Hadapi Geopolitik Global, Menteri ESDM Resmikan Kilang LPG Cilamaya Berkapasitas 160 Ton per Hari
- Antara
Kilang ini dibangun selama 13 bulan dengan investasi sekitar 36,93 juta dolar AS. Proses konstruksinya juga menyerap sekitar 200 tenaga kerja. Dalam operasionalnya, fasilitas tersebut menggunakan teknologi *mechanical refrigeration* untuk mendinginkan gas dan *turbo expander* dalam proses pengolahan.
Impor Masih Jadi Tantangan Besar bagi Ketahanan Energi
Meski produksi Cilamaya menambah pasokan domestik, kapasitasnya perlu dibandingkan dengan kebutuhan nasional. Dengan konsumsi LPG sekitar 8,5 juta ton per tahun untuk kebutuhan nasional yang disebutkan pemerintah, produksi Cilamaya sebesar 52.800 ton hanya merupakan bagian kecil dari total permintaan. Jika kebutuhan sektor industri turut dihitung, kesenjangannya menjadi lebih besar.
Pemerintah memperkirakan Indonesia masih mengimpor sekitar 7 juta hingga 8 juta ton LPG setiap tahun. Ketergantungan tersebut membuat pasar dalam negeri rentan terhadap perubahan harga internasional, biaya pengiriman, serta gangguan pasokan akibat situasi geopolitik.
Bahlil menekankan bahwa penguatan produksi domestik berkaitan erat dengan beban fiskal negara, khususnya ketika harga minyak mentah meningkat.
“Begitu ICP (Indonesian Crude Price) rata-rata berada di angka 90 sampai 100 dolar per barel, subsidi kita berada di atas hampir 100 triliun rupiah,” ujarnya,
Pernyataan tersebut menggambarkan tekanan yang dapat muncul ketika harga energi global meningkat. Namun, besaran subsidi tidak hanya ditentukan oleh harga minyak mentah, melainkan juga faktor lain, termasuk nilai tukar, kebijakan harga, dan volume konsumsi.
Karena itu, penambahan kapasitas pengolahan domestik merupakan salah satu instrumen untuk memperkuat ketahanan energi, bukan solusi tunggal. Dampaknya terhadap impor akan bergantung pada realisasi produksi, ketersediaan bahan baku gas, serta kemampuan fasilitas memasok pasar secara konsisten.
- ist
Pengalaman ENP dan Tantangan Memperkuat Pasokan Domestik
Direktur Utama ENP, Sarjono, menyampaikan apresiasi kepada Kementerian ESDM, SKK Migas, Pertamina Group, dan pemangku kepentingan yang mendukung pembangunan fasilitas tersebut. Ia berharap kilang baru ini dapat menjadi bagian dari upaya meningkatkan kemandirian energi Indonesia.
“Semoga Kilang LPG Cilamaya menjadi bagian dari langkah nyata menuju Indonesia yang semakin mandiri dalam memenuhi kebutuhan energi, dari Cilamaya untuk ketahanan energi nasional,” katanya.
Load more