Hari Ekonomi Kreatif Nasional 2026 Catat Perputaran Transaksi Capai Rp6 Miliar Dalam Sehari, Ratusan UMKM Terlibat
- Istimewa
Jakarta, tvOnenews.com - Peringatan Hari Ekonomi Kreatif Nasional (Hekrafnas) 2026 diklaim dihadiri 10 ribu orang dari tujuh provinsi yang berlangsung pada 23-24 Oktober 2026 kemarin.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Gerakan Ekonomi Kreatif Nasional (Gekrafs) tersebut turut menghadirkan 680 pelaku UMKM dan mencatat estimasi perputaran transaksi hingga Rp6 miliar dalam satu hari di enam provinsi.
Melalui program Nusantara Creative Walk, kegiatan itu menghadirkan ruang promosi bagi pelaku usaha lokal yang melibatkan berbagai subsektor mulai dari kuliner, fesyen, kriya, desain produk, dan penerbitan hingga karya film dan arsitektur.
Ketua Umum DPP Gekrafs, Kawendra Lukistian mengatakan, Hekrafnas menjadi bukti bahwa ekonomi kreatif memiliki potensi besar untuk tumbuh diberbagai daerah dan memberikan dampak langsung bagi masyarakat.
Kawendra menjelaskan, setiap daerah menghadirkan kegiatan yang mengangkat potensi lokal, mulai dari pameran produk, pertunjukan seni, olahraga bersama, hingga aksi sosial.
“Ini bukti bahwa ekonomi kreatif bukan cuma milik Jakarta. Dari Medan sampai Manokwari, kreativitas daerah bisa langsung jadi uang yang berputar di tengah masyarakat,” kata Kawendra, Jakarta, Kamis (29/10).
Tak hanya itu, kegiatan turut diwarnai dengan penyaluran bantuan sembako kepada pedagang di pasar tradisional Papua.
Ketua DPW Gekrafs Papua Barat, Kristofel Ade Wiyono mengatakan, para pedagang pasar merupakan bagian penting dari penggerak ekonomi rakyat yang perlu mendapat perhatian.
“Mama-mama di Pasar Wosi ini adalah penggerak ekonomi rakyat yang sesungguhnya. Lewat Hekrafnas, kami ingin menunjukkan bahwa ekonomi kreatif juga berarti peduli dan berbagi dengan sesama,” ungkapnya.
Di Sumatera Utara, perayaan Hekrafnas dikemas melalui Nusantara Creative Week 2026 yang berlangsung selama dua menghadirkan bazar UMKM, peragaan busana, Nusantara Fun Walk, donor darah, serta penyerahan simbolis sertifikat kekayaan intelektual (HaKI).
Salah satu agenda utamanya adalah pemilihan Putri Ekonomi Kreatif Sumatera Utara 2026 yang diraih Feny Row, selaku penata rias atau make-up artist (MUA) sekaligus penari tradisional dan modern.
Ketua DPW Gekrafs Sumatera Utara, Fadhullah menyebut Hekrafnas sebagai momentum untuk merayakan sekaligus memperkuat semangat para pelaku ekonomi kreatif.
“Hekrafnas adalah hari rayanya para pelaku ekonomi kreatif,” ujarnya.
Di Sulawesi Selatan, ribuan warga berjalan sejauh tiga kilometer menyusuri kawasan bersejarah Sungguminasa menuju Istana Balla Lompoa, bekas istana Kerajaan Gowa. Kegiatan tersebut memadukan aktivitas masyarakat dengan pengenalan sejarah dan potensi daerah.
Ketua DPW Gekrafs Sulawesi Selatan, Andi Rahmat Manggabarani, menyiapkan program Kontainer Merah Putih untuk menghimpun produk unggulan dari berbagai daerah di Sulawesi Selatan agar dapat dipasarkan bersama ke pasar ekspor.
Selain itu, fasilitasi perlindungan HaKI bersama Kementerian Hukum turut menjadi bagian dari upaya pengembangan pelaku kreatif.
Pelaksana Tugas Bupati Gowa, Darmawangsyah Muin, menyebut Madu Gowa telah memasuki pasar India dan China. Sementara itu, Sekretaris Pelaksana Hekrafnas Sulawesi Selatan, Multazam Ahmad Tawalla, menilai pelaku kreatif daerah membutuhkan dukungan agar karya mereka semakin dikenal dan memiliki peluang berkembang.
“Pekerja kreatif di daerah tidak kekurangan bakat. Yang sering kurang adalah panggung, perlindungan, dan pengakuan,” katanya.
Di Jombang, Jawa Timur, masyarakat mengikuti jalan sehat, pameran batik Nusantara, dan pasar kuliner khas Jawa Timur. Transaksi dalam kegiatan tersebut tercatat menggunakan sistem pembayaran digital QRIS.
Ketua DPW Gekrafs Jawa Timur, Rian Septrianto Maulana, mengatakan kegiatan tersebut menjadi kesempatan bagi masyarakat untuk menikmati aktivitas bersama keluarga sekaligus mengenal dan membeli produk lokal.
“Sambil berolahraga bersama keluarga, masyarakat juga ikut membeli produk lokal dan mengenal batik daerahnya sendiri,” ujarnya.
Sementara itu, di Kotabaru, Kalimantan Selatan, warga mengikuti jalan sehat sejauh lima kilometer di kawasan Siring Laut, yang menjadi rute terpanjang dibandingkan daerah lainnya.
Di Mataram, Nusa Tenggara Barat, halaman Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif NTB diramaikan oleh komunitas cosplay Banzai Mataram, senam massal, dan pertunjukan musik langsung.
Gekrafs NTB juga mendorong lahirnya peraturan daerah tentang ekonomi kreatif di 10 kabupaten/kota untuk memperkuat ekosistem kreatif di tingkat lokal.
Adapun di Ternate, Maluku Utara, generasi muda diajak menjelajahi benteng-benteng bersejarah melalui kegiatan Kololi Benteng dengan memadukan aktivitas kreatif dengan pengenalan warisan sejarah daerah. (raa/dpi)
Load more