Waspada Pre-Diabetes! Kenali Tanda Tubuh Kelebihan Gula Darah
- unsplash/Towfiqu barbhuiya
tvOnenews.com - Rasa manis dari gula memang menggoda, namun jika dikonsumsi berlebihan justru bisa membawa dampak serius bagi kesehatan.
Gula yang berlebihan dalam tubuh dapat memicu kondisi pre-diabetes, yaitu fase sebelum seseorang benar-benar didiagnosis menderita diabetes.
Kondisi ini sering kali tidak disadari, padahal efeknya bisa hampir sama berbahayanya dengan diabetes itu sendiri.
Menurut Dr. dr. Wismandari, Sp.PD-KEMD, spesialis penyakit dalam, kadar gula darah normal saat puasa seharusnya berada di bawah 100 mg/dl, sementara setelah makan berada di bawah 140 mg/dl.
- Kolase tvOnenews / Freepik / Pixabay
"Namun, ada angka-angka yang di antara normal dengan diabetes yang kita sebut sebagai angka-angka untuk pre-diabetes. Jadi, belum diabetes tapi sudah di atas normal. Nah, ini juga harus diwaspadai karena efeknya hampir sama dengan orang yang diabetes," ucapnya, melansir dari YouTube Hidup Sehat tvOne.
Ketika kadar gula puasa berada di antara 100–125 mg/dl, atau gula darah setelah makan berada di antara 140–199 mg/dl, maka seseorang sudah masuk kategori pre-diabetes.
Angka ini harus diwaspadai dan segera dikelola agar tidak berkembang menjadi diabetes.
Adapun, untuk jumlah gula yang bisa dikonsumsi per hari berdasarkan anjuran Kementerian Kesehatan Indonesia, batas konsumsi gula maksimal adalah 50 gram per hari, atau sekitar 5 hingga 9 sendok teh.
Meskipun tidak dibedakan secara resmi antara pria dan wanita, tapi beberapa referensi menjelaskan ada perbedaan batas maksimal konsumsi gula per hari.
"Untuk laki-laki, dikatakan boleh sampai maksimal yang tadi saya sebut, yaitu 9 sendok teh. Sedangkan untuk wanita diharapkan tidak lebih dari 6 sendok," kata dr. Wismandari.
- iStockPhoto
Tanda-tanda tubuh mulai kelebihan gula sebenarnya cukup mudah dikenali. Salah satunya adalah rasa haus yang berlebihan, sehingga seseorang cenderung ingin minum terus-menerus.
Selain itu, penderita juga akan lebih sering buang air kecil dan mudah merasa lapar, meskipun sudah makan.
Jika kondisi ini berlanjut, tubuh bisa mulai mengalami penurunan berat badan tanpa diet. Ini adalah sebuah sinyal bahaya bahwa kadar gula dalam darah sudah tidak normal.
Jika mulai mengalami gejala-gejala tersebut, disarankan segera periksakan kadar gula darah untuk memastikan kondisi tubuh tetap terkontrol.
Dengan menjaga pola makan, membatasi konsumsi gula, serta rutin berolahraga, Anda dapat mencegah pre-diabetes berkembang menjadi diabetes.
Ingat, mencegah selalu lebih baik daripada mengobati—terutama untuk menjaga manisnya hidup tanpa harus tergantung pada gula berlebih.
(nka)
Load more