News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jangan Anggap Sepele, Psikolog Ungkap Bahaya Sering Curhat ke ChatGPT Serupa Narkoba

Siapa yang menyangka bahwa kegiatan curhat ke ChatGPT punya bahaya besar, bahkan setara dengan kecanduan narkoba. Simak penjelasannya menurut ahli di bawah!
Senin, 18 Agustus 2025 - 09:17 WIB
Ilustrasi Stress
Sumber :
  • Pixabay

tvOnenews.com - Di tengah pesatnya perkembangan era digital, kecerdasan buatan (AI) seperti ChatGPT kini tak lagi sekadar berfungsi sebagai mesin pencari informasi, tetapi juga menjadi wadah bagi banyak orang untuk mencurahkan isi hati.

Kehadirannya sering dianggap menenangkan karena mampu memberi ruang “mendengar” tanpa menghakimi, sehingga aktivitas curhat ke AI terasa lebih aman dan nyaman.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ilustrasi stres
Ilustrasi stres
Sumber :
  • Pexels/Photo By: Kaboompics.com

 

Namun, di balik rasa nyaman tersebut, psikolog mengingatkan adanya sisi lain yang patut diwaspadai.

Ketergantungan berlebihan pada AI dikhawatirkan bisa menimbulkan dampak negatif, bahkan menyerupai kecanduan narkoba.

Risiko ini semakin besar jika kebiasaan curhat ke AI dilakukan tanpa batasan dan kontrol yang sehat.

Bahaya kecanduan curhat ke ChatGPT menurut dr. Faradila Keiko, MBMSc, SpKJ

Lewat program Hidup Sehat tvOne yang tayang pada Rabu (13/8/2025), dr Keiko menjelaskan fenomena curhat pada ChatGPT yang kian marak dilakukan banyak orang.

Menurutnya, hal tersebut dilakukan lantaran saat ini ChatGPT sudah dilengkapi dengan kecerdasan emosional, sehingga bisa mengerti perasaan manusia.

"Dia (AI) sudah dilengkapi dengan kecerdasan emosional juga, jadi ketika merespon orang (yang curhat) dia bisa memahami emosi kita," jelasnya.

AI dinilai mampu memvalidasi perasaan dengan tepat serta menunjukkan empati, sehingga membuat seseorang merasa didengarkan dan memperoleh dukungan emosional.

ilustrasi curhat ke ChatGPT
ilustrasi curhat ke ChatGPT
Sumber :
  • pexels.com/Matheus Bertelli

 

"Jadi itulah yang membuat seseorang kalau cerita dengan AI dia merasa mendapatkan dukungan emosional, terus bisa jadi lama-lama dia punya kedekatan emosional juga sama AI ini gitu," kata dr Keiko.

Meski demikian, dr. Keiko menegaskan bahwa terlalu bergantung pada kebiasaan curhat dengan AI bisa berdampak kurang baik terhadap kesehatan mental. Ia bahkan menilai kondisi ini mirip dengan ketergantungan pada zat adiktif seperti narkoba.

"Biasanya pada orang-orang yang memang punya masalah mental, masalah emosional, misalnya dia ada depresi, ada kecemasan. Dia berusaha lari, kabur dari perasaan enggak nyaman itu," ucap dr. Keiko.

"Sebenarnya sih fenomena ini mirip ya dengan ketergantungan narkoba misalnya, atau ketergantungan internet. Tapi dalam hal ini itu bisa juga terjadi pada AI," sambungnya.

Untuk menghindari dampak negatif, dr. Keiko menyarankan agar seseorang segera mencari bantuan profesional apabila merasa memiliki masalah terkait kesehatan mental.

Ia juga menambahkan bahwa saat ini sudah ada AI yang memang dirancang oleh para psikolog untuk membantu menangani persoalan kesehatan mental dengan lebih tepat.

Menurut dr. Keiko, fenomena curhat pada ChatGPT sangat bergantung pada cara pengguna memanfaatkan teknologi tersebut. Jika digunakan secara bijak, AI bisa bermanfaat.

Namun, jika berlebihan, hal ini justru berisiko menimbulkan ketergantungan atau bahkan kecanduan, sehingga dampaknya bisa menyerupai kecanduan narkoba.

Sebagai penutup, dr. Keiko menekankan pentingnya mencari cara yang lebih sehat untuk mengatasi depresi.

Alih-alih terus-menerus bergantung pada ChatGPT, ia menyarankan agar individu mencoba solusi lain yang lebih konstruktif untuk kesehatan mental mereka.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Beberapa tips atasi masalah kesehatan mental yang bisa dilakukan adalah dengan melakukan olahraga rutin, mengubah pola hidup lebih sehat, serta melakukan relaksasi dan istrihat yang cukup.

(nka)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pakar Keuangan: Cara Mengelola Uang Lebih Penting daripada Nominalnya

Pakar Keuangan: Cara Mengelola Uang Lebih Penting daripada Nominalnya

Sebuah eksperimen menunjukkan bahwa cara seseorang mengelola uang justru bisa menjadi faktor yang lebih menentukan dibanding besarnya nominal yang dimiliki.
Gelombang Aksi Unjuk Rasa, Mahasiswa Diimbau Tak Terprovokasi

Gelombang Aksi Unjuk Rasa, Mahasiswa Diimbau Tak Terprovokasi

Kondisi perpolitikan dan ekonomi sosial belakangan waktu sedang mengalami gejolak disertai rentetan gelombang aksi unjuk rasa masyarakat.
Konflik Ruben Onsu dan Jordi Onsu Kian Memanas, Ancaman Bongkar Aib Berujung Peringatan Jalur Hukum

Konflik Ruben Onsu dan Jordi Onsu Kian Memanas, Ancaman Bongkar Aib Berujung Peringatan Jalur Hukum

Konflik keduanya kembali menjadi sorotan setelah muncul pernyataan yang mengindikasikan adanya rahasia pribadi Ruben Onsu yang disebut-sebut diketahui Jordi Onsu.
Ruben Amorim Akui Kegagalan di Manchester United Jadi Bekal Pembelajaran Bersama AC Milan

Ruben Amorim Akui Kegagalan di Manchester United Jadi Bekal Pembelajaran Bersama AC Milan

AC Milan sendiri mengikat Ruben Amorim dengan kontrak berdurasi tiga tahun untuk menggantikan Massimiliano Allegri. 
WHO: Manusia Rata-rata Hidup hingga Usia 73, Mengapa Hanya 63 Tahun yang Benar-benar Sehat?

WHO: Manusia Rata-rata Hidup hingga Usia 73, Mengapa Hanya 63 Tahun yang Benar-benar Sehat?

Data WHO tahun 2019 menunjukkan rata-rata harapan hidup manusia mencapai sekitar 73 tahun. Meski demikian, rata-rata seseorang hanya menikmati sekitar 63 tahun dalam kondisi sehat.
Kualitas Pendidikan di Daerah Terpencil di Indonesia Terus Meningkat, Ini Buktinya

Kualitas Pendidikan di Daerah Terpencil di Indonesia Terus Meningkat, Ini Buktinya

Pemerataan kualitas pendidikan di daerah terpencil tidak hanya bergantung pada pembangunan gedung sekolah, tetapi juga peningkatan mutu pembelajaran dan kapasitas tenaga pendidik.

Trending

Sinopsis dan Review Film Moana Live Action, Visual Memukau tetapi Sulit Melampaui Animasinya

Sinopsis dan Review Film Moana Live Action, Visual Memukau tetapi Sulit Melampaui Animasinya

Meski masih mempertahankan cerita yang sama, Moana live action mencoba memberikan pengalaman baru melalui visual yang lebih realistis, lanskap Polinesia yang megah, serta penampilan para pemeran manusia. 
Kualitas Pendidikan di Daerah Terpencil di Indonesia Terus Meningkat, Ini Buktinya

Kualitas Pendidikan di Daerah Terpencil di Indonesia Terus Meningkat, Ini Buktinya

Pemerataan kualitas pendidikan di daerah terpencil tidak hanya bergantung pada pembangunan gedung sekolah, tetapi juga peningkatan mutu pembelajaran dan kapasitas tenaga pendidik.
Polri Tetapkan Tujuh Tersangka Penembakan Pilot dan Pembakaran Pesawat di Yahukimo, Status DPO

Polri Tetapkan Tujuh Tersangka Penembakan Pilot dan Pembakaran Pesawat di Yahukimo, Status DPO

Tujuh orang ditetapkan sebagai tersangka kasus pembunuhan pilot dan pembakaran pesawat PK-RCY milik PT Associated Mission Aviation (AMA) di Kabupaten Yahukimo, Papua Pegunungan.
Gelombang Aksi Unjuk Rasa, Mahasiswa Diimbau Tak Terprovokasi

Gelombang Aksi Unjuk Rasa, Mahasiswa Diimbau Tak Terprovokasi

Kondisi perpolitikan dan ekonomi sosial belakangan waktu sedang mengalami gejolak disertai rentetan gelombang aksi unjuk rasa masyarakat.
Mesir Murka ke Wasit yang Pernah 'Hancurkan' Mimpi Shin Tae-yong, Kemenangan Argentina di Piala Dunia 2026 Buka Luka Lama Timnas Indonesia

Mesir Murka ke Wasit yang Pernah 'Hancurkan' Mimpi Shin Tae-yong, Kemenangan Argentina di Piala Dunia 2026 Buka Luka Lama Timnas Indonesia

Francois Letexier adalah wasit yang sama dengan pengandil yang menggagalkan Timnas Indonesia menembus Olimpiade 2024 lalu. 
WHO: Manusia Rata-rata Hidup hingga Usia 73, Mengapa Hanya 63 Tahun yang Benar-benar Sehat?

WHO: Manusia Rata-rata Hidup hingga Usia 73, Mengapa Hanya 63 Tahun yang Benar-benar Sehat?

Data WHO tahun 2019 menunjukkan rata-rata harapan hidup manusia mencapai sekitar 73 tahun. Meski demikian, rata-rata seseorang hanya menikmati sekitar 63 tahun dalam kondisi sehat.
Modus Komplotan Pencuri Pagar Besi Taman di Kampung Melayu Jakarta Timur Terkuak, Lima Kali Beraksi dan Dilakukan Sebelum Subuh

Modus Komplotan Pencuri Pagar Besi Taman di Kampung Melayu Jakarta Timur Terkuak, Lima Kali Beraksi dan Dilakukan Sebelum Subuh

Modus komplotan pencuri pagar besi di Kampung Melayu, Jakarta Timur, akhirnya terkuak. Kasus pencurian pagar besi ini terbongkar oleh warga sekitar.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT