Cuaca Ekstrem jadi Tantangan Calon Jamaah Haji Indonesia di Tanah Suci, Ini Tips Cegah Sakit Selama Ibadah
- tvone aditya nugroho
Jakarta, tvonenews.com- Ratusan calon jamaah haji indonesia mulai diberangkatkan secara bergelombang. Hari ini sebanyak 445 jemaah dari Bogor diberangkatkan.
Melihat suhu yang berbeda dengan indonesia, jamaah dituntut untuk bisa menjaga kesehatan selama ibadah haji 2026 di Tanah Suci.
Seluruh jamaah haji diminta mewaspadai potensi cuaca ekstrem di Arab Saudi ataupun Madinah.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) juga memastikan layanan kesehatan bagi jamaah calon haji, seperti Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI).
Juga adanya penguatan sistem rujukan dengan rumah sakit di Arab Saudi buka 24 jam selama musim haji.
“KKHI dua puluh empat jam tiap hari, ya,” ujar Kasi Kesehatan Daerah Kerja Madinah Enny Nuryanti dikutip dari antara, Kamis (23/4).
Dengan langkah tersebut, guna menjaga kondisi kesehatan jamaah, terutama di tengah potensi cuaca ekstrem yang dapat memengaruhi daya tahan tubuh selama menjalankan ibadah.
Berikut ini Cara Cegah Sakit Selama Ibadah Haji
1. Makan dan Minum Teratur
Dalam keterangannya, Liliek mengingatkan kepada seluruh jemaah haji agar makan dan minum teratur selama ibadah di Tanah Suci.
Selain makan dan minum teratur, jemaah haji juga diingatkan agar beristirahat yang cukup.
“Tetap makan dan minum secara teratur. Jangan sampai lupa. Biasanya aktivitas yang berlebihan sehingga waktunya banyak digunakan beraktivitas, dia berkurang waktu istirahatnya. Yang kita minta aktivitas jangan kebanyakan, istirahat cukup,” pesan Liliek dalam laman Kemkes.go, Kamis (23/4).
2. Pakai Alat Pelindung Diri
Selain menjaga makan dan minum yang teratur, calon jemaah haji indonesia juga disarankan pakai alat pelindung diri.
Pelindung diri digunakan selama menjalankan ibadah haji, di tengah cuaca ekstrem di sana.
Menurut Kapuskes LIliek menjelaskan, cuaca di Arab Saudi berbeda dengan cuaca di Indonesia. Di Indonesia, suhu paling panas sekitar 36 derajat celsius, sedangkan suhu di Arab Saudi berkisar 41 derajat celsius.
“Jemaah haji kita kan siang hari keluar, beli oleh-oleh. Nah, itu yang kita perlu sama-sama kendalikan. Promosi kesehatan yang kita utamakan adalah mengendalikan kegiatan aktivitas jemaah haji di siang hari,” kata Kepala Puskes Haji Kemenkes RI Liliek Marhaendro Susilo, Ak M.M,
“Tolonglah, gunakan alat pelindung diri. Pakai payung, pakai topi besar kalau ibu-ibu, pakai kacamata hitam, pakai masker, bawa semprotan air. Kalau terasa kering, disemprot supaya tidak kena heatstroke dan minum air,” ucapnya.
3. Jaga Cairan dan kebersihan Tubuh
Selain dari itu, Liliek juga mengajak agar calon jemaah haji bisa menjaga cairan tubuh tetap stabil.
Selain cuaca panas, kelembaban udara di Arab Saudi terbilang rendah. Diimbau untuk berhati-hati.
“Kalau dengar cerita orang pergi haji atau umrah, cuci baju ditaruh di kamar saja kering. Memang tidak basah, meskipun tidak kena matahari, itu bisa kering. Bayangkan, kalau tubuh kita itu tidak terasa haus, tetapi kalau kita ke kamar kecil, kita buang air kecil, kita lihat urine. Nah, kalau urine mulai warnanya kuning kecokelat-cokelatan berarti sudah indikasi kurang cairan,” tegasnya.
“Padahal, jemaah mungkin tidak merasa haus. Maka, jangan minum karena haus. Akan tetapi, minumlah tanpa menunggu haus. Yang kita minta agar untuk minum apapun kondisinya setiap 15 menit teguklah air. Supaya terpelihara kebersihan saluran pernapasan, kerongkongan juga," pesan Kapuskes Haji itu.(klw)
Load more