News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Kanker Sembuh Tanpa Obat-obatan Kimia, Apalagi Sampai Lakukan Operasi? Alhamdulillah, Ternyata Bisa dengan Cara Begini kata dr Cahyono

dr Cahyono bagikan tips ampuh menyembuhkan kanker tanpa operasi, cukup rutin lakukan ini.
Rabu, 3 September 2025 - 16:52 WIB
Ilustrasi Kanker
Sumber :
  • ANTARA

tvOnenews.com - dr Cahyono membagikan tips mudah untuk mengatasi kanker tanpa perlu lakukan operasi.

Kanker menjadi salah satu penyakit mematikan di dunia. Biasanya, penderitanya harus melakukan pengobatan seperti kemoterapi, operasi, serta rangkaian terapi radiasi yang melelahkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Seorang ahli kesehatan, dr Cahyono seolah membawa angin segar dengan memperkenalkan konsep pengobatan holistik yang menitikberatkan pada pemulihan sel secara alami.

Dalam wawancaranya di kanal YouTube Cerita Untungs, ia menjelaskan bahwa kanker bisa disembuhkan tanpa perlu melalui prosedur operasi. Syaratnya cukup memberikan tubuh kesempatan untuk menjalani proses regenerasi sel secara optimal.

dr Cahyono
dr Cahyono
Sumber :
  • Istimewa

 

Ada tiga cara yang bisa dilalui dalam metode pengobatan holistik dalam menyembuhkan kanker.

"Pengobatan holistik goals-nya manakala terjadi regenerasi sel. Dan kembali lagi, regenerasi sel butuh tiga tahap: yang pertama adalah detox, yang kedua empowering, dan yang ketiga regenerasi sel," kata dr Cahyono.

3 tahapan pengobatan holistik untuk sembuhkan kanker menurut dr Cahyono

Ilustrasi Sel Kanker
Ilustrasi Sel Kanker
Sumber :
  • Freepik @anf

 

Pertama, yaitu lakukan detoksifikasi tubuh yang berfungsi untuk membersihkan racun yang menghambat fungsi tubuh. Metodenya, cukup dengan melakukan puasa secara rutin.

“Bicara detoks, manfaat puasa luar biasa. Kalau dilakukan 14 jam sampai 16 jam akan muncul manfaat detoks, dan lebih optimal jika dilakukan di atas 16 jam sampai 24 jam,” paparnya.

Ketika tubuh tidak mendapatkan asupan makanan dalam jangka waktu tertentu, metabolisme akan memicu proses autophagy, yakni mekanisme alami yang berfungsi membersihkan sekaligus “memakan” sel-sel yang sudah rusak.

Menurut dr Cahyono, proses ini memiliki peran penting dalam membantu tubuh melawan kanker secara alami.

“Pada saat kita tidak makan, hanya minum misalnya, atau tidak makan sama sekali, sel kita akan lapar. Dia akan makan sel-sel yang rusak dan bahkan akan memakan sel kanker. Tapi syaratnya harus dilakukan lebih dari 16 jam,” kata dr. Cahyono.

Pernyataan tersebut membuka peluang baru bagi penderita kanker yang tertarik mencoba pendekatan penyembuhan alami.

Melalui praktik puasa berkala yang dilakukan dengan benar, tubuh memiliki kemampuan untuk memulai proses penyembuhan dari dalam tanpa harus melalui tindakan invasif seperti operasi.

Dalam sebuah percakapan, Arie Untung sempat bertanya, "Boleh nggak saya menyimpulkan kalau punya penyakit, puasa dulu aja, itu bener?"

“Ya, bener,” jawab dr Cahyono dengan tegas.

Lebih lanjut, dr Cahyono menuturkan bahwa setelah tahap detoksifikasi, langkah berikutnya adalah empowering, yaitu memperkuat sel serta sistem imun dengan asupan makanan bernutrisi, tidur yang cukup, dan menjaga pikiran tetap positif.

Setelah fase tersebut, tubuh akan memasuki tahap ketiga, yakni regenerasi sel, di mana sel-sel sehat akan terbentuk untuk menggantikan yang rusak maupun mati.

Dalam pendekatan holistik, penyembuhan tidak hanya diarahkan pada penyakit itu sendiri, melainkan juga mencakup keseluruhan sistem tubuh.

Harmoni antara fisik, mental, dan jiwa dipandang sebagai kunci utama untuk mencapai kondisi sehat sekaligus terbebas dari sel-sel berbahaya, termasuk sel kanker.

Seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap gaya hidup sehat berbasis alami, gagasan pengobatan holistik seperti yang dijelaskan dr Cahyono pun semakin mendapat perhatian.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Puasa kemudian tidak sekadar dipandang sebagai ibadah, melainkan juga metode detoks alami yang efektif apabila dilakukan secara konsisten dan sesuai aturan waktu.

(nka)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Gunung Semeru yang menjulang setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. 
Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Waspada Status Siaga Gunung Semeru: Awan Panas Guguran Capai Jarak 2.500 Meter

Gunung Semeru yang menjulang setinggi 3.676 meter di atas permukaan laut (mdpl) kembali menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik. 
Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Perkembangan Raperda Kampung Cerdas Surabaya, Fokus Sinkronisasi dengan Program Pemkot

Pembahasan Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) Kampung Cerdas di DPRD Kota Surabaya terus berlanjut. Panitia Khusus (Pansus) kini memfokuskan pada tahap konsolidasi dan sinkronisasi dengan program yang telah berjalan di lingkungan Pemerintah Kota.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemprov Jakarta Bakal Revitalisasi Kota Tua, Trem akan Diaktifkan Lagi

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta akan melakukan revitalisasi Kota Tua dalam waktu dekat. Wakil Gubernur Rano Karno akan menjadi penanggung jawab proyek tersebut.
Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Tak Hanya Nilai, Ini Alasan Sistem Pendidikan Berbasis Kompetensi Penting Dalam Dunia Kerja

Selain aspek kompetensi, pengakuan internasional juga mulai menjadi pertimbangan penting. Hal ini berkaitan dengan mobilitas tenaga kerja yang semakin terbuka di era globalisasi.
Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT