Psikiater Ungkap Pola Manipulasi dalam Hubungan Toxic di Buku Aurelie Moeremans, Orang Tua Wajib Tahu
- Instagram/aurelie
tvOnenews.com - Buku Broken Strings karya Aurelie Moeremans bukan hanya sekadar catatan pribadi, tetapi juga membuka mata banyak orang tentang bahaya hubungan manipulatif dan kekerasan emosional yang kerap terjadi tanpa disadari.
Melalui kisah nyata yang dituangkan dalam memoar tersebut, Aurelie menggambarkan bagaimana dirinya mengalami relasi yang penuh kontrol, manipulasi, dan tekanan psikologis sejak usia remaja.
Psikiater dr. Jiemi Ardian, Sp.KJ, menyoroti fenomena yang diangkat Aurelie sebagai contoh nyata dari pola grooming dan hubungan toxic yang sangat berbahaya bagi perkembangan mental seseorang.
Dalam unggahan di akun Instagram pribadinya, dr. Jiemi menjelaskan bahwa pola manipulasi dalam hubungan tidak muncul begitu saja, melainkan melalui beberapa tahapan yang kompleks dan berulang.
Menurut dr. Jiemi, ada tiga fase utama dalam pola manipulasi yang sering muncul dalam hubungan beracun, seperti yang tergambar dalam Broken Strings.

- Instagram @aurelie
1. Fase Inisiasi.
Pada fase ini, pelaku biasanya tampil sebagai sosok yang penuh perhatian, penyayang, dan tampak “sempurna”.
Ia menampilkan diri sebagai seseorang yang bisa memenuhi kebutuhan emosional korban.
“Seseorang memberikan cinta, perhatian, menjadi sosok seakan-akan yang dibutuhkan oleh orang lain,” ujar dr. Jiemi.
Inilah fase paling berbahaya karena korban merasa menemukan tempat aman, padahal sebenarnya sedang dibentuk untuk tergantung pada pelaku secara emosional.
2. Fase Konflik.
Setelah korban mulai percaya sepenuhnya, pelaku akan menunjukkan sisi lain dari dirinya, marah tanpa alasan jelas, membuat korban merasa bersalah, dan menciptakan kebingungan emosional.
“Di fase konflik awal, orang yang baik tiba-tiba marah, pasti bikin kita meragukan diri sendiri. Itu yang membuat korbannya merasa bersalah dan tidak berdaya,” ujar dr. Jiemi.
Dalam fase ini, pelaku biasanya juga akan berusaha memutus hubungan korban dengan lingkungan sosialnya, seperti keluarga atau teman dekat.
Ia mengontrol siapa saja yang boleh dihubungi dan menanamkan ide bahwa orang sekitar justru berbahaya atau mengeksploitasi korban.
Hal ini juga tampak dalam kisah Broken Strings, ketika Aurelie mengaku kehilangan akses komunikasi dengan banyak orang di sekitarnya karena diatur oleh pasangannya.
Load more