Banyak Wilayah di Jawa Tengah Dilanda Kekeringan, BNPB Imbau Masyarakat Waspada dan Siaga
- Antara
Jakarta, tvOnenews.com- Musim kemarau atau kekeringan di Indonesia sepertinya sudah di mulai. Sejumlah wilayah dikatakan sudah mengalami seperti di Jawa Tengah.
- Antara
Sebelumnya Pemerintah Kabupaten Banjarnegara siaga bencana kekeringan. Jawa Tengah pun mulai mengalami, hal ini disampaikan BNPB.
Dalam keterangannya, Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Abdul Muhari dalam mengatakan bahwa kondisi kekeringan masih dirasakan para warga di wilayah Kabupaten Klaten, Pemalang, dan Boyolali.
Sehingga ia mengimbau agar masyarakat dan Pemerintah daerah pun menyiapkan langkah konkret untuk mengatasi kelangkaan sumber air nantinya.
"BNPB mengimbau warga tetap bijak dalam pemanfaatan air. Pendistribusian air dengan mobil tangki merupakan penanganan jangka pendek," katanya dalam antara.
"Apabila masih terjadi peluang hujan maka masyarakat dapat memanen air hujan sebagai cadangan air," sambungnya.
Dengan kondisi ini, diketahui dampak kekeringan yang melanda di sejumlah wilayah di Kabupaten Klaten meliputi Desa Kendalsari, Tegalmulyo, Tlogowatu dan Sidorejo.
- Antara
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Klaten telah mencatat 2.498 keluarga atau 8.319 jiwa terdampak kekeringan di wilayah tersebut.
Sejauh ini sudah dilaporkan BPBD Kabupaten Klaten sejak awal Juni 2026 dan sebanyak 377 keluarga atau 1.450 jiwa sudah mendapatkan bantuan 60 ribu liter air bersih pada Jumat (26/6), dan pendistribusian selanjutnya akan diberikan bertahap.
Sementara di Kabupaten Pemalang, dampak kekeringan melanda tiga desa di tiga kecamatan yaitu Kecamatan Belik, Bawang, dan Pulosari.
Lebih lanjut juga, disebut data sementara BPBD Pemalang mencatat 166 keluarga terdampak kekeringan dan telah didistribusikan 4 ribu liter air bersih untuk warga di Desa Pulosari.
Maka dengan ini, Abdul Muhari mengingatkan pemerintah daerah juga meningkatkan kewaspadaan ancaman kebakaran hutan dan lahan.
"BNPB meminta pemerintah daerah dan masyarakat untuk tetap waspada dan siap siaga. Upaya pencegahan merupakan langkah efektif dalam penanganan maupun meluasnya dampak kebakaran," pesannya.
Sebagai tambahan informasi, El Nino bertemu dengan siklus kemarau rutin, curah hujan akan merosot drastis.
Kondisi tersebut meningkatkan risiko kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta pencemaran debu halus yang dapat mengganggu kualitas udara.
Mengetahui El Nino dalam laman upk kemenkes disebut, bisa menyebabkan suhu kekeringan ekstrem bukan hanya soal kegerahan, tetapi juga ancaman nyata bagi fungsi organ tubuh.
Merangkum dari protokol kesehatan Kemenkes RI, ada beberapa risiko utama yang harus diwaspadai dehidrasi berat.
Kondisi pertama, bisa sebabkan kehilangan cairan tubuh secara cepat yang dapat menyebabkan kegagalan fungsi organ hingga pingsan secara tiba-tiba. Makanya penuhi harian minum anda.(klw)
Load more