Kinerja Penjualan VKTR Tumbuh 56% pada Semester I 2026, e-MaaS Disiapkan sebagai Enabler Adopsi EV
- Istimewa
Selain itu, pendekatan e-MaaS menghilangkan hambatan investasi awal yang sering menjadi kendala dalam percepatan adopsi kendaraan listrik, sehingga pengguna dapat memperluas skala operasional armada secara lebih cepat tanpa harus melalui proses pengadaan aset dan penyusunan skema pembiayaan yang kompleks.
Lebih lanjut, model e-MaaS memungkinkan pembaruan dan optimalisasi armada secara berkala sesuai perkembangan teknologi kendaraan listrik berbasis baterai. Dengan demikian, pengguna dapat terus memperoleh manfaat dari peningkatan kinerja, efisiensi operasional, serta standar keselamatan kendaraan yang semakin baik, tanpa harus menanggung risiko penurunan nilai aset maupun biaya penggantian teknologi di masa mendatang.
Melalui inovasi skema e-MaaS, calon konsumen dapat mengurangi kebutuhan belanja modal untuk pembelian kendaraan di awal, termasuk mengurangi kebutuhan pendanaan jangka panjang. Skema e-MaaS menawarkan calon konsumen suatu pendekatan yang tidak hanya berkelanjutan secara keuangan namun juga biaya operasional yang lebih efisien melalui pembayaran biaya sewa secara bulanan dibandingkan tekanan kebutuhan belanja modal yang besar di awal. Dengan kemudahan tersebut bagi calon konsumen, dan dengan jasa penyewaan beragam kendaraan listrik komersial yang diproduksi oleh VKTR, skema e-MaaS juga akan membantu VKTR memperluas penetrasi pasar dan mempercepat distribusi kendaraan listrik komersial ke berbagai segmen industri.
Bagi VKTR, percepatan elektrifikasi tidak hanya bergantung pada ketersediaan kendaraan, tetapi juga pada kesiapan solusi dan ekosistem yang memungkinkan kendaraan tersebut diadopsi secara komersial.
“Karena itu, pengembangan e-MaaS menjadi bagian dari strategi VKTR untuk berperan tidak hanya sebagai penyedia kendaraan listrik komersial, tetapi juga sebagai enabler yang membantu pelanggan mengadopsi dan mengoperasikan kendaraan listrik secara lebih efisien,” tutup Ardi.
Ke depan, VKTR akan terus memperkuat kapasitas dan portofolio kendaraan listrik komersial sekaligus mengembangkan solusi pendukung yang dapat mempercepat adopsi di berbagai sektor. Perseroan optimistis kombinasi antara pertumbuhan pasar, kapabilitas manufaktur lokal, dan model bisnis yang semakin terintegrasi akan membuka ruang pertumbuhan baru bagi kendaraan listrik komersial di Indonesia.(chm)
Load more