Apakah Treatment DNA Salmon Aman untuk Semua Jenis Kulit?
- Freepik/ArthurHidden
tvOnenews.com - Dalam beberapa tahun terakhir, perawatan DNA Salmon menjadi tren besar di dunia kecantikan.
Banyak klinik estetika di Indonesia yang menawarkan treatment ini dengan klaim mampu membuat kulit tampak lebih cerah, halus, dan awet muda.
Meski populer, banyak yang masih bertanya-tanya, apakah DNA Salmon aman untuk semua jenis kulit?
Dilansir dari Ciputra Hospital, Halodoc, dan JPP Skin Laser Clinic, perawatan DNA Salmon merupakan prosedur yang menggunakan polynucleotide (PN) atau PDRN (Polydeoxyribonucleotide) yang diambil dari DNA ikan salmon.
Zat ini dipercaya mampu merangsang regenerasi sel kulit, memperbaiki jaringan rusak, serta meningkatkan elastisitas dan kelembapan kulit.
Kandungan DNA Salmon bekerja dengan cara meningkatkan produksi kolagen dan mempercepat proses penyembuhan kulit.
Hal inilah yang membuat treatment ini banyak dipilih oleh mereka yang memiliki masalah kulit kusam, berjerawat, atau mulai mengalami tanda-tanda penuaan dini seperti garis halus dan kerutan.
Namun, meski memiliki banyak manfaat, bukan berarti perawatan DNA Salmon cocok untuk semua orang.
Ahli dermatologi dari Halodoc menjelaskan bahwa reaksi kulit terhadap bahan aktif bisa berbeda-beda tergantung pada kondisi kulit dan sensitivitas masing-masing individu.
DNA Salmon dinilai relatif aman untuk sebagian besar jenis kulit, termasuk kulit normal, kering, dan kombinasi.
Akan tetapi, bagi mereka yang memiliki kulit sensitif, mudah iritasi, atau sedang mengalami peradangan aktif, perlu berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter spesialis kulit sebelum menjalani treatment ini.
“Bahan aktif dari DNA Salmon memang bersifat alami, tetapi bukan berarti tidak bisa menimbulkan reaksi. Pada beberapa orang dengan kulit sensitif, bisa terjadi kemerahan ringan, rasa gatal, atau pembengkakan sementara setelah prosedur,” dilansir dari Halodoc.
Keberhasilan treatment DNA Salmon juga sangat dipengaruhi oleh metode aplikasi dan dosis yang digunakan.
Di klinik profesional, prosedur ini biasanya dilakukan melalui injeksi mikro (microinjection) di lapisan dermis menggunakan alat khusus.
Proses ini harus dilakukan oleh dokter estetika berpengalaman agar hasilnya maksimal dan aman.
Setelah menjalani prosedur, pasien umumnya membutuhkan waktu downtime selama 1-3 hari untuk pemulihan kulit.
Pada masa ini, kulit bisa tampak agak kemerahan atau sedikit bengkak, namun efek tersebut bersifat sementara.
Selain itu, pasien dianjurkan untuk menghindari paparan sinar matahari langsung, penggunaan skincare berbahan aktif tinggi (seperti retinol atau AHA/BHA), dan aktivitas berat selama beberapa hari pasca perawatan.
Tujuannya adalah agar hasil treatment bisa optimal dan kulit tidak mengalami iritasi tambahan.
Manfaat DNA Salmon sendiri cukup beragam, beberapa efek positif yang paling sering dilaporkan adalah kulit menjadi lebih lembap, tampak cerah alami, dan tekstur kulit terasa lebih kenyal.
Beberapa penelitian juga menunjukkan bahwa PDRN mampu membantu memperbaiki luka bekas jerawat dan memperlambat proses penuaan kulit.
Namun, dokter menekankan pentingnya melakukan analisis kulit terlebih dahulu sebelum menjalani treatment ini.
Hal tersebut untuk memastikan tidak ada kondisi medis tertentu seperti alergi ikan, dermatitis aktif, atau infeksi kulit yang bisa memperparah efek samping.
Dengan demikian, perawatan DNA Salmon memang dapat memberikan hasil yang baik bagi sebagian besar orang, tetapi tidak bisa digeneralisasi cocok untuk semua jenis kulit. (adk)
Load more