News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Synchronize Fest 2026: Para Musisi Kompak Suarakan Karhutla, dari Doa hingga Sindiran Keras

Sejumlah musisi memanfaatkan penampilan mereka untuk menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada masyarakat di Kalimantan, Sumatera.
Sabtu, 17 Oktober 2026 - 14:34 WIB
Synchronize Fest 2026: Musisi Kompak Suarakan Karhutla, dari Doa hingga Sindiran Keras
Sumber :
  • Istimewa

Jakarta, tvOnenews.com - Panggung Synchronize Fest 2026 tidak hanya menjadi ruang bagi musisi untuk menghibur penonton, tetapi juga menyampaikan kepedulian terhadap persoalan lingkungan. 

Sejumlah musisi memanfaatkan penampilan mereka untuk menyoroti kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang berdampak pada masyarakat di Kalimantan, Sumatera, dan wilayah lainnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Efek Rumah Kaca, The Changcuters, Melly Goeslaw bersama Potret, Polka Wars, The Jansen, hingga Barasuara menyuarakan keprihatinan dengan cara berbeda. 

Ada yang mengajak penonton berdoa bagi warga terdampak, menyampaikan keresahan secara langsung, hingga melontarkan kritik melalui lirik dan visual panggung.

Synchronize Fest 2026: Musisi Kompak Suarakan Karhutla, dari Doa hingga Sindiran Keras
Synchronize Fest 2026: Musisi Kompak Suarakan Karhutla, dari Doa hingga Sindiran Keras
Sumber :
  • Istimewa

Pesan tersebut mewarnai hari pertama Synchronize Fest 2026 yang berlangsung di Gambir Expo Kemayoran, Jakarta, Jumat, 16 Oktober 2026. Festival yang digelar pada 16-18 Oktober 2026 ini mengusung tema It's Not Just a Festival, It's a Movement!.

Tema tersebut menegaskan bahwa festival musik tidak hanya berkaitan dengan pertunjukan dan hiburan, tetapi juga dapat menjadi ruang untuk menyuarakan persoalan sosial dan lingkungan.

Efek Rumah Kaca Ajak Penonton Doakan Korban Karhutla

Efek Rumah Kaca menjadi salah satu musisi yang menyelipkan pesan kepedulian terhadap korban karhutla di tengah penampilannya. Band yang beranggotakan Cholil Mahmud, Akbar Bagus Sudibyo, Poppie Airil, dan Reza Ryan itu mulai tampil sekitar pukul 15.30 WIB.

Selain membawakan lagu-lagu yang lekat dengan kritik sosial, Efek Rumah Kaca mengajak penonton mendoakan masyarakat yang terdampak kebakaran hutan.

"Kita perlu juga mendoakan yang (terkena) dampak dari pembakaran hutan," ujar vokalis Efek Rumah Kaca, Cholil Mahmud, di hadapan penonton.

Sebelumnya, band tersebut membuka penampilan dengan lagu "Di Udara" sebagai penghormatan kepada aktivis hak asasi manusia (HAM) Munir Said Thalib. Sejumlah penonton terlihat mengenakan topeng bergambar Munir dan Marsinah, menghadirkan suasana yang sarat pesan tentang perjuangan HAM dan ingatan publik.

Efek Rumah Kaca kemudian melanjutkan penampilan dengan lagu "Mosi Tidak Percaya", yang memuat kritik terhadap politisi dan pejabat yang dinilai kerap mengingkari janji. Mereka juga membawakan sejumlah lagu lain, termasuk "Putih", "Matilah Kau Mati", "Kau dan Aku Menuju Ruang Hampa", "Balerina", serta "Cinta Melulu".

The Changcuters Berharap Kebakaran Hutan Segera Berakhir

Pesan solidaritas terhadap masyarakat di luar Pulau Jawa juga disampaikan The Changcuters saat tampil di Dynamic Stage. Di sela-sela penampilan energik mereka, vokalis Tria Ramadhani mengajak penonton mendoakan warga yang terdampak bencana.

Tria awalnya berharap masyarakat yang berada di wilayah terdampak dapat segera pulih dan kembali menjalani aktivitas dengan aman.

"Mari kita doakan saudara-saudara kita yang ada di luar pulau ini. Semoga mereka cepat dipulihkan, teman-teman," kata Tria.

Ia kemudian secara langsung menyinggung kebakaran hutan yang terjadi. Dengan gaya bicara spontan, Tria berharap kebakaran segera berakhir dan tidak lagi menimbulkan dampak bagi masyarakat.

"Semoga kebakaran hutannya cepat berakhir," ujarnya, yang disambut jawaban "Aamiin!" dari penonton.

Tria kembali menyampaikan harapan agar kebakaran hutan segera berhenti. Ia juga melontarkan sindiran kepada pihak yang bertanggung jawab atas pembakaran hutan, yang disambut sorakan penonton.

Pernyataan tersebut menjadi salah satu momen ketika panggung musik digunakan untuk menyampaikan keresahan terhadap bencana lingkungan sekaligus menunjukkan solidaritas kepada masyarakat yang terdampak.

Melly Goeslaw dan Polka Wars Ikut Menyuarakan Keprihatinan

Melly Goeslaw, yang tampil bersama Potret, turut menyoroti kondisi lingkungan di Kalimantan dan sekitarnya. Di tengah penampilan yang menghadirkan lagu-lagu bernuansa nostalgia, Melly mengajak penonton mendoakan agar hujan segera turun.

"Mudah-mudahan Allah Subhanahu wa Ta'ala mengirimkan hujan secepatnya," ujar Melly.

Harapan tersebut disampaikan di tengah kekhawatiran terhadap kebakaran hutan dan dampaknya bagi masyarakat. Doa menjadi salah satu bentuk kepedulian yang disampaikan musisi kepada warga yang menghadapi situasi sulit akibat bencana tersebut.

Sementara itu, Polka Wars menyampaikan keresahan melalui pernyataan sang basis, Xandega atau Dega. Band indie rock asal Jakarta itu kembali tampil setelah sempat vakum selama empat tahun.

Dalam penampilannya di Forest Stage, Dega mengingatkan penonton bahwa kondisi lingkungan Indonesia sedang menghadapi persoalan serius.

"Indonesia lagi nggak baik-baik aja, dan forest (hutan) kita juga lagi kayak gitu," kata Dega.

Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan karhutla bukan sekadar isu yang jauh dari kehidupan penonton, melainkan persoalan lingkungan yang berdampak pada masyarakat dan kondisi hutan Indonesia.

The Jansen dan Barasuara Sampaikan Kritik Lewat Panggung

Synchronize Fest 2026: Musisi Kompak Suarakan Karhutla, dari Doa hingga Sindiran Keras
Synchronize Fest 2026: Musisi Kompak Suarakan Karhutla, dari Doa hingga Sindiran Keras
Sumber :
  • Istimewa

Berbeda dari musisi yang menyampaikan pesan melalui ucapan dan doa, The Jansen memilih pendekatan musikal. Band punk asal Bogor itu memelesetkan judul sekaligus lirik lagu mereka, "Langit Tak Seharusnya Biru", menjadi "Langit Tak Seharusnya Berasap".

Aksi tersebut diperkuat visual di layar panggung yang menampilkan kabut asap tebal dan kebakaran lahan. Perubahan lirik itu menghadirkan gambaran tentang kondisi langit dan lingkungan yang terdampak karhutla.

Sementara itu, Barasuara menyampaikan kritik melalui visual panggung saat tampil di District Stage. Band yang dipimpin Iga Massardi tersebut menampilkan tulisan berukuran besar: "Terbakar, Dibakar, Kalimantan, Sumatera".

Kalimat itu menyoroti kebakaran yang melanda dua wilayah tersebut sekaligus mengarahkan perhatian pada persoalan pembakaran hutan dan lahan. 

Aksi Barasuara menjadi salah satu bentuk penyampaian kritik lingkungan yang paling mencolok dalam pertunjukan hari pertama festival. Pesan tersebut hadir melalui perpaduan musik, visual, dan suasana panggung yang intens.

Beragam cara yang dipilih para musisi memperlihatkan bagaimana Synchronize Fest 2026 menjadi ruang untuk menyampaikan kepedulian terhadap persoalan di luar dunia musik. Dari ajakan berdoa hingga sindiran melalui lirik dan visual, isu karhutla mendapat tempat di hadapan ribuan penonton festival. (muu)

 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Gubernur Sulteng Anwar Hafid Dorong Penataan Tambang Emas Buol

Gubernur Sulteng Anwar Hafid Dorong Penataan Tambang Emas Buol

Gubernur Sulteng Anwar Hafid mendorong penataan tambang emas di Buol melalui IPR agar warga memperoleh manfaat ekonomi dengan menjaga kelestarian lingkungan.
Momen Ulang Tahun ke-75 Prabowo Tepat Dua Tahun Pemerintahan: Investasi Nasional Tumbuh hingga Hilirisasi Diperkuat

Momen Ulang Tahun ke-75 Prabowo Tepat Dua Tahun Pemerintahan: Investasi Nasional Tumbuh hingga Hilirisasi Diperkuat

Hilirisasi, industrialisasi, dan kemandirian energi terus menjadi prioritas pemerintah dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Link Live Streaming Persita Vs Persija Malam Ini: Shin Tae-yong Bidik 5 Kemenangan Beruntun

Link Live Streaming Persita Vs Persija Malam Ini: Shin Tae-yong Bidik 5 Kemenangan Beruntun

Link live streaming Persita vs Persija malam ini, Sabtu 17 Oktober 2026, pukul 19.00 WIB. Shin Tae-yong mengincar kemenangan kelima beruntun bersama Persija.
Perkuat Sinergi dengan Ulama, Kapolri Silaturahmi dengan Rais Aam PBNU di Surabaya

Perkuat Sinergi dengan Ulama, Kapolri Silaturahmi dengan Rais Aam PBNU di Surabaya

Pertemuan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat hubungan dan komunikasi antara Polri dengan para ulama serta tokoh agama.
Polisi Ungkap Pelaku Pencambukan di KPPG Bogor adalah Korwil SPPG Purwakarta

Polisi Ungkap Pelaku Pencambukan di KPPG Bogor adalah Korwil SPPG Purwakarta

Korban adalah pria inisial RAN yang merupakan Kepala SPPG Purwakarta, sedangkan pelaku inisial GD merupakan Koordinator Wilayah (Korwil) SPPG Purwakarta...
Hasil KOVO Cup 2026, Sabtu 17 Oktober: Hi Pass Tunjukan Dominasi! Hajar IBK Altos 3-0 untuk Amankan Tempat di Final

Hasil KOVO Cup 2026, Sabtu 17 Oktober: Hi Pass Tunjukan Dominasi! Hajar IBK Altos 3-0 untuk Amankan Tempat di Final

Hasil KOVO Cup 2026, Sabtu 17 Oktober laga semifinal kedua yang mempertemukan Hi Pass menghadapi runner up Pool A yakni IBK Altos di Jinnam Gymnasium, Yeosu.

Trending

Berbuat Asusila di Masjid Makkah, 2 WN Bangladesh Dihukum Mati oleh Arab Saudi

Berbuat Asusila di Masjid Makkah, 2 WN Bangladesh Dihukum Mati oleh Arab Saudi

Berbuat asusila di salah satu masjid Makkah, dua warga negara Bangladesh dijatuhi hukuman mati oleh Pemerintah Arab Saudi.
Dalam Semalam, Polisi Tangkap Dua Kades Terkait Narkoba

Dalam Semalam, Polisi Tangkap Dua Kades Terkait Narkoba

Satuan Reserse Narkoba Polresta Sumenep mengamankan dua kepala desa dalam pengungkapan kasus dugaan penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu, Jumat.
Daftar Film dan Sinetron yang Dibintangi Aron Ashab, Aktor yang Viral usai Mengaku Diculik 6 Bulan

Daftar Film dan Sinetron yang Dibintangi Aron Ashab, Aktor yang Viral usai Mengaku Diculik 6 Bulan

Daftar film dan sinetron yang dibintangi Aron Ashab, aktor yang viral usai lama menghilang, kini muncul dan mengaku diculik selama 6 bulan terakhir.
Uangnya Sudah Tercampur, Tong Biru Isi Rp934 Juta Ditemukan di Rumah Adik Bupati Klaten

Uangnya Sudah Tercampur, Tong Biru Isi Rp934 Juta Ditemukan di Rumah Adik Bupati Klaten

KPK mengungkap fakta baru terkait kasus dugaan korupsi yang menyeret Bupati Klaten Hamenang Wajar Ismoyo. Pelaksana Tugas Direktur Penyidikan KPK Achmad Taufik Husein mengatakan di dalam tong biru yang diboyong ke Jakarta ada uang sekitar Rp934 juta.
FIFA Sanksi Denda Rp361 juta dan Penutupan Tribun Laga Kandang Spanyol Karena Chant Anti Muslim Vs Mesir

FIFA Sanksi Denda Rp361 juta dan Penutupan Tribun Laga Kandang Spanyol Karena Chant Anti Muslim Vs Mesir

FIFA resmi menjatuhi sanksi pada Federasi Sepak Bola Spanyol (RFEF) berupa denda 20.000 dolar AS atau setara dengan Rp361 juta dan diwajibkan menutup sebagian tribun pada pertandingan kandang berikutnya.
KPK: HT untuk Penanganan Karhutla Termasuk yang Diduga Dikorupsi dalam Penggunaan Dana Siap Pakai BNPB

KPK: HT untuk Penanganan Karhutla Termasuk yang Diduga Dikorupsi dalam Penggunaan Dana Siap Pakai BNPB

KPK mengungkap fakta mengejutkan dibalik kasus dugaan korupsi penggunaan dana siap pakai BNPB. HT untuk penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) termasuk yang diduga dikorupsi.
Terdampak Karhutla, Dua Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dibatalkan

Terdampak Karhutla, Dua Penerbangan di Bandara Soekarno-Hatta Dibatalkan

Dua penerbangan dari dan menuju Bandara Soekarno-Hatta dibatalkan akibat gangguan jarak pandang imbas karhutla di sejumlah wilayah Indonesia. Pihak Bandara Soekarno-Hatta telah menyiapkan berbagai langkah mitigasi.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT