Urin Berwarna Kuning Pekat saat Puasa, Apakah Berbahaya?
- Ilustrasi AI
tvOnenews.com - Saat menjalani puasa, tubuh mengalami perubahan pola makan dan minum yang cukup drastis.
Dari terbit fajar hingga matahari terbenam, tubuh tidak mendapat asupan cairan.
Tak heran, banyak orang yang kaget ketika buang air kecil di siang atau sore hari dan mendapati warna urin berubah menjadi kuning pekat, bahkan cenderung seperti warna teh dengan bau lebih menyengat.
Kondisi ini kerap memicu kepanikan. Tidak sedikit yang langsung khawatir ginjalnya bermasalah atau takut mengalami gagal ginjal.
Lantas, benarkah urin berwarna kuning pekat saat puasa merupakan tanda bahaya?
Mengapa Urin Berubah Jadi Kuning Pekat saat Puasa?
Dalam salah satu videonya, dr Saddam Ismail menjelaskan bahwa perubahan warna urin saat puasa sebenarnya merupakan respons normal tubuh terhadap kekurangan cairan.
“Kamu buang air kecil pada sore hari saat puasa, kamu melihat warna air kencing berubah menjadi kuning pekat. Banyak orang yang mengira urin pekat adalah tanda ginjal mulai rusak,” ujar dr Saddam Ismail.
Secara normal, warna urin adalah kuning muda atau jernih.
Warna tersebut berasal dari zat sisa pemecahan sel darah merah yang disebut urobilin.
Ketika asupan cairan cukup, air akan melarutkan urobilin sehingga warna urin tampak lebih cerah.
Namun saat puasa, tubuh menerima asupan cairan yang jauh lebih sedikit. Dari selesai sahur hingga waktu berbuka, tubuh bisa mengalami dehidrasi ringan.
“Otak kita ini pintar. Dia bisa mendeteksi kekurangan cairan di tubuh. Otak melepaskan hormon antidiuretik ke dalam darah, lalu hormon ini memberi perintah ke ginjal untuk menahan air sebanyak mungkin,” terang dr Saddam.
Ginjal kemudian menyerap kembali cairan ke dalam aliran darah dan hanya mengeluarkan sedikit air bersama zat sisa.
Akibatnya, urobilin menjadi lebih terkonsentrasi dan warna urin berubah menjadi lebih pekat.

- YouTube/Saddam Ismail
Apakah Ini Berbahaya bagi Ginjal?
Menurut dr Saddam Ismail, urin pekat saat puasa bukanlah tanda bahaya.
“Urin pekat saat puasa bukan tanda bahaya sama sekali. Kondisi ini adalah respons adaptasi tubuh yang sangat normal. Ginjal kita justru berfungsi dengan sangat baik,” tegasnya.
Load more