News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Siapa Bilang Nasi Goreng dan Bakwan Harus Dihindari? dr Zaidul Akbar Bongkar Cara Aman Konsumsinya

Siapa sangka nasi goreng dan bakwan yang lezat bisa jadi ancaman tersembunyi bagi tubuh? dr Zaidul Akbar ungkap fakta mengejutkan dan cara amannya. Seperti apa
Senin, 5 Mei 2025 - 19:52 WIB
dr Zaidul Akbar
Sumber :
  • YouTube

tvOnenews.com - Nasi goreng, bakwan, dan segelas teh manis sering menjadi pilihan menu sarapan atau makan malam favorit masyarakat Indonesia.

Rasanya yang gurih, manis, dan mengenyangkan membuat kombinasi ini nyaris tak pernah gagal menggoda lidah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, siapa sangka menu ini ternyata menyimpan potensi risiko kesehatan yang cukup serius jika dikonsumsi secara rutin dan tanpa kontrol?

dr Zaidul Akbar, seorang dokter sekaligus pakar pengobatan berbasis sunnah, dalam berbagai kesempatan ceramahnya menyoroti bahaya dari pola konsumsi makanan seperti nasi goreng dan bakwan.

Menurutnya, ketiganya, nasi putih, gorengan, dan minuman manis merupakan perpaduan sumber karbohidrat dan gula olahan yang sangat tinggi kalori namun miskin nutrisi dan serat.

Nasi Goreng

“Kalau cuma sekali-sekali mungkin tidak masalah,” jelas dr Zaidul Akbar dalam tayangan di kanal YouTube miliknya.

“Tapi kalau ini jadi makanan harian, maka kita lihat di sini ada dua masalah di situ bahkan lebih sebenarnya," sambungnya.

Masalah pertama, lanjut dr Zaidul Akbar, adalah tingginya indeks glikemik dari nasi putih.

Ketika dikonsumsi bersama dengan bakwan yang berbahan dasar tepung terigu dan digoreng dengan minyak sawit, serta ditutup dengan teh manis, maka tubuh mendapat serangan kalori dalam jumlah besar secara tiba-tiba.

Hal ini menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat, dan memaksa pankreas bekerja ekstra keras untuk memproduksi insulin.

“Ada tiga karbo dari sumber makanan itu dan semuanya karbo-karbo olahan,” jelas dr Zaidul.

“Karbo tersebut yang menyebabkan terjadinya lonjakan gula dalam tubuh kita itu sangat drastis setelahnya," sambungnya.

Selain berdampak pada pankreas, pola makan seperti ini juga memicu kelelahan tubuh secara keseluruhan.

Bukannya mendapatkan energi dari makanan, banyak orang justru merasa mengantuk dan lemas setelah mengonsumsinya.

Ini disebabkan oleh minimnya kandungan serat dan enzim dalam makanan tersebut, yang seharusnya membantu proses pencernaan dan penyerapan gizi lebih optimal.

Dr Zaidul Akbar juga menyinggung soal penggunaan minyak goreng berbahan kelapa sawit dalam proses menggoreng bakwan.

Menurutnya, minyak yang digunakan berulang kali dan pada suhu tinggi bisa memicu pembentukan senyawa berbahaya yang berisiko terhadap kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Namun, ia juga menekankan bahwa poin utama bukan melarang orang makan nasi goreng atau bakwan, melainkan bagaimana cara kita memahami apa yang kita konsumsi.

“Berarti enggak boleh makan? Poinnya bukan di situ,” tegas dr Zaidul Akbar.

"Kita kalau sudah ngerti apa yang kita makan dan kita membatasi atau mungkin kita mengendalikan itu, maka ya boleh-boleh saja kalau sekedar ingin," terangnya.

Dalam pandangannya, edukasi terhadap pola makan yang sehat dan seimbang adalah kunci utama.

Bukan berarti harus sepenuhnya menghindari makanan favorit seperti nasi goreng dan bakwan, melainkan perlu ada kontrol, kesadaran, dan frekuensi yang bijak dalam mengonsumsinya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia mengajak masyarakat untuk lebih melek terhadap kandungan gizi dan dampak dari makanan olahan modern yang makin banyak dikonsumsi saat ini.

Alih-alih melarang secara kaku, dr Zaidul justru mengajak untuk mencari keseimbangan dan mengutamakan makanan yang tidak hanya mengenyangkan, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi tubuh. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Ruben Onsu Ungkap Rencana Onyo Kuliah di Amsterdam, Sudah Ada Sosok yang Menunggu di Sana

Ruben Onsu Ungkap Rencana Onyo Kuliah di Amsterdam, Sudah Ada Sosok yang Menunggu di Sana

Ruben Onsu ungkap rencana Onyo kuliah di Amsterdam, Belanda, dengan dukungan keluarga dan persiapan matang tanpa mengganggu karier hiburannya. (9/4/2026)
Hasil Liga Europa: Braga Gagal Menang! Penalti Cucho Hernandez Selamatkan Real Betis

Hasil Liga Europa: Braga Gagal Menang! Penalti Cucho Hernandez Selamatkan Real Betis

SC Braga harus puas berbagi angka setelah bermain imbang 1-1 melawan Real Betis pada leg pertama perempat final Liga Europa UEFA 2025-2026 di Estadio Municipal de Braga, Rabu (8/4/2026) malam WIB.
Banjir Kepung Tangsel di 21 Titik, Pemkot Minta Maaf dan Janji Benahi Drainase

Banjir Kepung Tangsel di 21 Titik, Pemkot Minta Maaf dan Janji Benahi Drainase

Hujan deras berintensitas tinggi yang mengguyur sejak Sabtu (4/4/2026) siang menyebabkan banjir di sejumlah wilayah Kota Tangerang Selatan
PSG Tampil Perkasa! Doue dan Kvaratskhelia Bungkam Liverpool 2-0 di Paris

PSG Tampil Perkasa! Doue dan Kvaratskhelia Bungkam Liverpool 2-0 di Paris

Juara bertahan Paris Saint-Germain tampil dominan saat menjamu Liverpool pada leg pertama perempat final Liga Champions UEFA 2025-2026, Kamis (9/4/2026).
Tongkat Komando Berganti, Mayjen TNI Doddy Tri Winarto Resmi Pimpin Kodam XV/Pattimura

Tongkat Komando Berganti, Mayjen TNI Doddy Tri Winarto Resmi Pimpin Kodam XV/Pattimura

Kepemimpinan di tubuh Kodam XV/Pattimura resmi mengalami pergantian. Mayor Jenderal TNI Doddy Tri Winarto kini sah memegang tongkat komando sebagai Pangdam XV/Pattimura.

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Dipanggil Dedi Mulyadi, Pria yang Kritik Pelayanan Samsat Soekarno Hatta Sampaikan Saran Pembayaran PKB

Dipanggil Dedi Mulyadi, Pria yang Kritik Pelayanan Samsat Soekarno Hatta Sampaikan Saran Pembayaran PKB

Dedi Mulyadi memanggil pemuda bernama Lantang untuk dengarkan saran soal pembayaran pajak kendaraan bermotor, berharap proses di Samsat lebih mudah dan online.
KDM Tidak Pandang Bulu Langsung Tindak Tegas, Terungkap Alasan Kepala Samsat Bandung Dinonaktifkan Sementara

KDM Tidak Pandang Bulu Langsung Tindak Tegas, Terungkap Alasan Kepala Samsat Bandung Dinonaktifkan Sementara

Nama Kang Dedi Mulyadi menjadi sorotan publik setelah adanya kabar Kepala Samsat Bandung dinonaktifkan sementara
Pemprov Jabar Cium Dugaan Pungli di Samsat Bandung, Ada Keluhan Tarif Rp 700 Ribu jadi Sorotan Dedi Mulyadi

Pemprov Jabar Cium Dugaan Pungli di Samsat Bandung, Ada Keluhan Tarif Rp 700 Ribu jadi Sorotan Dedi Mulyadi

Kabar adanya tarif mengurus pajak motor Rp 700 ribu menjadi viral di media sosial. Hal ini juga menuai sorotan Kang Dedi Mulyadi
Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Bisa-bisanya Kapten Red Sparks Susul Megawati ke Indonesia, Sinyal Kuat Megatron Comeback ke Liga Voli Korea?

Kunjungan kapten Red Sparks, Yeum Hye-seon ke Indonesia langsung memicu spekulasi besar: apakah ini menjadi langkah awal untuk reuni Megawati Hangestri di V-League
Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Persib Bandung Tanpa Julio Cesar Vs Bali United, Bojan Hodak Santai: Pengganti Lebih Siap!

Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, membeberkan kondisi terkini timnya jelang laga lawan Bali United pada pekan ke-27 BRI Super League 2025-2026.
Gara-gara Judol, Anak Tega Mutilasi Ibu Kandung dan Buang Jasad ke Kebun di Sumsel

Gara-gara Judol, Anak Tega Mutilasi Ibu Kandung dan Buang Jasad ke Kebun di Sumsel

Polres Lahat, Sumatera Selatan, akhirnya membongkar motif keji di balik aksi pembunuhan disertai mutilasi yang dilakukan seorang anak terhadap ibu kandungnya. 
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT