News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Hati-hati kalau Tak Suka Sayur, Dokter Ungkap Kaitannya dengan Risiko Diabetes dan Gangguan Metabolisme!

Tidak suka makan sayur bisa picu risiko diabetes dan gangguan metabolisme. Dokter jelaskan alasan medis pentingnya sayur untuk menjaga gula darah tetap stabil.
Rabu, 19 November 2025 - 14:01 WIB
Ilustrasi Sayur dan Buah
Sumber :
  • Freepik/kjpargeter

tvOnenews.com - Banyak orang yang masih enggan makan sayur dengan alasan tidak suka rasa atau teksturnya. Padahal, kebiasaan ini bisa berdampak besar terhadap kesehatan jangka panjang, terutama pada pengendalian gula darah.

Tak sedikit masyarakat yang bertanya, “Katanya kalau tidak suka makan sayur bisa kena diabetes, benar enggak sih, Dok?”

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dilansir dari kanal YouTube Good Talk TV, dr. Hans Tandra membenarkan bahwa orang yang tidak mengonsumsi sayur secara rutin memiliki risiko lebih tinggi mengalami gangguan metabolisme, termasuk diabetes.

Menurutnya, sayur adalah sumber serat alami yang memiliki peran penting dalam menjaga kestabilan kadar gula darah dan fungsi organ tubuh, khususnya pankreas.

“Benar. Sayur itu sumber serat,” ujar dr. Hans Tandra. Ia menjelaskan, yang dimaksud sayur bukanlah makanan berbahan dasar akar seperti ubi, singkong, kentang, atau talas.

Makanan tersebut termasuk sumber karbohidrat atau pati, bukan sayuran hijau.

Ilustrasi Diabetes
Ilustrasi Diabetes
Sumber :
  • Gemini AI

 

Jenis sayur yang sebenarnya dibutuhkan tubuh adalah green leafy vegetables, atau sayuran hijau berdaun seperti bayam, kangkung, sawi, selada, brokoli, dan sejenisnya.

Menurut dr. Hans, sayur mengandung banyak antioksidan yang membantu tubuh melawan radikal bebas dan memperbaiki fungsi organ vital.

Ia menekankan pentingnya mengonsumsi beragam warna sayuran agar tubuh mendapatkan spektrum nutrisi yang lengkap.

“Green is the king of vegetable,” katanya, menegaskan bahwa sayur hijau adalah yang paling penting dari semua jenis sayur.

Ia juga menjelaskan secara ilmiah bagaimana peran sayur dalam mengendalikan kadar gula darah.

Saat seseorang mengonsumsi makanan tinggi karbohidrat tanpa diimbangi sayur, proses pencernaan menjadi cepat dan menyebabkan lonjakan glukosa (glucose spike).

Hal ini membuat pankreas bekerja lebih keras memproduksi insulin. “Kalau tidak ada sayur, insulin pasti kalangkabut karena gula melonjak,” jelasnya.

Dengan adanya serat dari sayur, proses pencernaan berlangsung lebih lambat. Gula dari makanan terserap secara bertahap, sehingga kadar glukosa dalam darah tetap stabil.

Inilah mengapa orang yang rajin makan sayur cenderung memiliki kadar gula yang lebih terkendali dan risiko diabetes yang lebih rendah.

Lebih lanjut, dr. Hans menyebut bahwa sayur tidak bisa digantikan dengan suplemen atau serbuk fiber buatan pabrik.

Serat alami dari sayur memiliki struktur dan manfaat yang tidak bisa direplikasi oleh produk olahan.

Ia menyebut, “Fiber yang dibuat pabrik bukanlah serat alami. Tuhan sudah menyiapkan sayur sebagai sumber serat sejati bagi tubuh manusia.”

Tak hanya untuk gula darah, konsumsi sayur yang rutin juga berpengaruh besar terhadap kualitas tidur dan metabolisme tubuh secara keseluruhan.

“Sayur itu bisa bantu tidur nyenyak karena melatonin kita jadi bagus. Kolesterol turun, gula terkendali, berat badan stabil, pencernaan lancar, bahkan risiko kanker usus menurun,” paparnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dr. Hans pun menegaskan pentingnya peran orang tua dalam mengenalkan sayur sejak dini kepada anak-anak.

"Papa, Mama harus beri contoh. Anak-anak belajar makan sayur dari kebiasaan keluarga di rumah,” katanya. Ia menutup dengan pesan bahwa makan sayur bukan sekadar gaya hidup sehat, tapi kebutuhan dasar agar tubuh tetap seimbang, organ berfungsi optimal, dan terhindar dari berbagai penyakit metabolik seperti diabetes. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Kebijakan WFH ASN Setiap Hari Jumat, Dirlantas Ungkap Ada Pengurangan Volume Kendaraan

Kebijakan WFH ASN Setiap Hari Jumat, Dirlantas Ungkap Ada Pengurangan Volume Kendaraan

Dirlantas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Komarudin ungkap kondisi lalu lintas di wilayah hukum Polda Metro Jaya, terutama Jakarta, usai ada penerapan WFH setiap hari Jumat.
Gubernur Khofifah Lantik Pengurus Wilayah, Komisariat dan Pengurus Cabang IKA UNAIR

Gubernur Khofifah Lantik Pengurus Wilayah, Komisariat dan Pengurus Cabang IKA UNAIR

Ketua Umum PP IKA UNAIR yang juga Gubernur Jatim melantik Pengurus Wilayah, Komisariat, dan Pengurus Cabang IKA UNAIR periode 2025–2030.
Sidak Dapur Rumah Warga, Gubernur Dedi Mulyadi Meringis Lihat Lauk Makanan Seadanya yang Dibuat Seorang Nenek

Sidak Dapur Rumah Warga, Gubernur Dedi Mulyadi Meringis Lihat Lauk Makanan Seadanya yang Dibuat Seorang Nenek

Di bulan Ramadhan kemarin, Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi merasa terenyuh ketika melihat warganya yang hanya konsumsi makanan seadanya untuk berbuka puasa.
Minta Audiensi dengan DPR RI, Pekerja Penggilingan Padi Pakuhaji: Kesulitan Pasokan Gabah

Minta Audiensi dengan DPR RI, Pekerja Penggilingan Padi Pakuhaji: Kesulitan Pasokan Gabah

Proyek pembangunan yang mengikis ribuan hektar lahan pertanian di Kecamatan Pakuhaji, Tangerang, turut menggerus nasib pekerja penggilingan padi.
Keputusan AFC Bisa Bikin Rugi Timnas Indonesia, Media Vietnam Sebut Skuad Garuda akan Gagal ke Piala Dunia U17 2026

Keputusan AFC Bisa Bikin Rugi Timnas Indonesia, Media Vietnam Sebut Skuad Garuda akan Gagal ke Piala Dunia U17 2026

Media Vietnam menyebut ada keputusan AFC yang bisa membuat Timnas Indonesia rugi dan gagal lolos ke Piala Dunia U17 2026. Keputusan ini terkait tuan rumah.
Keputusan AFC Bisa Bikin Rugi Timnas Indonesia, Media Vietnam Sebut Skuad Garuda akan Gagal ke Piala Dunia U17 2026

Keputusan AFC Bisa Bikin Rugi Timnas Indonesia, Media Vietnam Sebut Skuad Garuda akan Gagal ke Piala Dunia U17 2026

Media Vietnam menyebut ada keputusan AFC yang bisa membuat Timnas Indonesia rugi dan gagal lolos ke Piala Dunia U17 2026. Keputusan ini terkait tuan rumah.

Trending

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Update Top Skor Final Four Proliga 2026: Dominasi Tanpa Ampun Irina Voronkova, Tinggalkan Jauh Poin Megaton

Top Skor Final Four Proliga 2026. Dalam laga tersebut, Irina Voronkova mencetak 35 poin yang terdiri dari 28 attack points, 3 block points, dan 3 service ace
Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Dapat Izin FIFA, Jay Idzes hingga Kevin Diks Bisa Dipanggil John Herdman ke Timnas Indonesia untuk FIFA ASEAN Cup 2026

Skuad Garuda punya kesempatan langka, yakni memanggil para pemain terbaiknya tanpa terhalang tembok perizinan klub Eropa untuk bermain di FIFA ASEAN Cup 2026.
Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam Heran, Kok Timnas Indonesia Berpeluang Tantang Italia di FIFA Matchday Juni 2026

Publik Vietnam soroti peluang Timnas Indonesia menghadapi Italia di FIFA Matchday Juni 2026. Begini katanya.
Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

Babak Baru Izin SMK IDN Bogor Dicabut KDM: Sekolah Serahkan Bukti Tambahan, Desak Ombudsman Uji Dugaan Maladministrasi

SMK IDN Boarding School Jonggol, Bogor menyerahkan bukti tambahan hingga minta Ombudsman bongkar dugaan penyimpangan SK Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi (KDM).
Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Diajak Joging Pelatih Timnas Indonesia John Herdman, Ketum PSSI Erick Thohir: Kita Nggak Kuat

Ketua Umum PSSI Erick Thohir memberikan jawaban jenaka ketika diajak pelatih Timnas Indonesia John Herdman untuk berolahraga lari atau joging bersama-sama.
Dedi Mulyadi Siap Bangun Gedung Kedokteran UIN Bandung, Syaratnya: Warga Miskin Jabar Kuliah Gratis

Dedi Mulyadi Siap Bangun Gedung Kedokteran UIN Bandung, Syaratnya: Warga Miskin Jabar Kuliah Gratis

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menyampaikan apresiasi kepada Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Gunung Djati Bandung yang merayakan hari jadinya ke-58.
Kronologi Ibu Muda Nyaris Kehilangan Bayinya di RSHS Bandung Gara-gara Kecerobohan Perawat, Singgung Dedi Mulyadi

Kronologi Ibu Muda Nyaris Kehilangan Bayinya di RSHS Bandung Gara-gara Kecerobohan Perawat, Singgung Dedi Mulyadi

Kronologi ibu muda asal Cimahi nyaris saja kehilangan bayi yang baru dilahirkannya gara-gara keteledoran petugas Rumah Sakit Hasan Sadikin (RSHS) Kota Bandung.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT