Disematkan kepada Taufik Hidayat, Apa yang Dimaksud Psikopat?
- Istimewa
tvOnenews.com -Â Kasus penyekapan dan penganiayaan sadis yang menjerat Taufik Hidayat (30) di Bandung telah memicu kemarahan sekaligus kengerian publik.
Bagaimana tidak, Taufik diduga kuat telah menyekap kekasihnya, YTR (29), selama hampir 3 tahun hingga mengakibatkan korban mengalami luka berat yang sangat memprihatinkan.
Setelah sempat buron, pelarian Taufik berakhir saat ia diringkus pihak kepolisian di wilayah Majalaya pada Selasa (23/6/2026.
![]()
Menariknya, perhatian netizen tidak hanya tertuju pada kekejaman tindakannya, tetapi juga pada pembawaannya saat diamankan.
Dalam video yang beredar di media sosial, Taufik terlihat begitu tenang, dingin, bahkan sempat merapikan penampilannya dengan memotong rambut saat masih berstatus buron.
Sikap santai tanpa beban inilah yang membuat netizen ramai-ramai menyematkan label "psikopat" kepadanya.
Namun, apa sebenarnya arti dari istilah psikopat dalam sudut pandang psikologi, dan apakah sikap dingin seseorang saat melakukan kejahatan otomatis menjadikannya seorang psikopat?
Â
1. Apa itu psikopat?
![]()
Secara ilmiah, istilah "psikopat" bukanlah sebuah diagnosis medis resmi yang berdiri sendiri.
Menurut  American Psychological Association (APA) dalam artikelnya yang berjudul "A broader view of psychopathy", kondisi tersebut merupakan manifestasi klinis yang parah dari Antisocial Personality Disorder (ASPD) atau Gangguan Kepribadian Antisosial.
Â
2. Mengapa seseorang bisa menjadi psikopat?
![]()
Kondisi psikopati terbentuk dari interaksi rumit antara faktor genetik (bawaan lahir) dan faktor lingkungan (pola asuh dan pengalaman hidup).
Dalam artikel Cleveland Clinic yang membahas tentang penyebab utama perilaku antisosial, dituliskan bahwa orang dengan ciri-ciri psikopatik mungkin memproses rasa takut, emosi, dan pengambilan keputusan secara berbeda.
Ini karena terdapat kelalainan pada fungsi dan perkembangan area otak tertentu. Hal tersebut membuat seseorang memiliki ambang rasa takut yang sangat tinggi dan tidak mampu memproses empati.
Â
Selain itu, faktor lingkungan juga dapat memengaruhi perkembangan perilaku psikopat itu sendiri.
Faktor-faktor yang dimaksud seperti bagaimana orang tersebut diperlakukan saat masih kecil , jenis rumah tempat orang tersebut dibesarkan, hingga pengalaman traumatis atau nontraumatis yang pernah dialami.
Semua faktor yang telah disebutkan tadi berperan dalam perkembangan ciri kepribadian dan perilaku yang berbeda tadi.
Â
3. Kapan seseorang bisa disebut sebagai psikopat?
![]()
Seseorang tidak bisa dicap sebagai psikopat hanya berdasarkan penilaian sekilas atau karena perilakunya yang menyebalkan. Pemberian label atau diagnosis ini memerlukan pemeriksaan forensik dan klinis yang sangat mendalam.
Dr. Elaine Ryan, psikolog berlisensi British Psychological Society dalam situs web miliknya menuliskan, bahwa diagnosis ASPD biasanya dilakukan oleh psikolog atau psikiater.
Diagnosis hanya bisa diberikan kepada individu yang telah berusia minimal 18 tahun. Selain itu, orang tersebut harus menunjukkan bukti adanya gangguan perilaku (conduct disorder) yang konsisten sejak sebelum usia 15 tahun.
Â
4. Ciri-ciri psikopat
![]()
Seorang psikopat memiliki sekumpulan tanda perilaku yang sangat spesifik dan berpola. Berdasarkan tinjauan medis yang dipublikasikan oleh Healthline, ciri-ciri utama yang paling sering muncul meliputi:
-
Tidak memiliki rasa bersalah dan penyesalan (lack of remorse):Â Seorang psikopat biasanya mati rasa terhadap penderitaan orang lain. Bahkan setelah melakukan tindakan kriminal atau kekerasan yang fatal, mereka tidak merasa bersalah dan justru menyalahkan korban atas situasi tersebut.
-
Kebohongan patologis (pathological lying): Mereka sangat lihai bersandiwara. Mereka berbohong secara konsisten dan sistematis, sering kali hanya untuk kesenangan mengendalikan atau membodohi orang lain.
-
Pesona palsu (superficial charm): Di awal hubungan, mereka bisa terlihat sangat cerdas, ramah, menarik, dan penuh perhatian. Pesona ini digunakan sebagai alat pikat untuk menjebak korban ke dalam dominasi mereka.
-
Respons emosional yang dangkal (shallow affect): Mereka kesulitan merasakan emosi yang mendalam seperti cinta, cemas, atau takut.
Â
Dilansir Antara, Kepolisian Daerah Jawa Barat telah melibatkan ahli kejiwaan untuk memeriksa kondisi psikologis Taufik Hidayat.
Hingga artikel ini ditulis belum ada pengumuman resmi dari pihak kepolisian maupun ahli terkait mengenai apakah Taufik dikategorikan sebagai psikopat, seperti yang telah dilabelkan kepadanya. (ism)
Load more