News Bola Daerah Sulawesi Sumatera Jabar Banten Jateng DI Yogya Jatim Bali

Waspada Penularan Campak Saat Idulfitri, Jangan Sembarangan Menggendong atau Menyentuh Anak!

Kasus campak bisa meningkat jelang Idulfitri. Masyarakat diimbau agar tidak sembarangan menyentuh atau menggendong anak untuk mencegah penularan.
Selasa, 10 Maret 2026 - 23:17 WIB
Ilustrasi Sakit Campak
Sumber :
  • Gemini AI

tvOnenews.com - Menjelang perayaan Idulfitri, masyarakat biasanya berkumpul bersama keluarga dan kerabat dalam suasana penuh kebahagiaan.

Namun di balik tradisi saling berkunjung dan bersilaturahmi tersebut, para pakar kesehatan mengingatkan adanya risiko penularan penyakit, salah satunya campak.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) mengingatkan masyarakat untuk lebih waspada terhadap penyebaran virus campak, terutama pada anak-anak.

Salah satu langkah sederhana yang dianjurkan adalah tidak sembarangan menggendong atau menyentuh anak orang lain, terutama bayi dan balita.

Ketua Pengurus Pusat IDAI, Piprim Basarah Yanuarso, mengungkapkan bahwa kasus campak di Indonesia masih menjadi perhatian serius.

Data hingga minggu ke-7 tahun 2026 menunjukkan terdapat 8.224 kasus suspek campak, dengan 572 kasus telah terkonfirmasi dan 4 kasus kematian.

Jumlah tersebut menunjukkan bahwa penyebaran virus campak masih terjadi di berbagai wilayah.

Jika melihat data tahun sebelumnya, angka kasus campak bahkan jauh lebih tinggi.

Pada tahun 2025 tercatat 63.769 kasus suspek campak dengan 11.094 kasus yang telah terkonfirmasi dan 69 kematian.

Ilustrasi Campak
Ilustrasi Campak
Sumber :
  • Freepik

Secara global, situasi di Indonesia juga cukup memprihatinkan. Berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) yang dirilis melalui Centers for Disease Control and Prevention (CDC) pada Februari 2026, Indonesia menempati peringkat kedua negara dengan kasus campak tertinggi di dunia.

Indonesia mencatat sekitar 10.744 kasus campak, berada di bawah Yaman dan di atas India.

“Situasi darurat ini memerlukan langkah luar biasa dari seluruh pemangku kepentingan,” ujar Piprim Basarah Yanuarso.

Untuk menekan penyebaran campak, IDAI merekomendasikan orang tua mengejar cakupan imunisasi yang masih tertinggal.

Imunisasi campak rubella perlu dilengkapi terutama bagi anak-anak berusia 9 bulan hingga kurang dari 15 tahun.

Selain anak-anak, tenaga kesehatan juga perlu dipastikan telah menerima imunisasi MR atau MMR secara lengkap agar terlindungi dari penularan virus tersebut.

Menurut Piprim, cakupan imunisasi campak rubella dosis kedua (MR2) di Indonesia masih belum mencapai target yang diharapkan.

“Cakupan imunisasi campak rubella dosis kedua saat ini hanya mencapai 82,3 persen pada tahun 2024, jauh di bawah target nasional 95 persen,” jelasnya.

Akibatnya, kekebalan kelompok atau herd immunity belum terbentuk secara optimal.

Virus penyebab campak dikenal sebagai morbillivirus, yang memiliki tingkat penularan sangat tinggi.

Virus ini dapat berpindah dari satu orang ke orang lain melalui kontak jarak dekat dengan penderita.

Penularan dapat terjadi melalui percikan air liur atau droplet ketika seseorang bersin, batuk, berbicara, bahkan berciuman.

Virus ini dapat menular dari orang dewasa ke anak-anak maupun antar sesama orang dewasa.

Selain melalui droplet, virus campak juga bisa menyebar melalui udara di ruangan tertutup yang memiliki sirkulasi udara buruk.

Dalam kondisi tertentu, morbillivirus dapat bertahan di udara hingga dua jam.

Artinya, seseorang masih bisa tertular meskipun penderita campak sudah tidak berada di ruangan tersebut.

Virus ini juga dapat menempel pada berbagai benda yang sering disentuh bersama, seperti gagang pintu, sendok, meja, atau saklar lampu.

Droplet yang mengandung virus campak bisa bertahan di permukaan benda selama sekitar dua jam sebelum akhirnya mati.

Campak memiliki masa inkubasi sekitar 10 hingga 14 hari setelah seseorang terpapar virus.

Pada masa ini, penderita biasanya mulai mengalami gejala awal seperti demam tinggi, batuk, pilek, dan mata merah.

Setelah beberapa hari, barulah muncul ruam merah khas campak di kulit.

Pada fase awal tersebut, penderita sebenarnya sudah bisa menularkan virus kepada orang lain di sekitarnya.

Karena itulah, interaksi dekat dengan anak-anak perlu dibatasi, terutama saat berkumpul dalam acara besar seperti Idulfitri.

Anak Jangan Disentuh Sembarangan

Dokter anak mengingatkan bahwa bayi dan balita merupakan kelompok yang sangat rentan terhadap infeksi campak.

Sistem kekebalan tubuh mereka belum berkembang sepenuhnya sehingga lebih mudah tertular penyakit.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak sembarangan menyentuh, mencium, atau menggendong anak orang lain saat berkumpul di momen Lebaran.

Langkah sederhana ini dinilai dapat membantu mengurangi risiko penularan virus, terutama di tengah meningkatnya mobilitas masyarakat selama musim mudik dan silaturahmi Idulfitri. (adk)

Berita Terkait

Komentar

Topik Terkait

Saksikan Juga

Jangan Lewatkan

Soroti Fenomena Aksi Unjuk Rasa yang Berujung Anarkis, Ketua Gerakan Santri Madura Beri Peringatan

Soroti Fenomena Aksi Unjuk Rasa yang Berujung Anarkis, Ketua Gerakan Santri Madura Beri Peringatan

Ketua Gerakan Santri Madura, Ach. Sayuthi, menyoroti fenomena aksi unjuk rasa yang kerap berujung anarkis.
BNI Antarkan Tim Indonesia Membuka Asa di Piala Thomas 2026

BNI Antarkan Tim Indonesia Membuka Asa di Piala Thomas 2026

Pihak BNI menyampaikan hasil positif ini merupakan bukti nyata keseriusan pembinaan atlet bulutangkis nasional oleh PBSI yang mendapat dukungan dari BNI.
Jadwal Siaran Langsung AVC Champions League 2026: Bandung BJB Tandamata Langsung Hadapi Wakil Tuan Rumah di Laga Perdana

Jadwal Siaran Langsung AVC Champions League 2026: Bandung BJB Tandamata Langsung Hadapi Wakil Tuan Rumah di Laga Perdana

Jadwal Siaran Langsung AVC Champions League 2026 yang akan resmi dimulai pada Minggu (26/4/2026) besok di The Mall Bang Kapi Convention Hall, Bangkok, Thailand.
Diberondong Empat Gol oleh Napoli, Emil Audero Malah Jadi Pemain Cremonese dengan Rating Tertinggi

Diberondong Empat Gol oleh Napoli, Emil Audero Malah Jadi Pemain Cremonese dengan Rating Tertinggi

Berjibaku selamatkan gawang Cremonese meski akhirnya diberondong empat gol oleh Napoli, Emil Audero menjadi satu-satunya pemain di tim yang dapat nilai tinggi.
Gubernur Malut Sherly Tjoanda Tak Habis Pikir Harga Tiket Pesawat Mahal: Mengancam Pariwisata di Indonesia Timur

Gubernur Malut Sherly Tjoanda Tak Habis Pikir Harga Tiket Pesawat Mahal: Mengancam Pariwisata di Indonesia Timur

Gubernur Maluku Utara (Malut), Sherly Tjoanda Laos sebut kondisi harga tiket pesawat mahal sejak awal April 2026 ganggu sektor pariwisata di timur Indonesia.
Diikuti 1000 Lebih Atlet Akuatik Se-Tanah Air, Kejurnas Akuatik Indonesia 2026 Berlangsung Mulai Pekan Depan

Diikuti 1000 Lebih Atlet Akuatik Se-Tanah Air, Kejurnas Akuatik Indonesia 2026 Berlangsung Mulai Pekan Depan

Dalam waktu dekat Pengurus besar Akuatik Indonesia (PB AI) akan Kejuaraan Nasional (Kejurnas) Akuatik Indonesia 2026.

Trending

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

DKI Jakarta Sibuk Tangkap Ikan Sapu-sapu, Dedi Mulyadi: Selama Ini Sudah Diambil Warga Jabar

Gubernur Jawa Barat (Jabar), Dedi Mulyadi tak mau kalah dengan Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terkait kegiatan pembersihan ikan sapu-sapu.
Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Terpopuler Trend: Harta Kekayaan Dedi Mulyadi Bisa Berbagi Kepada Warga, hingga Permintaan KDM untuk Persib Bandung

Harta kekayaan Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi suka berbagi kepada warga. Permintaan Kang Dedi Mulyadi (KDM) sebelum Gedung Sate jadi lokasi perayaan Persib
Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Volimania Indonesia Ramai-ramai Beralih Dukung Hillstate Usai Red Sparks Tak Pilih Megawati Hangestri untuk Isi Kuota Asia

Penggemar voli Indonesia ramai-ramai ajak alihkan dukungan ke Hillstate setelah Red Sparks tidak memilih Megawati Hangestri untuk isi kuota pemain Asia V-League
John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

John Herdman Full Senyum dengan Kabar Marselino Ferdinan, Timnas Indonesia Dapat Untungnya

Kabar melegakan datang dari Slovakia untuk pecinta sepak bola tanah air. Gelandang andalan Timnas Indonesia Marselino Ferdinan akhirnya kembali mencicipi atmosf
FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA Berencana Beri Lampu Hijau Kompetisi Domestik Digelar di Luar Negeri, Indonesia Berpotensi Jadi Tuan Rumah Laga Liga Inggris dan Serie A

FIFA siapkan aturan baru izinkan liga main satu laga di luar negeri per musim. Indonesia berpotensi hadirkan laga Liga Inggris hingga Serie A di Tanah Air.
Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Megawati Hangestri Batal Reuni dengan Yeum Hye-seon! Red Sparks Umumkan Pemain Kuota Asia untuk V League Musim Depan

Peluang Megawati Hangestri untuk reuni dengan Yeum Hye-seon di Red Sparks pada V League musim depan sudah tertutup.
Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Jay Idzes jadi Pengeluaran Terbesar Sassuolo, Klub Serie A Itu Laporkan Merugi 38,7 Juta Euro di 2025

Tersimpan kisah menarik mengenai keberanian I Neroverdi dalam berinvestasi di bursa transfer, terutama untuk mendatangkan bek andalan Timnas Indonesia Jay Idzes
Selengkapnya

Viral

ADVERTISEMENT