GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Harga Minyak Menetap Beragam di Tengah Melemahnya Dolar Amerika Serikat

Harga minyak beragam pada akhir perdagangan Kamis (1/12/2022), dengan minyak mentah AS naik untuk keempat sesi berturut-turut, di tengah pelemahan greenback.
Jumat, 2 Desember 2022 - 06:14 WIB
Ilustrasi - Pekerja melakukan pengecekan pompa angguk yang beroperasi di Lapangan Duri
Sumber :
  • Antara

New York, Amerika Serikat - Harga minyak beragam pada akhir perdagangan Kamis (Jumat pagi WIB), dengan minyak mentah AS naik untuk keempat sesi berturut-turut, di tengah pelemahan greenback, data manufaktur AS yang meresahkan serta ketidakpastian atas tindakan OPEC+ selanjutnya.

Harga minyak mentah berjangka West Texas Intermediate (WTI) untuk pengiriman Januari bertambah 67 sen atau 0,8 persen, menjadi menetap di 81,22 dolar AS per barel di New York Mercantile Exchange.
Minyak mentah berjangka Brent untuk pengiriman Februari turun 9 sen atau 0,1 persen, menjadi ditutup di 86,88 dolar AS per barel di London ICE Futures Exchange.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Indeks dolar, yang mengukur greenback terhadap enam mata uang utama lainnya, merosot 1,15 persen menjadi 104,7300 pada akhir perdagangan Kamis (1/12/2022), mendorong kenaikan harga minyak.

Pada Rabu (30/11/2022), WTI dan Brent masing-masing melonjak 3,0 persen dan 2,9 persen, setelah data menunjukkan penurunan hampir 13 juta barel dalam persediaan minyak mentah AS selama pekan yang berakhir 25 November.

Sementara itu, laporan Reuters mengatakan bahwa pemerintah Uni Eropa untuk sementara telah menyetujui 60 dolar AS per barel karena batas harga minyak lintas laut Rusia, juga meredam kenaikan harga minyak.

Batas yang diusulkan, dengan mekanisme penyesuaian untuk mempertahankannya pada 5,0 persen di bawah harga pasar minyak, masih lebih tinggi dari perkiraan banyak orang, mempersempit peluang pembalasan Rusia dalam bentuk pengurangan produksi atau ekspor.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Minyak dan aset berisiko lainnya tertatih-tatih oleh penurunan indeks manufaktur AS di bawah level kunci 50 poin, yang pertama dalam hampir 2,5 tahun. Indeks manajer pembelian manufaktur S&P Global AS berada di 47,7 pada November, turun 2,7 poin dari pembacaan Oktober. Angka tersebut menunjukkan penurunan paling tajam sejak Juni 2020.

Pedagang juga menunggu Organisasi Negara-negara Pengekspor Minyak dan sekutunya, yang secara kolektif dikenal sebagai OPEC+, karena kelompok tersebut akan bertemu pada 4 Desember. Pada Oktober, aliansi minyak setuju untuk mengurangi target produksinya sebesar 2 juta barel per hari mulai November untuk menopang harga. (ant/ade)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pramono Anung: Jakarta Siap Sambut Pendatang Baru, Tak Ada Operasi Yustisi

Pramono Anung: Jakarta Siap Sambut Pendatang Baru, Tak Ada Operasi Yustisi

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung menjelaskan, pihaknya bersiap diri menyambut kedatangan para pendatang baru dari kampung yang ingin bekerja di Jakarta. 
Isi Pertemuan Prabowo dengan Megawati Dibocorkan Hasto

Isi Pertemuan Prabowo dengan Megawati Dibocorkan Hasto

Isi pertemuan Presiden Prabowo Subianto dengan Ketua Umum PDIP sekaligus Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri dibocorkan Sekjen PDIP, Hasto Kristiyanto.
Semakin Memanas, Iran Bombardir Pangkalan Militer Inggris di Samudera Hindia

Semakin Memanas, Iran Bombardir Pangkalan Militer Inggris di Samudera Hindia

Iran dilaporkan meluncurkan serangan dengan dua rudal balistik ke pangkalan militer Inggris yang digunakan Amerika Serikat di Pulau Diego Garcia, di tengah-tengah Samudra Hindia.
Penahanan Gus Yaqut Dialihkan KPK ke Tahanan Rumah Sejak Kamis Malam

Penahanan Gus Yaqut Dialihkan KPK ke Tahanan Rumah Sejak Kamis Malam

Belakangan ini publik mempertanyakan terkait menghilangnya mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut dari Rumah Tahanan (Rutan) KPK
Terungkap, Alasan Utama Menkeu Purbaya Tidak Suntik Modal ke Agrinas Pangan

Terungkap, Alasan Utama Menkeu Purbaya Tidak Suntik Modal ke Agrinas Pangan

Terungkap, alasan Utama Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tidak akan memberikan penyertaan modal negara ke Agrinas Pangan Nusantara dalam mengerjakan program Koperasi
Anies Baswedan Berkomentar Menohok soal Kasus Aktivis KontraS Andrie Yunus

Anies Baswedan Berkomentar Menohok soal Kasus Aktivis KontraS Andrie Yunus

Kasus aktivis KontraS Andrie Yunus masih menyedot perhatian publik. Bahkan menuai komentar menohok eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Diketahui, bebergai

Trending

3 Hal yang akan Terjadi jika Timnas Indonesia Berhasil Keluar sebagai Juara di FIFA Series 2026

3 Hal yang akan Terjadi jika Timnas Indonesia Berhasil Keluar sebagai Juara di FIFA Series 2026

Jika Timnas Indonesia berhasil meraih kemenangan dalam rangkaian turnamen FIFA Series 2026, setidaknya ada tiga hal bersejarah yang akan terjadi. Apa saja itu?
Semakin Memanas, Iran Bombardir Pangkalan Militer Inggris di Samudera Hindia

Semakin Memanas, Iran Bombardir Pangkalan Militer Inggris di Samudera Hindia

Iran dilaporkan meluncurkan serangan dengan dua rudal balistik ke pangkalan militer Inggris yang digunakan Amerika Serikat di Pulau Diego Garcia, di tengah-tengah Samudra Hindia.
Idul Fitri Sudah Berlalu, Boleh atau Tidak Puasa Syawal Tidak Berurutan? Buya Yahya Beri Penjelasannya

Idul Fitri Sudah Berlalu, Boleh atau Tidak Puasa Syawal Tidak Berurutan? Buya Yahya Beri Penjelasannya

Buya Yahya mengambil penjelasan dari Mazhab Imam Syafi'i. Di dalamnya, hukum puasa Syawal selama enam hari tidak dilakukan secara berturut-turut masih sah.
Suara Hati Megawati Hangestri Jelang Final Four Proliga 2026

Suara Hati Megawati Hangestri Jelang Final Four Proliga 2026

Megawati Hangestri memaknai momen Lebaran sebagai waktu untuk pulang, mengenang, dan memperkuat mental jelang Final Four Proliga 2026. Megatron
Penahanan Gus Yaqut Dialihkan KPK ke Tahanan Rumah Sejak Kamis Malam

Penahanan Gus Yaqut Dialihkan KPK ke Tahanan Rumah Sejak Kamis Malam

Belakangan ini publik mempertanyakan terkait menghilangnya mantan Menteri Agama (Menag) Yaqut Cholil Qoumas alias Gus Yaqut dari Rumah Tahanan (Rutan) KPK
Terungkap, Alasan Utama Menkeu Purbaya Tidak Suntik Modal ke Agrinas Pangan

Terungkap, Alasan Utama Menkeu Purbaya Tidak Suntik Modal ke Agrinas Pangan

Terungkap, alasan Utama Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa tidak akan memberikan penyertaan modal negara ke Agrinas Pangan Nusantara dalam mengerjakan program Koperasi
Anies Baswedan Berkomentar Menohok soal Kasus Aktivis KontraS Andrie Yunus

Anies Baswedan Berkomentar Menohok soal Kasus Aktivis KontraS Andrie Yunus

Kasus aktivis KontraS Andrie Yunus masih menyedot perhatian publik. Bahkan menuai komentar menohok eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. Diketahui, bebergai
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT