Asam Urat Tak Datang Tiba-Tiba, Begini Cara Menjaga Kadar Purin Tetap Normal dan Nyeri Tak Datang Mendadak
- Istockphoto
tvOnenews.com - Asam urat sering kali datang tanpa peringatan. Banyak orang baru menyadari risikonya saat nyeri hebat menyerang sendi, terutama di kaki dan lutut.
Padahal menurut Mayo Clinic dan National Health Service (NHS) Inggris, asam urat merupakan penyakit radang sendi kronis yang bisa dicegah jika dikenali sejak awal.
Melansir dari berbagai sumber, berikut ini sejumlah tips praktis dan realistis untuk membantu mencegah asam urat sebelum nyeri mengganggu aktivitas harian.
1. Perbanyak Minum Air Putih Setiap Hari
Minum air putih yang cukup merupakan langkah paling sederhana namun krusial dalam mencegah asam urat.
Air membantu ginjal membuang kelebihan asam urat melalui urin. NHS Inggris merekomendasikan asupan cairan yang cukup setiap hari agar metabolisme berjalan optimal dan risiko pembentukan kristal asam urat di sendi dapat ditekan.
Kurang minum air membuat asam urat lebih mudah mengendap, terutama pada orang dengan aktivitas tinggi atau sering terpapar panas.
2. Batasi Konsumsi Makanan Tinggi Purin
Purin adalah senyawa alami yang saat dipecah tubuh akan menghasilkan asam urat. Makanan seperti daging merah, jeroan, seafood tertentu, serta kaldu kental diketahui tinggi purin.
Harvard Health Publishing menyarankan pembatasan konsumsi makanan tersebut, terutama bagi individu yang memiliki riwayat asam urat atau kadar asam urat tinggi.
Sebagai gantinya, perbanyak sayur, buah, dan sumber protein rendah purin seperti telur dan kacang-kacangan dalam jumlah seimbang.
3. Jaga Berat Badan Tetap Ideal
Berat badan berlebih tidak hanya membebani sendi, tetapi juga meningkatkan produksi asam urat dalam tubuh. Studi di negara maju menunjukkan bahwa obesitas berkaitan erat dengan gangguan metabolisme purin dan menurunnya kemampuan ginjal dalam membuang asam urat.
Menurunkan berat badan secara bertahap melalui pola makan sehat dan aktivitas fisik terbukti membantu menurunkan kadar asam urat serta mengurangi risiko serangan nyeri mendadak.
4. Rutin Bergerak, Jangan Terlalu Lama Duduk
Gaya hidup sedentari atau minim gerak menjadi faktor risiko utama di era modern. Aktivitas fisik ringan hingga sedang seperti berjalan kaki, bersepeda, atau berenang membantu melancarkan sirkulasi darah dan meningkatkan fungsi metabolisme.
Menurut rekomendasi lembaga kesehatan internasional, olahraga rutin juga membantu menjaga fleksibilitas sendi dan mengurangi peradangan, sehingga sendi lebih siap menghadapi beban harian.
5. Kurangi Minuman Manis dan Alkohol
Minuman tinggi gula, terutama yang mengandung fruktosa, terbukti meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Studi di Amerika Serikat menunjukkan bahwa konsumsi minuman bersoda dan minuman manis berkaitan dengan meningkatnya kasus asam urat pada usia produktif.
Alkohol, terutama bir, juga diketahui menghambat pembuangan asam urat. Menguranginya dapat menjadi langkah preventif yang signifikan.
6. Kelola Stres dan Perbaiki Pola Tidur
Stres kronis dan kurang tidur sering diabaikan, padahal keduanya memengaruhi keseimbangan hormon dan metabolisme tubuh. Ketika tubuh stres, proses pembuangan zat sisa termasuk asam urat menjadi kurang optimal.
Pola tidur yang cukup dan manajemen stres yang baik membantu tubuh melakukan regenerasi dan menjaga kestabilan sistem metabolik.
7. Dukung Tubuh dengan Nutrisi Pendamping yang Tepat
Selain pola hidup sehat, sebagian orang memilih nutrisi alami dari Etawanesia sebagai pendukung harian untuk membantu metabolisme tubuh dan menjaga kesehatan sendi.
Salah satunya adalah susu kambing Etawa yang diperkaya bahan alami seperti daun kelor, yang dikonsumsi sebagai nutrisi pendamping, bukan sebagai obat.
Pendekatan ini sebaiknya tetap dikombinasikan dengan pola makan seimbang dan gaya hidup aktif untuk hasil yang optimal.
Asam urat bukan penyakit yang muncul dalam semalam. Nyeri hebat yang sering disebut sebagai “king of diseases” biasanya merupakan puncak dari proses panjang yang berlangsung diam-diam di dalam tubuh.
Dengan menerapkan langkah pencegahan sejak dini, mulai dari pola makan, hidrasi, aktivitas fisik, hingga manajemen stres—risiko asam urat dapat ditekan secara signifikan.
Mencegah selalu lebih baik daripada mengobati. Menjaga tubuh tetap seimbang adalah investasi jangka panjang untuk kualitas hidup yang lebih baik, tanpa harus menunggu nyeri sendi datang menghantui. (udn)
Load more