IEU-CEPA Berpotensi Hapus Gap Tarif RI-Vietnam, Investasi Padat Karya Bisa Bergeser ke Indonesia
- ANTARA
Dengan akses pasar Eropa yang lebih kompetitif, Indonesia berpeluang menjadi salah satu lokasi yang dipertimbangkan investor.
Namun, peluang tersebut tidak otomatis membuat investasi masuk ke Indonesia.
Pemerintah tetap perlu memastikan investor mendapatkan kemudahan untuk merealisasikan investasinya. Menurut Mari, kemampuan pemerintah dalam memfasilitasi investor menjadi salah satu faktor penting agar peluang yang muncul dari IEU-CEPA dapat benar-benar dimanfaatkan.
Ia menilai koordinasi menjadi salah satu tantangan yang perlu diperkuat.
Karena itu, pemerintah perlu menentukan sektor-sektor yang menjadi prioritas investasi sekaligus memperkuat koordinasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan kementerian terkait.
Investasi Padat Karya Banyak Mengarah ke Jawa
Mari mencontohkan investasi di sektor padat karya yang saat ini banyak mengarah ke wilayah Jawa Tengah dan Jawa Timur.
Menurut dia, tren tersebut perlu terus difasilitasi agar proses masuk dan realisasi investasi dapat berlangsung lebih lancar.
Pemerintah tidak hanya perlu menawarkan peluang investasi, tetapi juga memastikan proses investasi dapat berjalan secara jelas dan cepat.
Koordinasi antarlembaga menjadi penting karena proses realisasi investasi melibatkan berbagai pihak, mulai dari pemerintah pusat hingga pemerintah daerah.
Jika peluang investasi dari IEU-CEPA ingin dimanfaatkan secara maksimal, berbagai hambatan dalam proses investasi perlu diantisipasi.
Iklim Usaha Jadi Penentu
Selain akses pasar melalui IEU-CEPA, Mari menilai kepastian iklim investasi juga menjadi faktor penting dalam persaingan antarnegara untuk menarik modal.
Investor akan mempertimbangkan negara dan sektor yang menawarkan kondisi paling menarik untuk kegiatan usaha mereka.
Karena itu, Indonesia perlu memberikan sinyal yang jelas mengenai arah kebijakan investasi.
Kepastian mengenai arah kebijakan dinilai dapat membantu investor menentukan keputusan penanaman modal, baik investor domestik maupun investor asing.
“Arah daripada kebijakan dan investasi, atau apakah kita sebetulnya benar-benar menyambut investor masuk. Bagaimana menjaga iklim usaha dan investasi sehingga memang mendorong swasta dalam negeri maupun luar negeri untuk terus melakukan investasi,” tutur Mari.
Menurut Mari, peluang yang muncul dari IEU-CEPA perlu diikuti dengan kesiapan di dalam negeri. Akses pasar yang lebih setara dengan Vietnam dapat menjadi salah satu modal bagi Indonesia untuk bersaing mendapatkan investasi, khususnya di sektor padat karya.
Load more