News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Benarkah Minum Jus Terlalu Sering Bisa Sebabkan Kenaikan Berat Badan dan Risiko Diabetes? Begini Penjelasan Dokter!

dr. Hans Tandra ungkap, minum jus terlalu sering bisa bikin gemuk dan picu diabetes karena hilangnya serat alami. Lebih baik konsumsi buah secara utuh.
Rabu, 26 November 2025 - 14:17 WIB
ilustrasi jus buah
Sumber :
  • pexels.com

tvOnenews.com - Banyak orang beranggapan bahwa jus buah adalah pilihan sehat untuk menjaga tubuh tetap segar dan bugar.

Namun, siapa sangka, di balik rasanya yang manis dan menyegarkan, kebiasaan minum jus terlalu sering justru bisa menjadi penyebab naiknya berat badan dan risiko diabetes.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam tayangan di kanal YouTube Good Talk TV, dr. Hans Tandra, menjelaskan bahwa minuman jus, terutama yang tidak lagi mengandung serat alami dari buah, bisa menimbulkan lonjakan gula darah yang cepat dan berdampak buruk bagi metabolisme tubuh.

“Ya, kita takut kena diabet, kita tidak suka jadi orang gemuk. Tentu saja banyak orang menganjurkan, ayo jangan makan berlebihan. Minum ini aja, minum jus. Tapi begitu dijadikan jus, semua minuman itu kehilangan fiber,” ujar dr. Hans Tandra.

Menurutnya, serat memiliki peranan penting dalam menjaga stabilitas kadar gula darah dan menunda rasa lapar.

Ketika seseorang mengonsumsi buah utuh, tubuh memerlukan waktu lebih lama untuk mencerna serat yang terkandung di dalamnya.

Proses pencernaan yang lambat ini membantu menahan lonjakan gula darah dan menjaga keseimbangan energi.

Sebaliknya, ketika buah diolah menjadi jus, sebagian besar seratnya hilang.

Tanpa serat, gula alami dalam buah yang dikenal sebagai fruktosa akan langsung terserap dengan cepat ke dalam darah.

"Betapa pentingnya fiber itu. Begitu makanan berserat, apalagi yang kasar seperti buah dan sayur, masuk dalam perut, proses mencernanya jadi lama, menyerapnya juga lambat. Tapi kalau dijadikan jus, airnya langsung diserap karena tidak perlu lagi pencernaan yang lama. Akibatnya naiknya gula dan kalori jadi cepat,” jelas dr. Hans.

Kondisi ini menyebabkan tubuh mengalami glucose spike atau lonjakan kadar gula darah secara tiba-tiba.

Dalam jangka panjang, kebiasaan seperti ini dapat menyebabkan resistensi insulin, yaitu kondisi di mana tubuh tidak lagi merespons hormon insulin secara efektif.

Resistensi insulin inilah yang menjadi awal mula diabetes tipe 2.

"Orang yang kebiasaan minum jus gampang gemuk, sugar rush, glucose spike, bahkan insulin kalang kabut. Itu cepat menyebabkan insulin resistan, tidak baik, gampang gemuk dan gampang kena gula,” tambahnya.

Selain berisiko pada kadar gula darah, jus buah juga dapat menambah asupan kalori tersembunyi.

Banyak orang tidak sadar bahwa segelas jus bisa mengandung kalori setara dengan dua hingga tiga porsi buah utuh.

Jika ditambah dengan gula tambahan atau susu kental manis seperti pada jus-jus kekinian, maka kandungan kalorinya bisa meningkat drastis.

Misalnya, jus mangga atau alpukat yang ditambah gula cair dan topping cokelat bisa mencapai 300-400 kalori per gelas.

Jika dikonsumsi setiap hari tanpa disertai aktivitas fisik yang cukup, maka kenaikan berat badan tak bisa dihindari.

dr. Hans menyarankan agar masyarakat tidak sepenuhnya menjauhi jus, tetapi mengonsumsinya dengan bijak.

Jus boleh diminum sesekali, namun bukan sebagai pengganti makanan utama atau kebiasaan harian.

“Bolehkah kita minum jus? Boleh, tapi jangan banyak dan jangan jadi kebiasaan. Sekali-kali minum jus, tapi tetap makan buah utuh dan sayur utuh,” sarannya.

Ia juga menegaskan bahwa makan buah dan sayur secara langsung jauh lebih menyehatkan dibandingkan jus.

Buah utuh mengandung kombinasi sempurna antara air, vitamin, mineral, dan serat alami yang membantu proses metabolisme dan pencernaan bekerja dengan optimal.

"Jadikan sayur dalam tiap kali makan, jadikan buah dalam tiap kali cemilan. Berat badan Anda bisa turun, bahkan gula semakin gampang dikendalikan,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Selain itu, dr. Hans mengingatkan agar masyarakat lebih waspada terhadap jus kemasan yang banyak dijual di pasaran.

Meskipun diklaim “alami” atau “tanpa pengawet”, sebagian besar jus dalam botol atau kotak telah melalui proses pemanasan dan mengandung gula tambahan yang bisa memperparah risiko obesitas dan diabetes. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

6 Item Wajib Jungler Assassin Biar Damage Tembus Armor Tebal Hero Tank

6 Item Wajib Jungler Assassin Biar Damage Tembus Armor Tebal Hero Tank

Berikut ini enam item yang sering menjadi andalan jungler assassin untuk menghadapi hero dengan pertahanan tinggi.
Taklukan GPPI, Megawati Hangestri Cs Kantongi Puluhan Juta Usai jadi Juara Putaran Pertama Final Four Proliga 2026

Taklukan GPPI, Megawati Hangestri Cs Kantongi Puluhan Juta Usai jadi Juara Putaran Pertama Final Four Proliga 2026

Juara bertahan musim ini, Jakarta Pertamina Enduro, berhasil menutup putaran pertama Final Four Proliga 2026 dengan hasil yang manis.
Pengusaha Tembakau Haji Her Diperiksa KPK, Ngaku Menginap di Hotel Mewah: “Saya Banyak Uang”

Pengusaha Tembakau Haji Her Diperiksa KPK, Ngaku Menginap di Hotel Mewah: “Saya Banyak Uang”

Haji Her diperiksa KPK terkait kasus Bea Cukai. Ia mengaku tidak kenal tersangka dan menyebut menginap di hotel mewah karena mampu.
Usai Bertemu Para Pelapor, Pandji Pragiwaksono: Saya Punya Kesempatan Menjelaskan Langsung

Usai Bertemu Para Pelapor, Pandji Pragiwaksono: Saya Punya Kesempatan Menjelaskan Langsung

Pandji Pragiwaksono buka suara usai melakukan pertemuan dengan para pelapor materi Stand Up Comedy Mens Rea dirinya yang diduga menistakan agama, di Polda Metro Jaya, pada Kamis (9/4/2026).
Timnas Indonesia Putri Tampil Gantikan Nepal, Ini Jadwal Pertandingan FIFA Series 2026

Timnas Indonesia Putri Tampil Gantikan Nepal, Ini Jadwal Pertandingan FIFA Series 2026

Timnas Indonesia Putri pun akan bergabung bersama tuan rumah Thailand, Kongo, dan Kaledonia Baru pada FIFA Series yang akan digelar di Stadion Ratchaburi, Ratchaburi pada 12 dan 15 April 2026 mendatang. 
Singgung Imbauan Matikan Kompor Saat Masakan Matang, Anggota DPR RI Kena Semprot Misbakhun: Saya Ingatkan! 

Singgung Imbauan Matikan Kompor Saat Masakan Matang, Anggota DPR RI Kena Semprot Misbakhun: Saya Ingatkan! 

Anggota Komisi XI DPR RI, Anis Byarwati mendapat kritik dari Ketua Komisi XI DPR RI, Mukhamad Misbakhun lantaran mengutip matikan kompor saat masakan matang.

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilai oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT