News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Tak Perlu Beli Deodoran Lagi, Bau Ketiak Lenyap Cukup dengan Menggosokkan Bahan Ini Kata dr Zaidul Akbar 

Ternyata untuk hilangkan bau ketiak tak selalu harus pakai deodoran, dr Zaidul Akbar sarankan lakukan ini untuk hilangkan bau tak sedap di ketiak dan badan.
Senin, 3 Juli 2023 - 09:09 WIB
dr Zaidul Akbar, atasi bau ketiak tanpa deodoran
Sumber :
  • YouTube dan pexels

tvOnenews.com - Tak perlu malu lagi dengan bau ketiak yang tak sedap, karena ada cara alami untuk menghilangkannya tanpa harus menggunakan deodoran.

Sehingga nantinya tak perlu lagi beli deodoran, apalagi jika selama ini merasa ragu karena bahan-bahan kimia di dalamnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain bisa lebih hemat, menghilangkan bau ketiak tanpa deodoran juga lebih aman dari segi kesehatan.

Lantas bahan apakah yang disebutkan oleh dr Zaidul Akbar untuk menghilangkan bau ketiak tanpa deodoran?

tvonenews

 

Seperti dilansir tvOnenews.com dari kanal YouTube dr Zaidul Akbar, berikut penjelasan tentang cara hilangkan bau ketiak dan bau badan secara alami.

dr Zaidul Akbar mengungkapkan bahwa bau ketiak dan bau mulut menjadi masalah yang sering dialami oleh manusia modern.

Padahal sudah ada banyak produk-produk yang digunakan untuk menghilangkan bau badan dan membuatnya wangi semerbak.

Namun bau ketiak malah menjadi masalah yang sering muncul.

Menurut dr Zaidul Akbar, bau ketiak dan bau badan itu sebenarnya muncul akibat makanan yang dikonsumsi sehari-hari.


"Wangi sih tidak, tapi badannya tuh mengeluarkan bau yang tidak sedap, itu gara-gara makan," ujar dr Zaidul Akbar.

Itulah yang membuat terkadang orang membutuhkan deodoran untuk menghilangkan bau ketiak yang tak sedap.

"Kenapa perlu deodoran, karena yang dimakan asam, keringat itu muncul karena asamnya badan kita," ungkap dr Zaidul Akbar.

dr Zaidul Akbar mengaku dulunya pernah mengalami masalah terkait bau badan yang tak sedap.

"Saya juga pernah seperti anda, pakai deodoran segala macem, apalagi dengan iklan-iklan," kata dr Zaidul Akbar.

Sementara deodoran menurut dr Zaidul Akbar mengandung bahan-bahan kimia yang tak dibutuhkan oleh tubuh dan justru bisa berbahaya bagi kesehatan.

"Deodoran banyak sekali bahan kimia yang enggak perlu kita pakai, bahkan dia bisa memicu banyak masalah di tubuh kita," ungkap dr Zaidul Akbar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Untuk menghilangkan bau ketiak, yang pertama dr Zaidul Akbar sarankan adalah memperbaiki pola makan.

"Setelah saya perbaiki pola-pola makan ternyata bau badan tidak muncul," ujar dr Zaidul Akbar.

Halaman Selanjutnya :

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Lolos ke Babak Final Panjat Tebing Men's Lead Asian Games 2026, Srondeng Optimistis Tambah Medali untuk Indonesia

Lolos ke Babak Final Panjat Tebing Men's Lead Asian Games 2026, Srondeng Optimistis Tambah Medali untuk Indonesia

Indonesia berhasil menampilkan seluruh wakilnya di babak final panjat tebing nomor lead putri dan putra Asian Games 2026.
Literasi Keuangan Anak Muda Masih 73,32 Persen, BI Buka Gerai CERDAS PeKA di Surabaya

Literasi Keuangan Anak Muda Masih 73,32 Persen, BI Buka Gerai CERDAS PeKA di Surabaya

Tingkat inklusi keuangan kelompok usia muda yang tinggi belum sepenuhnya diikuti pemahaman terhadap layanan dan risiko keuangan.
Buntut Kekalahan Tak Masuk Akal 6-0 dari Malaysia, Poin FIFA Singapura Terkuras dan Ranking Berpotensi Melorot

Buntut Kekalahan Tak Masuk Akal 6-0 dari Malaysia, Poin FIFA Singapura Terkuras dan Ranking Berpotensi Melorot

Timnas Singapura mengakhiri kiprahnya di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan hasil pahit. The Lions dihajar Malaysia enam gol tanpa balas di Stadion Si Jalak Harupat.
Dua Pengusaha Muda Indonesia Unjuk Gigi di STRON Shanghai 2026

Dua Pengusaha Muda Indonesia Unjuk Gigi di STRON Shanghai 2026

Berbagai pihak turut mengambil peran dalam menyokong perkembangan pengusaha muda di Indonesia.
Sokong Program 3 Juta Rumah, Ratusan RTLH di Sultra Bakal Direnovasi

Sokong Program 3 Juta Rumah, Ratusan RTLH di Sultra Bakal Direnovasi

Ratusan rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga di 17 kabupaten dan kota yang tersebar di Sulawesi Tenggara (Sultra) direnovasi.
Memperingati Hari Batik Nasional: PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Memperingati Hari Batik Nasional: PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Program pemberdayaan, PNM mendorong para pembatik, khususnya perempuan pelaku usaha, agar tidak hanya mampu mempertahankan keterampilan membatik

Trending

Literasi Keuangan Anak Muda Masih 73,32 Persen, BI Buka Gerai CERDAS PeKA di Surabaya

Literasi Keuangan Anak Muda Masih 73,32 Persen, BI Buka Gerai CERDAS PeKA di Surabaya

Tingkat inklusi keuangan kelompok usia muda yang tinggi belum sepenuhnya diikuti pemahaman terhadap layanan dan risiko keuangan.
Hari Batik Nasional, PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Hari Batik Nasional, PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Memperingati Hari Batik Nasional, PNM memperkuat pembatik perempuan melalui pembiayaan, pelatihan, klasterisasi, dan akses pemasaran di berbagai daerah.
Sokong Program 3 Juta Rumah, Ratusan RTLH di Sultra Bakal Direnovasi

Sokong Program 3 Juta Rumah, Ratusan RTLH di Sultra Bakal Direnovasi

Ratusan rumah tidak layak huni (RTLH) milik warga di 17 kabupaten dan kota yang tersebar di Sulawesi Tenggara (Sultra) direnovasi.
Buntut Kekalahan Tak Masuk Akal 6-0 dari Malaysia, Poin FIFA Singapura Terkuras dan Ranking Berpotensi Melorot

Buntut Kekalahan Tak Masuk Akal 6-0 dari Malaysia, Poin FIFA Singapura Terkuras dan Ranking Berpotensi Melorot

Timnas Singapura mengakhiri kiprahnya di FIFA ASEAN Cup 2026 dengan hasil pahit. The Lions dihajar Malaysia enam gol tanpa balas di Stadion Si Jalak Harupat.
Memperingati Hari Batik Nasional: PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Memperingati Hari Batik Nasional: PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Program pemberdayaan, PNM mendorong para pembatik, khususnya perempuan pelaku usaha, agar tidak hanya mampu mempertahankan keterampilan membatik
Dua Pengusaha Muda Indonesia Unjuk Gigi di STRON Shanghai 2026

Dua Pengusaha Muda Indonesia Unjuk Gigi di STRON Shanghai 2026

Berbagai pihak turut mengambil peran dalam menyokong perkembangan pengusaha muda di Indonesia.
Hari Batik Nasional, PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Hari Batik Nasional, PNM Perkuat Pembatik Perempuan Lewat Klasterisasi di Berbagai Daerah

Memperingati Hari Batik Nasional, PNM memperkuat pembatik perempuan melalui pembiayaan, pelatihan, klasterisasi, dan akses pemasaran di berbagai daerah.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT