Sudah Vaksin Influenza, Apakah Masih Bisa Terkena Flu? Ini Penjelasan Dokter
- Pexels/Andrea Piacquadio
- ChatGPT
Dengan demikian, vaksinasi tahunan membantu tubuh tetap memiliki kekebalan yang sesuai dengan virus yang sedang beredar.
“Dengan cara itu kita akan terupdate sehingga kekebalan tubuh kita itu berlaku update untuk virus-virus yang beredar pada kisaran waktu tersebut,” tambahnya.
Tak hanya influenza, dr. Robert juga mengungkapkan bahwa pada masa peralihan cuaca ekstrem, berbagai jenis virus lain dapat muncul dan menyebabkan infeksi saluran pernapasan.
“Jawabannya iya. Ada banyak virus lain. Tadi saya sebut rinovirus bisa ada. He. Kemudian influenza itu ada temannya para influenza virus gitu ya,” jelasnya.
Ia menyebutkan bahwa influenza sendiri memiliki banyak strain yang beredar di masyarakat.
“Influenza sendiri juga kalau kita ingat strainnya ada banyak. Ada H1, N1, H5, N1 ada banyak. Nah, ada banyak tipe yang bisa beredar,” ujarnya.
Untuk menghadapi kondisi tersebut, dr. Robert menekankan dua prinsip utama pencegahan, yakni mencegah penularan dan mencegah sakit berat jika sudah tertular.
“Yang pertama adalah pencegahan untuk supaya tidak tertular. Oke. Dan yang kedua, pencegahan kalau tertular tidak sakit. Itu kan dua hal yang berbeda,” paparnya.
- unsplah.com/Towfiqu barbhuiya
Upaya mencegah penularan dapat dilakukan dengan menjaga jarak, memakai masker, serta rajin mencuci tangan.
“Kalau pencegahan tidak tertular tentu jaga jarak sama seperti COVID dulu. Kemudian kalau kita lagi sakit, kita pakai masker,” jelas dr. Robert.
“Jadi, sebelum kita menyentuh area tubuh kita, cuci tangan supaya virus itu tidak dengan mudah tertular pada kita,” tambahnya.
Sementara itu, agar tubuh tidak mudah jatuh sakit meski terpapar virus, dr. Robert menekankan pentingnya vaksinasi dan gaya hidup sehat.
“Nah, itu tadi pencegahannya yang pertama vaksinasi tentu. Kedua, mencegah dengan cara meningkatkan ee imunitas tubuh,” ujarnya.
Ia menyarankan konsumsi makanan bergizi, sayur dan buah, serta mencukupi kebutuhan cairan harian.
“Jadi, konsumsi banyak sayur dan buah yang mengandung banyak ragam vitamin. Makanan sehat,” kata dr. Robert.
Load more