi terlebih dahulu memperoleh informasi mengenai kebutuhan komoditas dan volume dari pasar, kemudian mengatur pola tanam bersama petani.

ā€œJadi hulunya dan hilirnya jelas. Kami tahu pasar membutuhkan apa, berapa volumenya, kemudian kami atur bersama petani apa yang harus ditanam. Dengan begitu petani tidak menanam tanpa kepastian pasar,ā€ ujar Setia, dilansir Selasa (29/9/2026).

Model tersebut membuat koperasi tidak hanya berperan sebagai tempat menghimpun dan menjual hasil pertanian, tetapi juga sebagai offtaker yang menyerap produk petani.

Setia menuturkan, salah satu prinsip yang dijaga Al-Ittifaq adalah pembayaran hasil pertanian kepada petani dilakukan secara langsung, sehingga petani tidak harus menunggu pembayaran dalam jangka waktu tertentu.

ā€œPetani kami dibayar langsung, tidak tempo. Karena kalau koperasi menerima pembayaran dari pasar kemudian petani harus menunggu, itu akan mengganggu cash flow petani,ā€ katanya.

Seiring berkembangnya usaha, Al-Ittifaq kini memasok berbagai komoditas pertanian ke sejumlah segmen pasar, mulai dari ritel modern, hotel, restoran, katering, hingga kebutuhan dapur pusat. Produk yang dikelola juga semakin beragam, mencakup sayuran, buah-buahan hingga sejumlah komoditas rempah.

Setia menyebut perkembangan tersebut berjalan seiring dengan bertambahnya jumlah petani yang terhubung dengan koperasi. Dari sebelumnya sekitar 120 petani, kini jumlah petani yang memasok melalui ekosistem Al-Ittifaq telah mencapai sekitar 280–300 petani. Volume produksi yang sebelumnya berada di kisaran 1,7–2 ton per hari juga meningkat menjadi sekitar 7–8 ton per hari.

Menurut Setia, penguatan kapasitas koperasi tidak terlepas dari kebutuhan modal kerja untuk menjaga kesinambungan rantai pasok. Dalam konteks tersebut, LPDB Koperasi menjadi salah satu mitra yang mendukung penguatan permodalan Al-Ittifaq.

ā€œLPDB sudah kami kenal sejak 2014, kemudian pembiayaan pertama kami dengan LPDB terjadi pada 2020. Saat itu situasinya pandemi, tetapi justru menjadi momentum bagi kami untuk memperkuat koperasi,ā€ ujar Setia.

Dukungan dana bergulir tersebut, lanjutnya, membantu memperkuat kapasitas keuangan koperasi dalam menjalankan kegiatan usaha. Ketersediaan modal kerja menjadi penting karena koperasi harus menjaga kemampuan menyerap hasil produksi petani sekaligus memenuhi kebutuhan pasar secara berkelanjutan.

ā€œDengan adanya tambahan modal, aset dan kemampuan usaha koperasi menjadi lebih kuat. Kami juga bisa membeli kebutuhan petani dalam jumlah lebih besar, misalnya pupuk, sehingga harganya bisa lebih kompetitif,ā€ katanya.

Setia menilai hubungan antara koperasi dan petani tidak cukup hanya dibangun melalui transaksi jual beli. Koperasi perlu memahami kebutuhan petani sejak proses produksi sekaligus memastikan produk yang dihasilkan sesuai dengan kebutuhan pasar.

Karena itu, Al-Ittifaq juga terus mendorong peningkatan produktivitas dan kualitas melalui pengembangan teknologi pertanian, termasuk pemanfaatan greenhouse. Pengembangan tersebut diarahkan untuk membantu petani meningkatkan produktivitas sekaligus menghasilkan produk yang memenuhi standar pasar.

Dalam perjalanan usahanya, Al-Ittifaq juga memperkuat akses ke pasar ritel modern. Koperasi antara lain telah memasok produk pertanian ke jaringan Super Indo dan Yogya, selain memenuhi kebutuhan berbagai pelanggan dari sektor hotel, restoran dan katering.

Bagi Setia, masuk ke pasar modern membawa konsekuensi berupa tuntutan terhadap kualitas, kontinuitas pasokan, keamanan pangan dan pemenuhan standar. Hal tersebut menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan pasar sekaligus meningkatkan kapasitas petani dan koperasi.

Ke depan, Al-Ittifaq berharap kemitraan dengan LPDB Koperasi dapat terus berkembang, tidak hanya dalam dukungan pembiayaan, tetapi juga melalui penguatan akses pasar, business matching dan pembukaan jejaring usaha bagi koperasi.

ā€œKami berharap LPDB bukan hanya menjadi lembaga pembiayaan, tetapi juga bisa menjadi jembatan untuk mempertemukan koperasi dengan pasar. Karena kebutuhan koperasi bukan hanya modal, tetapi juga bagaimana produk kami bisa terserap dan berkembang,ā€ ujar Setia.

Pengalaman Al-Ittifaq menunjukkan bahwa penguatan koperasi dapat berjalan seiring dengan penguatan petani ketika produksi, pembiayaan dan pasar dibangun dalam satu ekosistem. Dalam model tersebut, koperasi menjadi penghubung antara kebutuhan pasar dan kemampuan produksi petani, sementara dukungan pembiayaan menjadi salah satu instrumen untuk menjaga keberlanjutan rantai pasok.

Bagi LPDB Koperasi, penguatan ekosistem seperti yang dikembangkan Al-Ittifaq menjadi bagian dari upaya memperluas pemanfaatan dana bergulir agar memberikan dampak pada pengembangan usaha koperasi dan sektor riil. Dengan koperasi yang semakin kuat, akses pasar dan kapasitas usaha anggota diharapkan dapat terus berkembang secara berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ā 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gugatan Ijazah Gibran di MK, Pakar Hukum Tata Negara Beri Tiga Opsi Putusan

Gugatan Ijazah Gibran di MK, Pakar Hukum Tata Negara Beri Tiga Opsi Putusan

Mantan Wakil Menteri Hukum dan HAM periode 2011-2014, Denny Indrayana dan kawan-kawan mengajukan permohonan Perselisihan Hasil Pemilihan Umum (PHPU) Presiden dan Wakil Presiden 2024 ke MK.
Indra Sjafri Beri Nilai 6 usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia, Singgung Soal Strategi John Herdman

Indra Sjafri Beri Nilai 6 usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia, Singgung Soal Strategi John Herdman

Indra Sjafri memuji mental Timnas Indonesia yang mampu menahan Malaysia dengan 10 pemain, tetapi menilai sistem pertahanan Garuda masih perlu dibenahi.
BREAKING
NEWS
Terungkap Fakta Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi, Ada Masalah Sinyal hingga Pengereman

Terungkap Fakta Tabrakan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi, Ada Masalah Sinyal hingga Pengereman

KNKT mengungkap fakta kecelakaan KA Argo Bromo dan KRL di Bekasi, mulai dari anomali sinyal, komunikasi, hingga pengereman sebelum tabrakan.
RD Buka Suara soal Timnas Indonesia usai Tahan Malaysia, Singgung Strategi dan Sikap Suporter

RD Buka Suara soal Timnas Indonesia usai Tahan Malaysia, Singgung Strategi dan Sikap Suporter

RD menilai perjuangan Timnas Indonesia saat menahan Malaysia 0-0 patut diapresiasi meski bermain 10 pemain, sekaligus menyoroti sikap suporter.
Pemkot Medan Intensifkan Penertiban PKL yang Ganggu Fasilitas Umum

Pemkot Medan Intensifkan Penertiban PKL yang Ganggu Fasilitas Umum

Kepala Dinas Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kota Medan Muhammad Yunus mengatakan, penertiban dilakukan untuk mengembalikan fungsi fasilitas umum sekaligus mewujudkan keamanan dan kenyamanan masyarakat.
Namanya Menggema di GBK usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia, Shin Tae-yong Unggah Pesan Misterius

Namanya Menggema di GBK usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia, Shin Tae-yong Unggah Pesan Misterius

Nama Shin Tae-yong menggema di GBK usai Indonesia ditahan Malaysia. Tak lama berselang, ia mengunggah pesan singkat yang bikin publik makin penasaran hari ini.

Trending

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Justin Hubner Bakar Semangat Penggawa Timnas Indonesia Usai Ditahan Imbang Malaysia: Masih Belum Berakhir, Ayo Kalahkan Bangladesh

Bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, menegaskan perjuangan Garuda di FIFA ASEAN Cup 2026 belum berakhir. Ia tetap optimistis meski gagal kalahkan Malaysia.
Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Gagal Manfaatkan Kartu Merah Thom Haye, Pelatih Malaysia Akui Pertahanan Timnas Indonesia Sulit Ditembus

Pelatih Timnas Malaysia, Tan Cheng Hoe, mengakui ketangguhan pertahanan Timnas Indonesia setelah kedua tim bermain imbang di FIFA ASEAN Cup 2026.
Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Usai Jadi Tersangka, Bupati Gowa Bakal Diperiksa Bareskrim 1 Oktober 2026

Bupati Gowa Sitti Husniah Talenrang ditetapkan sebagai tersangka oleh Kortas Tipidkor Polri dalam kasus pemerasan dan TPPU yang terjadi di Kabupaten Gowa pada tahun 2025-2026.
Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Momen John Herdman Hafal Lagu 'Indonesia Raya' Jadi Sorotan Penonton

Sebelum dikritik usai Timnas Indonesia vs Malaysia berakhir imbang tanpa gol, pelatih John Herdman sempat disorot setelah hafal nyanyikan lagu Indonesia Raya.
Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Humble Banget! Megawati Hangestri Ajak Sopir Taksi di Korea untuk Makan Bakso Bareng

Sikap rendah hati Megawati Hangestri kembali dapat pujian dari volimania setelah mengajak seorang sopir taksi di Korea Selatan untuk ikut makan bakso bersamanya
Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang PeluangĀ 

Hanya Imbang Lawan 10 Pemain Timnas Indonesia, Pelatih Akui Malaysia Buang-buang PeluangĀ 

Bermain di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, Senin (28/9/2026), Malaysia harus puas dengan hasil imbang 0-0 dari Timnas Indonesia.
Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Nasihat Bijak Ketum PSSI Erick Thohir Usai Timnas Indonesia Ditahan Imbang Malaysia: Kesempatan Masih Ada, Fokus Laga Selanjutnya

Ketum PSSI Erick Thohir meminta Timnas Indonesia alihkan fokus setelah bermain imbang 0-0 melawan Malaysia. Skuad Garuda diminta bangkit demi tiket ke final.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT