News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Masih Kokoh Berdiri Sejak Jaman Kolonial, Jembatan di Ciamis Ini Berusia 128 Tahun

Konstruksi utama jembatan Cirahong yang memiliki panjang 202 Meter & tinggi 90 meter, hingga saat ini belum pernah diperbaiki karena kondisinya yang masih kokoh.
  • Reporter :
  • Editor :
Minggu, 22 Agustus 2021 - 16:57 WIB
Jembatan Cirahong yang melintasi sungai Citanduy
Sumber :
  • tim tvOne

Ciamis, Jawa Barat –  Bagi masyarakat Priangan Timur khususnya Kabupaten Ciamis, sudah tidak asing dengan jembatan Cirahong, yang melintasi sungai Citanduy. Jembatan berusia 128 tahun ini, masih digunakan warga setempat untuk beraktifitas.

Jembatan Cirahong dengan panjang 202 meter  dan tinggi 90 meter dari permukaan sungai Citanduy, hingga kini masih kokoh berdiri. Konstruksi utama jembatan Cirahong belum pernah diperbaiki karena kondisinya yang masih kokoh dan layak digunakan. Perbaikan hanya dilakukan di bagian tengah jembatan yang terbuat dari kayu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di bagian atas jembatan merupakan jalur kereta api dari arah Bandung menuju Jawa Tengah dan Jawa Timur. Sementara dibagian tengah jembatan merupakan jalur perlintasan kendaraan.

Jarak tempuh tempuh yang lebih dekat dibanding harus melintasi jalur utama lintas selatan, menjadikan jembatan ini menjadi pilihan favorit warga kedua wilayah yang dihubungkan jembatan yang telah berusia lebih dari satu abad ini.

Tak hanya karena jarak yang lebih dekat dengan melintasi jembatan Cirahong, melintasi jembatan ini, kita akan dimanjakan dengan panorama alam indah yang membentang  dan menakjubkan.

Arus lalu lintas di jembatan Cirahong diatur oleh warga setempat dengan sistem buka tutup atau bergiliran. Biasanya ini dilakukan pada saat akhir pecan.

 “Terutama kalau akhir pekan, kendaraan dari dua arah selalu ramai 24 jam dan petugas dibagi dua tim,” Jelas penjaga jembatan Cirahong, Aceng Suhendar kepada tvonenews.com, Kamis(19/8).

Keberadaan jembatan Cirahong, adalah upaya Bupati Galuh Ciamis yang saat itu dijabat oleh Raden Adipati Aria Kusumadiningrat. Saat itu, tahun 1893 kolonial Belanda membangun jalur kereta api di Selatan Jawa barat untuk keperluan pengankutan logistik dan penumpang, dan wilayah Ciamis tidak akan dilewati jalur kereta tersebut, kerena secara geografis wilayah ciamis terlalu sulit karena perbukitan dan bentangan sungai Citanduy yang panjang akan menghabiskan biaya yang banyak saat itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Atas rencana kolonial belanda tersebut,  mendorong Bupati Galuh Ciamis langsung menemui pemerintah Belanda dan meminta agar jalur kereta api bisa melintasi wilayah Kabupaten Ciamis. Apalagi pada saat itu, Ciamis  merupakan salah satu sentra penghasil perkebunan yang tinggi seperti getah karet.

 Mendengar penjelasn Bupati Galuh Ciamis, Akhirnya pemerintah Belanda membuat skema pembangunan jalur kereta api yang melintasi sungai Citanduy dengan  membangun jembatan Cirahong. Meski memakan biaya yang sangat besar, pembangunan jembatan Cirahong ini dinilai seimbang lantaran wilayah Kabupaten Ciamis yang strategis pada saat itu sebagai penghasil getah karet. (Aditya Tri Wahyudi/mii)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kronologi Truk TNI Tabrak Pemotor hingga Tewas di Kalideres Versi Kadispenad

Kronologi Truk TNI Tabrak Pemotor hingga Tewas di Kalideres Versi Kadispenad

Truk TNI tabrak pengendara motor di Kalideres, Jakarta Barat hingga menyebabkan seorang perempuan tewas akibat kecelakaan itu. Kadispenad ungkap kronologinya.
Amerika Serang PLTN Bushehr, Iran: Radioaktif akan Hancurkan Arab

Amerika Serang PLTN Bushehr, Iran: Radioaktif akan Hancurkan Arab

Serangan Amerika dan Israel terhadap Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN) Bushehr justru akan berdampak menghancurkan kehidupan di ibu kota negara-negara Teluk Persia
Tiga Prajurit TNI Masih Dirawat di Lebanon, Komandan PMPP Jamin Keselamatan Pasukan Perdamaian UNIFIL

Tiga Prajurit TNI Masih Dirawat di Lebanon, Komandan PMPP Jamin Keselamatan Pasukan Perdamaian UNIFIL

Komandan Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI Mayjen Iwan Bambang Setiawan menjenguk prajurit TNI yang terluka akibat serangan pada UNIFIL, di Lebanon.
Rayakan Hasil Panen, Warga Gandaria Utara Gelar "Makan Bareng Bergizi"

Rayakan Hasil Panen, Warga Gandaria Utara Gelar "Makan Bareng Bergizi"

Warga RT 11/RW 07 Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan merayakan keberhasilan program ketahanan pangan dengan menggelar acara "Makan Bareng Bergizi".
Viral Seruan Gulingkan Prabowo, DPR hingga Hasan Nasbi Kecam Omongan Saiful Mujani: Hati-hati Berbicara

Viral Seruan Gulingkan Prabowo, DPR hingga Hasan Nasbi Kecam Omongan Saiful Mujani: Hati-hati Berbicara

Anggota DPR RI Firman Soebagyo hingga mantan Kepala PCO Hasan Nasbi memberikan reaksi keras terhadap pernyataan kontroversial Saiful Mujani yang diduga menyerukan untuk menjatuhkan Prabowo.
Saatnya Berbahagia, 4 Shio Ini Diprediksi Bakal Keluar dari Masa Sulit

Saatnya Berbahagia, 4 Shio Ini Diprediksi Bakal Keluar dari Masa Sulit

Kabar baik! Empat shio ini diprediksi keluar dari masa sulit pada 6 April 2026. Simak siapa saja dan bagaimana perubahan positif mulai terjadi pada mereka.

Trending

Orang Tua Siswa SMK IDN Bogor Tak Tinggal Diam, Laporkan Dugaan Maladministrasi Pemprov Jabar ke Ombudsman

Orang Tua Siswa SMK IDN Bogor Tak Tinggal Diam, Laporkan Dugaan Maladministrasi Pemprov Jabar ke Ombudsman

Polemik pencabutan izin operasional SMK Islamic Development Network (IDN) Boarding School Jonggol, Bogor makin berlarut. Para orang tua siswa datangi Ombudsman.
Selepas Main Bola di Lombok, Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Kedapatan Temui Ayah Emil Audero

Selepas Main Bola di Lombok, Pelatih Timnas Indonesia John Herdman Kedapatan Temui Ayah Emil Audero

Setelah ikut main bola bareng pemuda setempat, kunjungan pelatih Timnas Indonesia John Herdman ke Lombok kali ini bertemu dengan Edy Mulyadi, ayah Emil Audero.
Susul Justin Hubner, Satu Pemain Abroad Timnas Indonesia Tiba-Tiba Menghilang usai FIFA Series 2026

Susul Justin Hubner, Satu Pemain Abroad Timnas Indonesia Tiba-Tiba Menghilang usai FIFA Series 2026

Satu pemain abroad Timnas Indonesia mendadak menghilang setelah gelaran FIFA Series 2026. Sebelumnya, Justin Hubner juga telah menghilang karena skandal yang tengah terjadi di Liga Belanda.
Yeum Hye-seon Tinggalkan Megawati Hangestri Usai Nonton Final Four Proliga 2026, Volimania Indonesia Patah Hati

Yeum Hye-seon Tinggalkan Megawati Hangestri Usai Nonton Final Four Proliga 2026, Volimania Indonesia Patah Hati

Volimania Indonesia merasa patah hati setelah Yeum Hye-seon harus meninggalkan Megawati Hangestri usai menyaksikan aksi mantan rekan setimnya di final four Proliga 2026.
Kabar Buruk Timnas Indonesia, 3 Pilar Garuda Resmi Ditepikan Klub Belanda usai FIFA Series 2026 Imbas Kasus Paspoortgate

Kabar Buruk Timnas Indonesia, 3 Pilar Garuda Resmi Ditepikan Klub Belanda usai FIFA Series 2026 Imbas Kasus Paspoortgate

Sebanyak tiga pemain Timnas Indonesia resmi dicoret dari daftar susunan pemain klub mereka di Liga Belanda setelah polemik administrasi Paspoortgate mencuat.
Preman Kampung Berulah, Tuan Rumah Hajatan di Purwakarta Tewas Usai Dikeroyok Minta 'Jatah'

Preman Kampung Berulah, Tuan Rumah Hajatan di Purwakarta Tewas Usai Dikeroyok Minta 'Jatah'

Seorang tuan rumah hajatan di Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat tewas seusai dikeroyok oleh sejumlah preman kampung yang meminta 'jatah' ke tuan rumah hajatan.
Megawati Hangestri Sebut Satu Nama Penting di Balik Kemenangan Jakarta Pertamina Enduro atas Popsivo Polwan di Final Four Proliga 2026

Megawati Hangestri Sebut Satu Nama Penting di Balik Kemenangan Jakarta Pertamina Enduro atas Popsivo Polwan di Final Four Proliga 2026

Penampilan gemilang Megawati Hangestri menjadi sorotan usai Jakarta Pertamina Enduro menaklukkan Jakarta Popsivo Polwan pada lanjutan Final Four Proliga 2026.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT