GULIR UNTUK LIHAT KONTEN
News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

KDM Kaget Bukan Main Lihat Isi Dompet Tukang Becak di Cirebon, Dedi Mulyadi: Ini Contoh Orang Hebat

Kang Dedi Mulyadi atau KDM, sangat kaget melihat isi dompet dari seorang tukang becak di Cirebon. Bagaimana reaksi dari Gubernur Jawa Barat dalam momen tersebut
Selasa, 17 Maret 2026 - 12:08 WIB
Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi (KDM)
Sumber :
  • Taufik Hidayat/tvOnenews.com

tvOnenews.com - Kang Dedi Mulyadi (KDM) terlihat kaget ketika mengetahui isi dompet dari seorang tukang becak di Cirebon.

Kejadian unik ini diunggah melalui kanal YouTube Kang Dedi Mulyadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di dalam unggahan tersebut, terlihat aktivitas KDM yang sedang melakukan kunjungan ke daerah Cirebon ditemani beberapa perangkat daerah dan juga dihadiri Menteri Perhubungan.

Kang Dedi Mulyadi kemudian berbincang-bincang dengan salah seorang tukang becak yang hadir dalam kegiatan tersebut.

Diketahui bahwa tukang becak tersebut bernama Aki Surip. 

KDM lantas penasaran dengan isi dompet Aki Surip.

Melihat isi dompet Aki Surip, KDM begitu terkejut karena menemukan uang yang cukup banyak di dalamnya senilai jutaan rupiah.

"Oh duitnya banyak ini," ujar Kang Dedi Mulyadi dalam kanal YouTube pribadinya, seperti dilansir tvOnenews.com.

KDM langsung bertanya uang apa saja yang ada di dalam dompet Aki Surip.

gubernur-jawa-barat-dedi-mulyadi-kdm-tinjau-mobil-dinas-mercedes-benz-yang-ditransformasi-menjadi-ambulans.jpg">

"Ini duit apa?" tanya KDM.

Aki Surip menjawab pertanyaan sang Gubernur Jawa Barat tersebut dengan menyebutkan bahwa itu uang yang dititipkan oleh anaknya untuk dibelikan baju untuk cucunya yang kebetulan dirawat bersamanya di Cirebon.

"Titipan buat beli itu, bajunya cucu," jawab Aki Surip.

"Anak yang nomor satu tuh," lanjutnya.

Kemudian Aki Surip juga menjelaskan kepada Kang Dedi Mulyadi bahwa uang yang dititipkan tersebut berjumlah Rp1 juta.

KDM pun heran mengapa anak Aki Surip tidak membelikan langsung dan hanya menitipkan ke ayahnya.

"Kenapa enggak dibeliin sama dia?" tanya KDM.

Aki Surip menerangkan bahwa sang anak menitipkan uang ke dirinya karena sedang sibuk bekerja di Jakarta.

"Dia sibuk, di Jakarta, di Kranji," ungkap AKi Surip.

Ada dua orang cucu yang tinggal bersama Aki Surip dan kini bersekolah di kelas 1 SD.

Kemudian KDM kembali terkejut karena ternyata di dalam dompet Aki Surip masih ada uang lainnya yang tak kalah sedikit jumlahnya.

"Lah ini banyak lagi, ini duit apa?" tanya KDM.

Aki Surip mengungkapkan bahwa kali ini uang tersebut adalah milik ia pribadi yang akan digunakan untuk membelikan baju istrinya.

"Duit saya," ungkap Aki Surip.

"Ini buat beli baju istri," lanjutnya.

Kang Dedi Mulyadi penasaran dari mana uang senilai Rp2 juta tersebut.

"Hebat, ngumpulinnya dari mana? tanya KDM penasaran.

Ternyata, uang tersebut berhasil dikumpulkan dan ditabung oleh Aki Surip dari pekerjaannya menarik becak dan disimpan di jok becaknya.

"Ngebecak," ungkap Aki Surip.

Aki Surip juga menjelaskan bahwa uang tersebut adalah hasil keringatnya selama setahun setengah ini.

"Ini setahun setengah," ujar Aki Surip.

KDM tampak takjub dengan semangat Aki Surip dalam mencari nafkah dan menabung meski harus kerja keras sebagai tukang becak.

"Keprok dong, hebat," kata KDM.

"Jadi selama setahun setengah nyimpen buat lebaran," lanjutnya.

Uang tersebut terkumpul setelah Aki Surip menyisihkan sekitar 20 hingga 50 ribu sehari dari hasil kerja kerasnya menarik becak.

Melihat semangat kerja keras Aki Surip, Kang Dedi Mulyadi memberikan pujian.

"Ini contoh orang hebat, tiap hari ngumpulin 20, 10 30, 50, buat lebaran, udah lebaran dapat THR, THR-nya dari jok becak," puji Kang Dedi Mulyadi.

"Tepuk tangan nih, hebat nih," lanjutnya. 

Kisah Aki Surip tentu menjadi sebuah motivasi, gambaran seorang ayah yang tidak kenal lelah mencari nafkah setiap hari sehingga berhasil mendapatkan hasil yang manis di kemudian hari meski harus banting tulang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

(far)

 

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Bank Indonesia Catat Indeks Keyakinan Konsumen Naik Tipis, Tapi Alarm Pelemahan Ekonomi Mulai Terlihat

Bank Indonesia Catat Indeks Keyakinan Konsumen Naik Tipis, Tapi Alarm Pelemahan Ekonomi Mulai Terlihat

Kepercayaan masyarakat terhadap ekonomi masih berada di zona optimistis, tetapi laju optimismenya mulai kehilangan tenaga dalam beberapa bulan terakhir.
Berpotensi Kembali ke Manchester United, Begini Jawaban Marcus Rashford soal Masa Depannya di Barcelona

Berpotensi Kembali ke Manchester United, Begini Jawaban Marcus Rashford soal Masa Depannya di Barcelona

Marcus Rashford berbicara mengenai masa depannya di Barcelona setelah keberhasilan meraih gelar juara Liga Spanyol. Sang penyerang bisa kembali ke Manchester United di akhir musim.
Dinkes Ungkap Ada 4 Kasus Hantavirus di Jakarta pada 2026, Tiga Pasien Sudah Sembuh

Dinkes Ungkap Ada 4 Kasus Hantavirus di Jakarta pada 2026, Tiga Pasien Sudah Sembuh

Dinkes DKI Jakarta mengungkap empat kasus Hantavirus ditemukan pada 2026, tiga pasien sembuh dan satu lainnya masih berstatus suspek.
“Kayak Dikasih Angin Segar”, Truk Tambang Bogor Kembali Ramai Melintas usai Wacana Tambang Dibuka Lagi

“Kayak Dikasih Angin Segar”, Truk Tambang Bogor Kembali Ramai Melintas usai Wacana Tambang Dibuka Lagi

Warga Parung Panjang dan Bogor Barat kembali resah usai truk tambang ramai melintas setelah muncul wacana pembukaan kembali tambang berizin.
Siasat Licik Kiai Ashari Demi Cabuli Puluhan Santriwati Ponpes Ndholo Kusumo

Siasat Licik Kiai Ashari Demi Cabuli Puluhan Santriwati Ponpes Ndholo Kusumo

Kasus dugaan pelecehan seksual yang mengguncang Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, Jawa Tengah, memasuki babak baru. Kiai Ashari sosok pengasuh ...
Fenomena Confirmation Bias, Membentuk Cara Publik Menilai Konflik Publik Figur

Fenomena Confirmation Bias, Membentuk Cara Publik Menilai Konflik Publik Figur

Fenomena masyarakat yang cepat membentuk opini terhadap konflik figur publik dinilai semakin kuat di era digital. 

Trending

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Pengakuan Mengejutkan Santriwati: Dugaan Pencabulan oleh Kiai Ashari Berulang, Korban Capai 50 Orang

Dugaan pencabulan yang dilakukan Kiai Ashari di Pondok Pesantren Ndholo Kusumo, Kabupaten Pati, semakin terkuak setelah pengakuan korban dalam podcast Densu.
KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM Tak Habis Pikir, Sudah Ditawari Jadi Pegawai PU Jabar, Ribuan Eks Pekerja Tambang Bogor Tidak Ada yang Daftar

KDM mengaku telah menawarkan solusi agar para eks pekerja tambang tersebut beralih profesi menjadi tenaga kebersihan di bawah naungan Dinas Pekerjaan Umum Jabar
Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari Ternyata Sudah Lama Dinilai Janggal, Santriwati Sering Diajak Lakukan Ini saat Malam Hari

Gerak-gerik Kiai Ashari pengasuh Ponpes Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah ternyata sudah lama dinilai janggal, santriwati sering diajak lakukan ini saat malam.
Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Resmi! Hyundai Hillstate Rekrut Megawati Hangestri untuk Liga Voli Korea 2026-2027

Hyundai Hillstate akhirnya resmi mengumumkan telah merekrut Megawati Hangestri untuk tampil di Liga Voli Korea 2026-2027.
Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Kesaksian Korban Ponpes di Pati Bikin Merinding, Mengaku Hanya Bisa Merem saat Tidur Sekamar dengan Pelaku

Pengakuan korban Ponpes di Pati bikin merinding usai mengaku hanya bisa merem saat diajak tidur sekamar dengan dalih penyembuhan batin. Simak pengakuannya!
Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, TPST Bantargebang Hanya Terima Sampah Residu: Warga Jakarta Wajib Pilah dari Rumah

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang direncanakan hanya akan menampung sampah residu. 
Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Sejak Awal Ponpes Berdiri, Orangtua Korban Sudah Curiga dengan Kelakuan Kiai Cabul: yang Diajak Selalu Santriwati

Oknum Kiai berinisial AS (51) atau Ashari ditetapkan sebagai tersangka. Korban merupakan santriwati Pondok Pesantren (Ponpes) Ndholo Kusumo, Pati, Jawa Tengah
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT