Dorong Ekosistem Haji Berkelanjutan, BPKH Lahirkan Beragam Inovasi Digital Kaum Muda
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Kolaborasi antara Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) dan Yayasan Inovasi Kebaikan Berkelanjutan (Goodstarter) dalam menggelar babak pamungkas Digital Entrepreneurship Challenge & Incubation 2026 tuntas dilaksanakan di Jakarta, Senin (5/10).
Perhelatan ini dihadirkan guna menjaring serta membimbing talenta muda agar mampu mentransformasikan gagasan inovatif menjadi fondasi usaha digital yang teruji, siap berekspansi, sekaligus memberi dampak positif bagi ekosistem perhajian di tanah air.
Partai final ini menjadi puncak dari serangkaian proses panjang, mulai dari kurasi konsep, etalase daring, pemungutan suara oleh masyarakat luas, hingga pembekalan terarah bersama para mentor.
Dari seluruh tahapan tersebut, tersaring lima kelompok unggulan yang berkesempatan memaparkan purwarupa dan rencana bisnis mereka secara langsung di hadapan panel juri.
Anggota Dewan Pengawas BPKH, Heru Muara Sidik, menggarisbawahi bahwa pembinaan inkubasi difokuskan pada penguatan kapasitas usaha secara menyeluruh, mencakup pembuktian produk di pasar, kematangan infrastruktur teknologi, sampai daya tahan operasional.
"Kami ingin memberi ruang bagi generasi muda untuk mengubah ide menjadi solusi yang konkret. Mereka belajar mengidentifikasi masalah di lapangan, menguji gagasan ke pengguna riil, dan merancang model bisnis yang mampu tumbuh berkelanjutan tanpa mengorbankan kualitas layanan," ujar Heru.
Senada dengan hal itu, Anggota Badan Pelaksana BPKH, Harry Alexander, menekankan bahwa kewirausahaan berbasis teknologi di sektor perhajian harus berorientasi pada kemaslahatan serta menyentuh kebutuhan riil jemaah.
"Yang terpenting bukan hanya memenangkan kompetisi, melainkan bagaimana proses inkubasi ini membentuk ketajaman pola pikir kewirausahaan, adaptabilitas tim, dan integritas untuk menghadirkan solusi atas tantangan ekosistem haji dan umrah masa kini," ungkap Harry.
Melalui telaah mendalam terhadap kelayakan teknologi, kalkulasi keuangan, kolaborasi mitra, serta nilai kebermanfaatan, dewan juri menetapkan jajaran inovator terbaik.
Posisi juara pertama berhasil diamankan oleh KIBLAT yang menghadirkan inovasi teknologi finansial penghubung tabungan haji mikro pedesaan berbasis BMT syariah.
Peringkat kedua ditempati oleh HaramainCare dari Tim Bismillah Menang asal ITS yang merancang sistem pemantauan berkala kondisi kesehatan jemaah secara berjenjang.
Sementara peringkat ketiga diraih oleh HajjTrack karya PT Vidhara Tekno Solusindo melalui integrasi perangkat IoT sandang dan ruang kendali darurat demi menjamin keselamatan para jemaah. (dpi)
Load more