Tak Perlu Takut Badan Terlalu Kurus saat Puasa Ramadhan, Ini Solusi Sehat dan Proporsional ala dr. Zaidul Akbar
- dok.ilustrasi freepik
tvOnenews.com - Menjelang dan selama Ramadhan, tak sedikit orang yang mulai khawatir dengan kondisi tubuhnya.
Salah satu kekhawatiran yang sering muncul adalah badan menjadi terlalu kurus akibat berpuasa sebulan penuh.
Padahal, Ramadhan sejatinya bukan hanya waktu untuk menahan lapar dan dahaga, tetapi juga momentum memperbaiki pola hidup agar lebih sehat dan seimbang.
Menanggapi kekhawatiran tersebut, dr. Zaidul Akbar memberikan penjelasan yang menenangkan.
Dalam tayangan di kanal YouTube Bamol TV yang diunggah pada 2 Oktober 2021, ia menegaskan bahwa puasa tidak perlu ditakuti, selama dijalani dengan pemahaman yang benar tentang tubuh dan kebutuhan makan.

- Pexels/SHVETS production
Puasa Bukan Sekadar Menurunkan Berat Badan
Dr. Zaidul Akbar mengakui bahwa secara logika, orang yang mengurangi makan memang berpotensi mengalami penurunan berat badan.
Namun, ia menegaskan bahwa tujuan puasa bukanlah sekadar membuat tubuh menjadi kurus.
“Orang yang tidak makan sudah pasti akan kurus. Tapi saya tidak mengajarkan orang untuk menurunkan berat badan, melainkan membangun kebiasaan hidup sehat dari puasa,” ujarnya.
Menurutnya, kunci utama bukan pada seberapa banyak makanan yang dikonsumsi, melainkan bagaimana seseorang mengatur waktu dan porsi makan.
“Jangan makan berlebihan. Kapan harus makan dan kapan harus berhenti, itu kita yang ngatur,” jelasnya.
Dr. Zaidul Akbar menjelaskan bahwa tubuh manusia sejatinya memiliki sistem alami untuk menyeimbangkan dirinya sendiri, selama diberikan perlakuan yang tepat.
“Dan indikatornya adalah badan kita. Ketika kita sudah memperbaiki badan kita, maka otomatis tubuh akan menyeimbangkan sendiri,” lanjutnya.
Ia juga mengingatkan bahwa banyak orang merasa tubuhnya terlalu kurus, padahal secara medis berat badannya sudah ideal jika dihitung menggunakan indeks massa tubuh (IMT).
Jika kondisi tubuh sudah berada di angka ideal, maka yang perlu dilakukan bukanlah menambah atau mengurangi secara berlebihan, melainkan menjaga kestabilannya.

- Pexels/Thirdman
Menyesuaikan Asupan dengan Kebutuhan Tubuh
Bagi mereka yang ingin menambah massa otot atau menjaga berat badan tetap sehat selama puasa, dr. Zaidul Akbar menyarankan penyesuaian asupan makanan sesuai tujuan.
Jika ingin menambah massa otot, asupan protein bisa ditingkatkan.
Sementara itu, penambahan kalori bisa dilakukan melalui karbohidrat secukupnya.
Sebaliknya, jika tubuh sudah cenderung kurus, konsumsi buah-buahan bisa dikurangi dan diganti dengan sumber protein.
Protein tidak harus selalu dari hewani. Ia menyebut protein nabati seperti tempe dan alpukat sebagai pilihan yang baik, sementara protein hewani bisa diperoleh dari ikan.
“Setiap orang polanya beda-beda. Kalau badannya sudah cukup baik ya sudah, nggak usah diturunkan lagi. Pertahankan saja cara makannya,” ucapnya.
Pola Makan Ideal: Berkualitas, Bukan Berlebihan
Dr. Zaidul Akbar juga mengungkapkan pandangannya tentang waktu makan yang ideal.
Menurutnya, makan utama sebenarnya cukup dilakukan di siang hari, sementara waktu lainnya diisi dengan makanan ringan yang tidak memberatkan tubuh.
Makanan ringan tersebut bisa berupa buah, sayur, kurma, atau kacang-kacangan.
Dengan pola seperti ini, asupan kalori tidak terus-menerus penuh sehingga tubuh berada pada kondisi lapar yang terkontrol.
“Kalau tubuh berada pada fase lapar, tubuh akan meng-autodetoks. Itu kuncinya,” kata dr. Zaidul Akbar.
Ia pun menegaskan pentingnya menghindari kebiasaan terlalu sering kenyang.
“Selain itu, jangan sering-sering kenyang. Sekali makan, berkualitas, bergizi, tapi tidak bikin terlalu kenyang,” tambahnya.
Puasa sebagai Jalan Sehat dan Seimbang
Dari penjelasan tersebut, dapat disimpulkan bahwa puasa Ramadhan bukanlah ancaman bagi kesehatan tubuh.
Justru sebaliknya, puasa bisa menjadi sarana membangun pola hidup yang lebih disiplin, seimbang, dan selaras dengan kebutuhan alami tubuh.
Selama dijalani dengan ilmu, kesadaran, dan niat yang benar, puasa Ramadhan tidak akan membuat tubuh melemah, melainkan membantu menjaga kesehatan sekaligus menyempurnakan ibadah. (gwn)
Load more