News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Waduh, Makan Nasi Campur Telur Ternyata Tidak Boleh Sembarangan? Ternyata Ada Caranya, dr Zaidul Akbar Bilang...

Telur adalah salah satu makanan yang lezat dan mudah dibuat ketika perut sedang lapar. Tapi ternyata tak boleh dicampur dengan nasi, dr Zaidul Akbar bilang...
Jumat, 16 Juni 2023 - 11:03 WIB
dr Zaidul Akbar
Sumber :
  • Kolase tvonenews

tvOnenews.comMakan nasi dengan dicampur telur ternyata tidak boleh, dr Zaidul Akbar mengungkapkan alasannya, ternyata…

Telur dadar atau telur mata sapi adalah salah satu menu makanan yang lezat dan mudah dibuat ketika perut sedang lapar. Tak banyak yang tahu ternyata telur tidak boleh bersamaan dicampur dengan nasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dr Zaidul Akbar mengungkapkan alasannya, ternyata orang jarang yang tahu tentang fakta ini.

Dilansir dari kanal Youtube dr Zaidul Akbar Official, makanan yang terlalu banyak ragamnya seperti karbohidrat dan protein yang berlebihan tidak baik untuk tubuh.

“Makanan yang sederhana tuh seperti apa? Jadi kalau misalkan Ibu Bapak makan dalam satu piring ada nasinya ada kentangnya. Kemudian ada ikan, ikan beneran ya. Ada telurnya kemudian ada tempenya. Kemudian ada sayurnya,” pungkas dr Zaidul Akbar.

Dr Zaidul Akbar menjelaskan bahwa makanan yang baik untuk kesehatan adalah makanan sederhana yang menunya tidak terlalu banyak macamnya.

“Itu kita bisa mengatakan terlalu berlebihan, protein yang berlebihan di situ. Ada karbohidrat berlebihan. Jadi, kalau ditanya makanan yang sederhana yang sederhana seperti apa? Yang tidak terlalu banyak ragamnya,” tutur dr Zaidul Akbar.

Menu makanan yang disukai Rasulullah SAW salah satunya adalah roti gandum dicampur kuah kari.

“Salah satu makanan kegemaran Rasulullah SAW adalah roti gandum yang dicampur dengan kuah kari. Itu kan sederhana ada karbohidrat, protein, dan bumbu juga,” jelas dr Zaidul Akbar. “Jadi kalau kita menerapkan pola-pola sederhana dalam keseharian, kalau saya pribadi tidak menyarankan makan nasi.”

Menurutnya, jika ingin mengonsumsi nasi maka janganlah terlalu banyak.

“Kecuali nasi putih yang sifatnya atau mungkin organik, tapi kalau saya lebih memilih nasi putih yang belum terolah dengan terlalu banyak seperti beras coklat,” ujar dr Zaidul Akbar.

Ternyata Makan Nasi dan Telur Tidak Boleh Sembarang, dr Zaidul Akbar Ungkap Caranya

Cara makan nasi yang baik adalah dua atau tiga sendok makan lalu dicampur sayur dan sambal.

“Jadi ambil sedikit mungkin dua tiga sendok makan ya bukan centong. Jadi, nasinya gak usah banyak-banyak. Di situ kemudian ada sayur tambah sambal sedikit,” ungkap dr Zaidul Akbar.

Pastikan untuk tidak mencampur terlalu banyak protein dalam satu piring.

“Jadi kalau kita memahami bahwa makanan itu misalkan ikan-ikan itu protein, tempe juga protein maka sebenarnya jangan-jangan dicampur sama gitu. Protein satu jenis saja ikan, telur, atau daging saja,” pungkas dr Zaidul Akbar.

Ia menyampaikan justru semakin sederhana isi piring, maka sebaik bagus untuk kesehatan.

“Jadi semakin sederhana yang kita makan maka semakin kesehatan kita akan terjaga. Kalau pun sakit itu akan jauh lebih mudah ngobatinnya,” ucap dr Zaidul Akbar.

Jika ingin makan sesuatu, contohnya burger. Cobalah untuk memperhatikan kandungan dalam daging burger. Kandungannya terdiri dari banyak bahan kimia.

“Kalau saya makan burger masalahnya kita bahas, Bapak Ibu pernah lihat gak kandungan burger itu terutama pada dagingnya yang sudah ditambahkan pengawet. Saya pernah baca itu kandungan dari burger itu panjang banget,” lanjutnya.

Bahkan, dalam daging burger ada kandungan bahan pengawet yang bisa menyebabkan penyakit berbahaya.

“Dagingnya secuil gitu sisanya itu bahan kimia semua. Jadi kalau Anda membayangkan burger itu kenapa dia gak sehat terlalu banyak bahan kimia. Burger tuh bukan makanan sederhana,” tutur dr Zaidul Akbar.

“Lalu misalkan kentang goreng lagi beku-bekunya diambil langsung digoreng itu gak sederhana. Jadi sederhana itu alami kalau bisa dikatakan gak ada bahan sintetik,” sambungnya.

Dr Zaidul Akbar mengatakan bahwa penyebab penyakit semakin merajalela yakni banyaknya komponen kimia sintetik yang dikonsumsi tubuh.

“Kenapa sekarang sakit merajalela? Dalam makanan yang dikonsumsi, terlalu banyak komponen kimia sintetik.

Seorang jamaah bertanya jika makan telur dicampur nasi tidak baik untuk kesehatan. Dr Zaidul Akbar memberikan jawabannya.

“Kalau bicara telur sendiri, sebenarnya kalau telur itu kan protein. Jadi ketika telur itu digoreng sudah terjadi denaturasi telurnya sudah gak sehat,” ujar dr Zaidul Akbar.

Ia menjelaskan bahwa telur jika dimasak dengan baik maka proteinnya akan terjaga dan tidak rusak.

“Jadi kalau mau masak telur itu ada caranya, supaya proteinnya gak rusak. Kalau protein ketemu karbohidrat mungkin nasi kalau menurut keterbatasan pengetahuan saya tidak melihat ada yang bermasalah di situ,” pungkas dr Zaidul Akbar.

Ternyata makan nasi dan telur ada caranya sendiri, dr Zaidul Akbar menyampaikan bahwa telur yang dimasak harus dalam keadaan baik. Nasi yang digunakan juga nasi organik dan sehat.

“Kira-kira itu celahnya di mana ya tapi kalau misalkan telurnya dimasak dalam keadaan yang baik sehingga tetap stabil proteinnya,” ungkap dr Zaidul Akbar. “Nasinya adalah nasi yang sifatnya beras-beras sehat dan organik masih tinggi serat. Menurut saya gak apa-apa,”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Baca artikel terkini dari tvOnenews.com selengkapnya di Google News, klik di sini.

 (rka)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Reaksi Tak Terduga Pelatih Arema FC Usai Imbangi Persib di Super League: Ini Hasil yang Sangat Berharga

Reaksi Tak Terduga Pelatih Arema FC Usai Imbangi Persib di Super League: Ini Hasil yang Sangat Berharga

Pelatih Arema FC, Marcos Santos, mengungkapkan kebanggaannya setelah timnya berhasil menahan imbang Persib Bandung dalam laga lanjutan Super League musim ini.
Red Sparks Ambil Pevoli China, Manajemen Hillstate Masih Ragu, Megawati Hangestri Kini Terancam Batal ke Korea

Red Sparks Ambil Pevoli China, Manajemen Hillstate Masih Ragu, Megawati Hangestri Kini Terancam Batal ke Korea

Megawati Hangestri terancam batal ke Korea menyusul keputusan Red Sparks yang pilih pemain China untuk kuota Asia serta manajemen Hillstate masih alami keraguan
Resmi Bergulir, Kejurnas ORADO 2026 Diikuti Para Atlet dari 28 Provinsi Se-Indonesia

Resmi Bergulir, Kejurnas ORADO 2026 Diikuti Para Atlet dari 28 Provinsi Se-Indonesia

Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Turnamen Olahraga Domino Nasional (ORADO) 2026 resmi mulai bergulir dengan kedatangan para atlet dari berbagai penjuru Tanah Air.
Penjelasan KPK Soal Korupsi Bisa Terjadi ketika Seseorang Masuk ke Partai Politik

Penjelasan KPK Soal Korupsi Bisa Terjadi ketika Seseorang Masuk ke Partai Politik

Juru Bicara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Budi Prasetyo menilai korupsi dapat terjadi ketika seseorang masuk partai politik (parpol).
Statistik Kalah Telak, Nasib Maarten Paes di Ujung Tanduk Usai Ajax Siap Datangkan Kiper Rp186 Miliar dari Jerman

Statistik Kalah Telak, Nasib Maarten Paes di Ujung Tanduk Usai Ajax Siap Datangkan Kiper Rp186 Miliar dari Jerman

Situasi di bawah mistar Ajax mulai memanas jelang bursa transfer musim panas. Nama Maarten Paes yang sempat jadi andalan kini berada di posisi rawan tergeser.
Ramalan Zodiak Cinta 26 April 2026: Aries Perlu Konrol Emosi, Sagitarius Berbunga-bunga

Ramalan Zodiak Cinta 26 April 2026: Aries Perlu Konrol Emosi, Sagitarius Berbunga-bunga

Ramalan cinta 12 zodiak 26 April 2026: ada harapan baru, momen romantis, hingga ujian kepercayaan. Cek peruntungan asmaramu hari ini!

Trending

Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Harta kekayaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi suka berbagi kepada warga. Permintaan Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebelum Gedung Sate jadi lokasi perayaan Persib
DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi tak mau kalah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu.
Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Penggemar voli Indonesia ramai-ramai ajak alihkan dukungan ke Hillstate setelah Red Sparks tidak memilih Megawati Hangestri untuk isi kuota pemain Asia V-League
John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

Kabar melegakan datang dari Slovakia untuk pecinta sepak bola tanah air. Gelandang andalan Timnas Indonesia Marselino Ferdinan akhirnya kembali mencicipi atmosf
Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Peluang Megawati Hangestri untuk reuni dengan Yeum Hye-seon di Red Sparks pada V League musim depan sudah tertutup.
Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Tersimpan kisah menarik mengenai keberanian I Neroverdi dalam berinvestasi di bursa transfer, terutama untuk mendatangkan bek andalan Timnas Indonesia Jay Idzes
FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA siapkan aturan baru izinkan liga main satu laga di luar negeri per musim. Indonesia berpotensi hadirkan laga Liga Inggris hingga Serie A di Tanah Air.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT