News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Jangan Makan 2 Bahan Ini saat Sahur dan Berbuka! dr Zaidul Akbar Sebut Biang Kerok Masalah Kesehatan

Jangan makan dua bahan ini saat sahur dan berbuka, dr Zaidul Akbar sebut biang kerok masalah kesehatan. Bahan apa saja yang dimaksud?
Rabu, 18 Februari 2026 - 01:00 WIB
dr Zaidul Akbar
Sumber :
  • YouTube/drzaidulakbarofficial

tvOnenews.com - Ramadhan bukan hanya momentum untuk meningkatkan kualitas ibadah, tetapi juga kesempatan emas bagi tubuh untuk melakukan proses pemulihan alami.Ā 

Selama kurang lebih 12–14 jam setiap harinya, tubuh tidak menerima asupan makanan dan minuman, sehingga sistem metabolisme memiliki waktu untuk beristirahat sekaligus memperbaiki berbagai fungsi penting di dalam tubuh.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Tak heran jika banyak orang merasa tubuhnya lebih ringan, pikiran lebih jernih, hingga daya tahan tubuh meningkat selama menjalani puasa.Ā 

Namun, manfaat tersebut ternyata tidak otomatis dirasakan semua orang.Ā 

Pola makan saat sahur dan berbuka menjadi penentu utama apakah puasa benar-benar berdampak positif bagi kesehatan, atau justru sebaliknya.

Ilustrasi puasa Ramadhan
Ilustrasi puasa Ramadhan
Sumber :
  • Pexels/Thirdman

Menurut penjelasan dr Zaidul Akbar, puasa memiliki banyak manfaat luar biasa bagi tubuh, di antaranya:

* Membersihkan tubuh
* Meningkatkan daya otak
* Membentuk massa otot jika diiringi olahraga
* Meningkatkan sistem kekebalan tubuh

Namun beliau mengingatkan bahwa manfaat tersebut hanya bisa didapat jika pola makan dijaga dengan baik selama Ramadhan.

"Tapi syaratnya, tidak akan berefek kalau makannya ngawur," tegas dr Zaidul Akbar, dilansir dari kanal YouTube SAHABAT Dr.Zaidul Akbar.

Dua ā€œBiang Kerokā€ yang Harus Dihindari

Lebih lanjut, dr Zaidul Akbar menyebut ada dua jenis asupan yang sebaiknya dikurangi bahkan dihindari selama bulan Ramadhan.

"Ada dua biang keroknya, trans fat atau lemak trans dan yang kedua gula olahan," ungkapnya.

Lemak trans banyak ditemukan pada makanan olahan seperti gorengan berulang kali pakai minyak, margarin, makanan cepat saji, hingga camilan kemasan.Ā 

Sementara gula olahan biasanya berasal dari gula pasir, minuman manis instan, kue berbasis tepung, dan berbagai produk berbahan dasar terigu.

Beliau menyarankan agar kedua jenis asupan ini dikurangi selama Ramadhan agar tubuh bisa melakukan proses regenerasi secara optimal.

"Itu dua dikurangi selama Ramadhan, dan Anda tahu apa saja produknya yang berhubungan dengan dua itu, tubuh Anda akan regenerate sendiri," terang dr Zaidul Akbar.

Dengan mengurangi lemak trans dan gula olahan, tubuh akan mulai membersihkan patogen serta meningkatkan keseimbangan microbiome, terutama di sistem pencernaan.

"Dia akan membersihkan patogen-patogen dan meningkatkan microbiom di tubuh kita yang paling banyak di pencernaan kita," tutur dr Zaidul Akbar.

Kondisi ini juga berdampak pada hubungan antara otak dan sistem pencernaan yang semakin baik selama berpuasa.

Ilustrasi sahur di bulan Ramadhan
Ilustrasi sahur di bulan Ramadhan
Sumber :
  • Pexels/Thirdman

Tips Mengurangi Gula Olahan saat Ramadhan

Bagi yang ingin meningkatkan sensitivitas insulin selama Ramadhan, dr Zaidul Akbar menekankan pentingnya membatasi konsumsi gula olahan dan karbohidrat olahan.

Dalam satu piring makanan, sebaiknya komposisi didominasi oleh sayur dan protein, sementara karbohidrat tetap boleh dikonsumsi namun dalam jumlah yang tidak berlebihan.

dr Zaidul Akbar juga mengingatkan bahwa Islam telah mengajarkan konsumsi gula alami yang lebih sehat.

"Makanya Nabi SAW mengajarkan kita untuk makan gula yang sehat, seperti kurma. Tapi nggak boleh berlebihan juga," ujarnya.

Langkah sederhana yang bisa dilakukan misalnya dengan mengurangi, bahkan menghentikan konsumsi gula pasir selama Ramadhan.

"Kalau bisa menurut saya stop gula pasir," kata dr Zaidul Akbar.

Rasa manis tetap bisa diperoleh dari alternatif yang lebih alami seperti madu atau sumber gula tinggi serat lainnya.Ā 
Bahkan, ia menyarankan untuk mulai menghindari produk berbasis terigu selama Ramadhan karena termasuk dalam kategori gula olahan.

"Di Ramadhan nanti, nggak ada lagi makan produk-produk berbasis terigu. Itu kan gula olahan," tutur dr Zaidul Akbar.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Jika dilakukan secara konsisten selama sebulan penuh, perubahan pada tubuh seperti penurunan berat badan hingga peningkatan energi akan mulai terasa di akhir Ramadhan.

Momentum puasa ini pun bisa menjadi bentuk ketaatan dalam menjaga amanah kesehatan yang telah diberikan oleh Allah SWT, sekaligus ikhtiar untuk hidup lebih sehat setelah Ramadhan berakhir. (gwn)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Pramono Ungkap Kasus Laporan Dibalas Foto AI di JAKI Bukan Pertama Kali Terjadi, Pelaku Orang yang Sama

Pramono Ungkap Kasus Laporan Dibalas Foto AI di JAKI Bukan Pertama Kali Terjadi, Pelaku Orang yang Sama

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung mengungkapkan kasus tanggapan laporan palsu pada aplikasi JAKI bukan pertama kali terjadi.
Apa Itu Green Business? Ini 3 Cara Tingkatkan Kredibilitas dan Akses Pembiayaan Bisnis Hijau di Era ESG

Apa Itu Green Business? Ini 3 Cara Tingkatkan Kredibilitas dan Akses Pembiayaan Bisnis Hijau di Era ESG

Secara sederhana, bisnis hijau adalah model usaha yang berfokus pada pengurangan dampak lingkungan, penggunaan sumber daya secara efisien, serta penerapan
KPK Koordinasi Dengan Tim Internal Terkait Adanya Dugaan Intimidasi Saksi Kasus Ijon Proyek Bekasi

KPK Koordinasi Dengan Tim Internal Terkait Adanya Dugaan Intimidasi Saksi Kasus Ijon Proyek Bekasi

Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) berkoordinasi dengan tim internal terkait adanya dugaan intimidasi terhadap saksi kasus suap ijon proyek di Kabupaten Bekasi.
Perkuat Peran Dai dalam Pembangunan Perbatasan, BNPP Tegaskan RI Tidak Membangun Tembok: Tapi Kesejahteraan

Perkuat Peran Dai dalam Pembangunan Perbatasan, BNPP Tegaskan RI Tidak Membangun Tembok: Tapi Kesejahteraan

Bersama Dai, arah pembangunan perbatasan ke depan ditujukan untuk mengubah citra wilayah perbatasan dari daerah tertinggal menjadi beranda depan negara yang maju, damai, dan sejahtera.
Kejati Jakarta Geledah Kantor Kementerian PU Terkait Dugaan Korupsi Kegiatan Tahun 2023-2024, Sita Dokumen Hingga Perangkat Elektronik

Kejati Jakarta Geledah Kantor Kementerian PU Terkait Dugaan Korupsi Kegiatan Tahun 2023-2024, Sita Dokumen Hingga Perangkat Elektronik

Tim Penyidik Bidang Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Daerah Khusus Jakarta geledah beberapa ruangan di kantor Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Senin (9/4).
Kejagung Tetapkan Tujuh Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Minyak Mentah dan Produk Kilang Petral Periode 2008-2015

Kejagung Tetapkan Tujuh Tersangka Kasus Dugaan Korupsi Pengadaan Minyak Mentah dan Produk Kilang Petral Periode 2008-2015

Tim Direktorat Penyidikan Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Agung menetapkan sebanyak tujuh tersangka dalam kasus dugaan pengadaan minyak mentah dan produk kilang pada Petral pada periode 2008-2015, pada Kamis (9/4).

Trending

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Buntut Penonaktifan Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Dedi Mulyadi Instruksikan Investigasi Penyebab Surat Edarannya Diabaikan

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi menginstruksikan Inspektorat serta Badan Kepegawaian Daerah (BKD) untuk mengusut tuntas penyebab mandeknya implementasi kebijakan baru.
Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Pemain Timnas Resmi Kembali jadi Warga Negara Belanda setelah Terseret Kasus Paspor di Eredivisie, Dijadwalkan Bermain Lagi Pekan Ini

Seorang pemain Timnas kembali menjadi warga negara Belanda setelah terseret konflik paspor di Eredvisie. Penyerang Heerenveen itu akan kembali bermain pekan ini
Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain Naturalisasi Timnas Berbondong-bondong kembali Jadi Warga Negara Belanda setelah Tersangkut Polemik Paspor di Liga Belanda, Siapa Saja?

Pemain naturalisasi timnas berbondong-bondong kembali jadi Warga Negara Belanda setelah kasus paspor meledak di Liga Belanda dalam beberapa pekan terakhir.
Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Dedi Mulyadi Umumkan Kabar Baik untuk Seluruh Sopir Angkot di Jawa Barat, Ada Program Kredit Angkot Listrik Tanpa DP

Gubernur Dedi Mulyadi menjelaskan, bahwa saat ini dirinya sedang menggodok program kredit angkot listrik yang bisa diikuti oleh para sopir angkot di Jawa Barat.
Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Media Vietnam Soroti Proses Calon Naturalisasi Timnas Indonesia Luke Vickery: Generasi Baru dengan Pengalaman A-League

Salah satu nama yang akhir-akhir ini santer dikabarkan akan menjadi pemain naturalisasi dan amunisi baru John Herdman di Timnas Indonesia adalah Luke Vickery.
Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Profil Ida Hamidah Kepala Samsat Soekarno-Hatta yang Dicopot Dedi Mulyadi, Ternyata Punya Prestasi Mentereng

Siapa sosok Kepala Samsat Soekarno-Hatta, Kota Bandung yang dinonaktifkan sementara oleh Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi? Simak profil Ida Hamidah berikut ini.
Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Media Vietnam Sebut Timnas Indonesia Tak Bakal Bisa Kalahkan The Golden Warriors di Piala AFF 2026

Kondisi Timnas Indonesia yang diprediksi akan tanpa kekuatan penuh di Piala AFF 2026, dinilaiĀ oleh media Vietnam sebagai angin segar bagi skuad Kim Sang-sik.
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT