News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Harga Jual Anjlok, Peternak Jangkrik di Pati Gigit Jari

Sempat melonjak diharga Rp.50 ribu per kilogram, harga jual jangkrik sebagai pakan burung kicau dan ikan hias kini anjlok menjadi Rp16 ribu per kilogram.
Selasa, 5 Oktober 2021 - 10:02 WIB
Pembudidaya jangkrik di Desa Bumiharjo Kec. Winong Kab. Pati, Jawa Tengah memanen jangkrik, Selasa (5/10/2021)
Sumber :
  • Tim tvOne - Abdul Rohim

Pati, Jawa Tengah - Setelah tiga bulan lalu sempat melonjak diharga Rp.50 ribu per kilogram, harga jual jangkrik sebagai pakan burung kicau dan ikan hias kini anjlok menjadi Rp16 ribu per kilogram. 

Salah seorang pembudidaya jangkrik, Hanif Fatoni, menuturkan, sejak sebulan terakhir harga jual jangkrik mengalami terjun bebas. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“tiga bulan lalu harga jangkrik dikisaran Rp 50 ribu per kilogram, namun sejak sebulan terakhir harganya terus mengalami penurunan. Dan puncaknya saat ini harganya anjlok hanya Rp 16 rupiah per kilogramnya,” Ujar Hanif Fatoni.

Fatoni mengaku, bila dikalkulasi hasil panen dengan harga jual yang sekarang, tidak menutup modal yang sudah dikeluarkan. Belum lagi pengeluaran untuk pakan tambahan dan tenaga.  

“Untuk harga bibit telur saja masih terbilang tinggi yakni Rp 200 ribu per kilogram, dan hanya bisa ditebar pada dua kotak kandang saja. Sementara untuk harga pakan (voer) Rp 400 ribu per zak ukuran 50 kilogram hanya cukup untuk pakan satu kotak saja dalam sebulan panen. Padahal, satu kotak maksimal hanya menghasilkan panen 50 sampai 60 kilogram saja," keluhnya.

Pembudidaya jangkrik lainnya, Teguh Prasetyo berharap harga kembali normal, dengan campur tangan pemerintah. Sehingga dapat mendongkrak harga jual. 

“Selama ini, para pembudidaya jangkrik masih ketergantungan dengan para tengkulak dalam menjual hasil beternak jangkrik,” kata Teguh Prasetya.

Para peternak jangkrik menduga anjloknya harga jual jangkrik ini disebabkan karena melimpahnya stok jangkrik karena musim panen jangkrik

Anjloknya harga jual jangkrik saat ini menjadi pukulan telak bagi para pembudiaya jangkrik di Desa Bumiharjo Kecamatan Winong Kabupaten Pati Jawa Tengah. 

Pasalnya, ini merupakan satu-satunya sumber mata pencaharian yang diharapkan dapat menopang perekonomian keluarga di masa pandemi saat ini. 

Sedikitnya ada sekitar 40 warga di desa setempat yang menggantungkan hidupnya dengan membudidayakan jangkrik. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk menaikkan harga jual jangkrik, para peternak jangkrik di Desa Bumiharjo, Kecamatan Winong, Kabupaten Pati sudah berupaya mencari pengepul hingga ke berbagai daerah. Namun hasilnya nihil, kalaupun ada harga jualnya masih rendah.

Untuk menghindari kerugian yang lebih besar, sejumlah pembudidaya jangkrik memilih untuk berhenti sementara waktu membudidayakan jangkrik hingga harga normal kembali. (Abdul Rohim/Buz)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.
Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

IAW soroti penerimaan Bea Cukai yang terkontraksi, desak audit forensik dan reformasi sistemik untuk cegah kebocoran puluhan triliun.

Trending

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

Akhirnya PSSI Jawab Persoalan Status WNI 4 Pemain Timnas Indonesia di Eredivisie

PSSI menegaskan polemik yang menimpa sejumlah pemain naturalisasi Timnas Indonesia di Belanda tidak berkaitan dengan status mereka sebagai Warga Negara Indonesi
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Terungkap, Atlet Indonesia Tolak Tawaran Naturalisasi dari Turki, FPTI: Mungkin Bisa Sampai 3

Ketua Umum Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyebut atlet panjat tebing Indonesia menolak tawaran naturalisasi dari Turki.
Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Pembonceng Motor Tewas di Kalideres Jakbar Diduga Ditabrak Truk TNI, Polisi Selidiki Bersama POM TNI

Polisi mengungkap fakta baru dibalik insiden tewasnya pembonceng sepeda motor berinisial AM (50), usai motornya ditabrak oleh truk, Jalan Utan Jati Arah Timur
Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

Penerimaan Bea Cukai Tertekan, IAW Desak Audit Total untuk Tutup Kebocoran Negara

IAW soroti penerimaan Bea Cukai yang terkontraksi, desak audit forensik dan reformasi sistemik untuk cegah kebocoran puluhan triliun.
Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!

Langkah Tegas Dedi Mulyadi Berantas Nepotisme di Proyek Perbaikan Rumah Tidak Layak Huni, Lebih Transparan!

Dedi Mulyadi siapkan sistem transparan untuk program rutilahu di Jawa Barat. Nepotisme diputus, masyarakat kini bisa ajukan bantuan rumah secara transparan.
Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Belum Lama Beri Diskon, Dedi Mulyadi Kini Mudahkan Warga Jabar Bayar Pajak Kendaraan: Jika Sulit Bisa Curhat Online

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi (KDM) menyediakan aplikasi Curhat Samsat Jabar untuk menyelesaikan keluhan warga Jabar yang sulit bayar pajak kendaraan (PKB).
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT